Prajurit TNI & Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur di Rumah hingga Sekolah

Aceh, KalibrasiNews.com – Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di provinsi Aceh terus dikebut. Pemulihan ini dilakukan mulai dari pembersihan sekolah, kantor desa, hingga rumah-rumah warga. Pembersihan dilakukan dengan gotong royong antara personel TNI dan warga.

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya mempercepat proses pembersihan, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Warga merasa lebih didukung secara langsung oleh aparat negara, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak pascabencana.

Siaran Pers dari Badan Komunikasi Pemerimtahan RI atau Bakom RI menyebutksn hingga Senin (26/1/2026), di Kabupaten Bireuen, puluhan personel TNI melaksanakan pembersihan di SMK Negeri 1 Peusangan yang berlokasi di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan.

Dengan menggunakan cangkul, sekop, dan sepatu boot, personel TNI bekerja bersama membersihkan halaman dan ruang sekolah. Meski sebagian area telah dibersihkan, tumpukan lumpur masih terlihat di beberapa sudut sekolah, menunjukkan dampak banjir yang cukup parah.

Masih di Kecamatan Peusangan, TNI juga membantu membersihkan rumah warga milik Ibu Safiah. Lumpur yang mengendap di lantai dan perabot rumah tangga dibersihkan secara manual agar rumah dapat kembali ditempati dengan layak.

Warga yang rumahnya dibersihkan terlihat lega dan bahagia. Selain membersihkan rumah, warga juga menata kembali perabot dan peralatan yang sempat tertimbun lumpur.

Beberapa keluarga bergotong royong membuat jadwal bergiliran agar semua rumah dapat dibersihkan secara merata, sambil menjaga kesehatan dan keselamatan setiap orang yang terlibat.

Aktivitas sehari-hari, seperti menyiapkan makanan dan membersihkan halaman, bisa dilakukan kembali. Anak-anak pun bisa melanjutkan belajar di rumah masing-masing tanpa khawatir terhadap sisa-sisa lumpur yang mengganggu.

Warga setempat menyampaikan rasa terima kasih kepada personel TNI karena selain membersihkan lumpur, kehadiran mereka juga memberikan rasa aman dan motivasi. Anak-anak yang sebelumnya harus menunda aktivitas sekolah karena banjir, kini bisa kembali bersekolah dengan tenang.

Kehadiran sukarelawan dari komunitas lokal juga membantu mempercepat pemulihan. Mereka menyiapkan makanan dan minuman untuk warga dan tenaga yang bekerja, sehingga kegiatan gotong royong dapat berlangsung lebih lancar dan efisien.

Kegiatan serupa dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Di SD Negeri Raja, Desa Raja, Kecamatan Bendahara, personel TNI dan warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang menumpuk di halaman dan ruang kelas sekolah.

Pembersihan juga dilakukan di Gudang Kantor Datok Penghulu, Desa Seuneubok. Lumpur yang telah mengering masih terlihat di sebagian area kantor dan dibersihkan secara bertahap.

Di SMAN 1 Bendahara, Desa Seuneubok, lumpur masih menumpuk di bagian depan sekolah sehingga mengganggu akses masuk. Banyaknya material lumpur membuat proses pembersihan dibantu dengan penggunaan alat berat agar jalur menuju sekolah kembali terbuka.

Sementara itu, di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, personel TNI bersama warga membersihkan rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur kering. Di beberapa ruangan, lantai rumah yang berwarna putih mulai terlihat setelah dibersihkan. Namun, di ruangan lainnya, lumpur masih menggunung hingga setengah tinggi ruangan. Dengan cangkul dan sekop, mereka tetap bekerja penuh semangat.

Pembersihan juga dilakukan di ruko-ruko di Jalan Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Etalase dan lantai toko masih tertutup lumpur, namun TNI bahu membahu membersihkannya.

Sejumlah warga tampak mulai beraktivitas di sekitar lokasi meski kondisi belum sepenuhnya pulih.

Pihak desa dan komunitas lokal terus memantau situasi, memastikan bantuan logistik tersedia bagi warga yang membutuhkan.

Dengan dukungan warga dan koordinasi yang baik, diharapkan proses pemulihan wilayah terdampak banjir dapat berlangsung lebih cepat, sehingga kehidupan masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.

Seluruh pihak berharap, melalui kerja sama yang solid antara warga, aparat, dan komunitas, lingkungan dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu ke depan.

Anak-anak dapat bermain di halaman rumah dengan aman, kegiatan belajar kembali normal, dan roda ekonomi lokal perlahan berputar seperti sedia kala.

Semangat gotong royong ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga. Tidak hanya membersihkan lumpur, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

Dengan kerja sama yang terus terjaga, masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat lebih cepat pulih, dan kehidupan sehari-hari bisa kembali normal secara menyeluruh.(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini