JAKARTA, KalibrasiNews.com – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengundang siswa Sekolah Garuda untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Singapura.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antar masyarakat (people-to-people) kedua negara.
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi bahwa inisiatif tersebut disampaikan Wong dalam pernyataan pers bersama usai menggelar Leaders’ Retreat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (6/7/2026).
Wong mengatakan program pertukaran pelajar Sekolah Garuda merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempererat persahabatan dan memperkuat saling pengertian di antara masyarakat kedua negara.
“Kami akan mendukung pertukaran pelajar dengan siswa Sekolah Garuda sehingga generasi muda di kedua negara bisa saling mempelajari satu sama lain,” terang Wong.
Ia menambahkan bahwa program tersebut sejatinya telah berjalan.
Sebagai salah satu contohnya, sejumlah universitas di Singapura telah menerima kunjungan siswa SMA Taruna Nusantara dari Jawa Tengah pada April lalu.
Sebagai balasannya, mahasiswa dari Singapura dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan depan.
Kendati demikian, Wong mengatakan Singapura ingin memperluas program pertukaran pelajar dengan Sekolah Garuda agar generasi muda kedua negara dapat saling belajar dan membangun pemahaman sejak dini.
Menurutnya, penguatan hubungan antargenerasi muda menjadi fondasi penting dalam menjaga kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di masa depan.
“Program-program seperti ini membangun persahabatan dan saling pengertian di antara masyarakat kedua negara,” ungkap Wong.
Kerja sama pendidikan seperti ini dinilai membuka peluang yang lebih luas bagi siswa Sekolah Garuda untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional.
Melalui program pertukaran pelajar, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan budaya, kebiasaan, dan sistem pendidikan negara tujuan.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih mandiri, adaptif, dan terbuka terhadap keberagaman.
Di sisi lain, siswa dari Singapura juga dapat mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, serta kekayaan Indonesia melalui kunjungan serupa.
Hubungan yang terjalin sejak usia muda diyakini akan menjadi modal penting dalam memperkuat persahabatan kedua negara di masa mendatang.
Karena itu, pengembangan program pendidikan lintas negara terus mendapat perhatian dari kedua pemerintah.
Wong mengatakan bahwa pertukaran pelajar merupakan salah satu agenda penting dalam kerja sama people-to-people antara Indonesia dan Singapura yang dibahas dalam Leaders’ Retreat kedua pemimpin.
Selain menyinggung kerja sama di bidang pendidikan, Wong juga menyambut baik peningkatan konektivitas antara Indonesia dan Singapura, yang tercermin dari dibukanya rute penerbangan langsung Singapura–Pontianak yang mulai beroperasi pekan lalu.
“Kami berharap dapat memiliki lebih banyak penerbangan ke berbagai daerah di Indonesia sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan Indonesia, mendukung sektor pariwisata, dan mendorong lebih banyak interaksi antarmasyarakat kedua negara,” jelasnya.
Penguatan hubungan melalui sektor pendidikan dinilai memiliki dampak jangka panjang yang tidak kalah penting dibandingkan kerja sama ekonomi maupun investasi.
Kehadiran program pertukaran bagi Sekolah Garuda diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi baru antara lembaga pendidikan Indonesia dan Singapura.
Kesempatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta memperkaya wawasan global para peserta didik.
Semakin banyak interaksi yang terbangun, semakin besar pula peluang terciptanya inovasi dan kerja sama pada masa depan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa hubungan bilateral kedua negara tidak hanya berfokus pada pemerintahan, tetapi juga menyentuh generasi muda sebagai penerus bangsa.
Dengan demikian, manfaat kerja sama dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ke depan, program pertukaran pelajar Sekolah Garuda diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah, perguruan tinggi, serta institusi pendidikan dari kedua negara.
Konsistensi pelaksanaan program akan memberikan kesempatan yang semakin besar bagi generasi muda untuk memperluas pengalaman internasasional sejak dini.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kerja sama tersebut juga berpotensi mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan, budaya, dan pertukaran gagasan.
Dukungan dari pemerintah, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program ini terus berkembang.
Dengan fondasi yang semakin kuat, hubungan Indonesia dan Singapura diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.
Kolaborasi pendidikan seperti ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun persahabatan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
(/rel)



