JAKARTA, KalibrasiNews.com – Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI menggantikan Thomas Djiwandono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2).
Pelantikan Juda Agung sebagai Wamenkeu RI dinilai membawa warna baru dalam tim ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto, mengingat rekam jejaknya yang panjang di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

Usai dilantik menjadi Wamenkeu, Juda menegaskan komitmennya untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang terkoordinasi secara efektif.
Selain fokus pada stabilitas makroekonomi, Juda sebagai Wamenkeu yang baru juga menekankan pentingnya optimalisasi belanja negara agar lebih produktif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, efektivitas kebijakan fiskal tidak hanya diukur dari besaran anggaran, tetapi juga dari kualitas implementasi di lapangan, termasuk ketepatan sasaran program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, serta dukungan terhadap UMKM.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Dari Presiden, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, program-program sudah dicanangkan. Tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, dan juga kebijakan di sektor keuangan agar menjadi efektif,” ujar Juda, Wamenkeu.
Dalam waktu dekat, Juda menyebut akan memperkuat komunikasi kebijakan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, perbankan, hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga daya beli masyarakat serta mempercepat realisasi investasi. Ia juga mendorong agar kebijakan fiskal dapat semakin responsif terhadap kondisi sektoral, terutama pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, industri pengolahan, pariwisata, dan ekonomi digital.
Ke depan, Juda sebagai Wamenkeu yang baru akan menargetkan penguatan stabilitas ekonomi, termasuk menjaga nilai tukar mata uang, melalui sinergi kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia guna menopang pertumbuhan ekonomi domestik. “Kebijakan kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Selama itu kebijakan moneter, tentu berada di dalam wilayah Bank Indonesia,” ungkapnya.
Juda menambahkan, tantangan perekonomian ke depan tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dari ketidakpastian global, termasuk perlambatan ekonomi mitra dagang utama, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika geopolitik.
Karena itu, ia menilai diperlukan bauran kebijakan yang adaptif dan antisipatif, dengan tetap menjaga kredibilitas fiskal serta keberlanjutan pembiayaan pembangunan. Dalam konteks ini, pengelolaan utang yang pruden serta perluasan basis penerimaan negara menjadi agenda penting Kementerian Keuangan.

Pada kesempatan yang sama, Juda turut menilai kebijakan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa telah menunjukkan arah yang positif dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Wamenkeu itu juga menyoroti komitmen Kementerian Keuangan dalam mengurangi risiko korupsi.
Lebih jauh, Juda menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel di lingkungan Kementerian Keuangan.
Ia menyebut, penguatan sistem pengawasan internal serta digitalisasi layanan keuangan negara merupakan langkah strategis untuk menekan potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan efisiensi birokrasi.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Saya kira, apa yang sudah dilakukan oleh Pak Purbaya dalam empat bulan terakhir ini adalah upaya-upaya untuk memperkuat dan mengurangi risiko korupsi di dua lembaga itu,” katanya.
Lebih lanjut, Juda menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan akan terus berperan aktif dalam menjaga keuangan negara melalui pengawasan dan pendampingan, tanpa mengganggu proses penegakan hukum yang berjalan.

Di sisi lain, Juda juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia di sektor keuangan negara. Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur menjadi faktor krusial dalam menghadapi kompleksitas kebijakan ekonomi modern.
Melalui pelatihan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi, ia berharap jajaran Kementerian Keuangan mampu bekerja lebih adaptif, profesional, serta berorientasi pada hasil, sehingga setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Proses hukum tentu saja harus didorong, walaupun ada pendampingan dari Kementerian Keuangan,” pungkasnya.

Sebagai Wamenkeu, Juda juga berkomitmen untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Ia menilai stabilitas kebijakan, kepastian regulasi, serta konsistensi reformasi struktural menjadi faktor utama dalam menarik investasi jangka panjang.
Dengan dukungan iklim usaha yang kondusif, pemerintah optimistis mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di kawasan regional maupun global.
Diketahui, Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Ia sebelumnya menjabat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022.
(/rel)



