Pelantikan Pengurus PWI & IKWI Sumbar di Tengah Era Dominasi Platform Digital

Padang, KalibrasiNews.com – Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat menjadi momentum penting penguatan peran pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era dominasi platform global, PWI Sumbar ditegaskan sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas jurnalistik, integritas profesi, serta kepercayaan publik terhadap media arus utama.

Agenda pelantikan PWI & IKWI Sumbar periode 2024–2029 ini tidak sekadar seremoni organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama tentang tantangan industri media saat ini.

Perubahan pola konsumsi berita, pergeseran belanja iklan, hingga maraknya informasi tanpa verifikasi membuat peran PWI semakin strategis dalam memastikan ekosistem pers tetap sehat, profesional, dan berpihak pada kebenaran.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat atau Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi berpendapat penyajian informasi publik, kebenaran seharusnya lebih diutamakan dibandingkan kecepatan.

Karenanya, Ia menegaskan pentingnya peran pers yang berintegritas dan profesional dalam menjaga kualitas informasi publik.

“Era keterbukaan informasi yang nyaris tanpa filter, akurasi kerap terabaikan. Padahal dalam penyajian informasi publik, kebenaran seharusnya lebih diutamakan dibandingkan kecepatan, ” ujar Arry Yuswandi saat pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia atau PWI & IKWI Sumbar (Sumatera Barat) Periode 2024–2029 di Auditorium Gubernuran, Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang, Selasa (3/2/2026).

(Foto: Humas PWI Sumbar)

Sejauh ini profesi wartawan menghadapi tantangan yang komplek yakni dinamika informasi bergerak sangat cepat serta hitungan detik.

“Maka idealisme, integritas, dan dedikasi harus tetap menjadi acuan utama insan pers agar informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Arry Yuswandi.

Ia menilai kemajuan teknologi digital telah mengubah wajah jurnalistik secara fundamental. Media cetak, penyiaran, dan daring kini berada dalam satu ekosistem digital yang saling beririsan.

Sisi lain beradaan wartawan tidak cukup hanya melek teknologi, melainkan harus matang secara etik dan profesional dalam pemanfaatannya.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kiprah PWI Sumbar yang selama ini menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan, menjaga keseimbangan informasi, serta mencerdaskan masyarakat.

Pemprov Sumbar memandang pers sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sebagai lawan maupun alat propaganda. Kritik yang objektif dan berbasis data justru dinilai sebagai vitamin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pers di Sumatera Barat harus mampu menjadi penjaga nalar publik, menyuarakan kebenaran dengan santun, kritis tanpa mencederai persatuan, serta tegas tanpa kehilangan kearifan, sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tambahnya.

(Foto: Humas PWI Sumbar)

Dominasi Platform Digital

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir menegaskan Persatuan Wartawan Indonesia merupakan simbol maju atau tidaknya pers nasional. Ia menyebut tantangan pers saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa sebelumnya.

Utamanya, akibat dampak dari dominasi platform digital global dan pergeseran belanja iklan ke media sosial serta mesin pencari seperti Google.

“Perubahan zaman tidak bisa dilawan, tetapi harus dihadapi dengan adaptasi. Jika pers tidak mampu menyesuaikan diri, maka eksistensinya akan semakin tergerus,” tegas Ahmad Munir.

Ia juga menekankan keunggulan wartawan yang tidak dimiliki oleh kecerdasan buatan, yakni kemampuan menghasilkan karya jurnalistik berbasis pengamatan langsung, empati, dan hati nurani.

Kedepannya imbuh Akhmad Munir sejatinya PWI Sumbar menjadi pelopor pers yang merdeka, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Ketua PWI Sumbar, Widya Navies menyampaikan komitmennya untuk menjadikan ini sebagai organisasi profesi yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Sejak terpilih melalui Konferensi Daerah pada 22 Mei 2024 lalu, pihaknya aktif mendukung program PWI Pusat dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), rapat koordinasi PWI kabupaten/kota, partisipasi dalam Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), serta pengawalan informasi kebencanaan saat sejumlah wilayah di Sumbar dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November Tahun 2025 lalu.

“Kami berkomitmen mendukung seluruh program PWI Pusat. Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimistis PWI Sumbar ke depan akan semakin solid dan berkontribusi lebih besar bagi daerah,” ujarnya.

Melalui momentum pelantikan ini, diharapkan semakin kokoh sebagai rumah besar wartawan sekaligus motor penggerak profesionalisme pers di daerah.

Di tengah dominasi platform digital, PWI dituntut terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai dasar jurnalistik, menghadirkan informasi yang akurat, mencerahkan, serta berpihak pada kepentingan publik demi terwujudnya masyarakat Sumatera Barat yang cerdas dan berdaya.(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini