PADANG, Kalibrasinews.com – Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026 serta seluruh program strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar demi mendorong peningkatan prestasi atlet di tingkat nasional hingga internasional.
press release Humas KONI Sumbar menyebutkan bahwa penegasan itu disampaikan Kapolda saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus KONI Sumbar di Mapolda Sumbar, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara aparat keamanan dan pemangku kepentingan olahraga daerah.
Dukungan dari institusi seperti kepolisian dinilai krusial dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan event olahraga berskala besar seperti Porprov.
Sebelumnya, rombongan dipimpin Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, didampingi Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, serta sejumlah pengurus lainnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, membahas berbagai agenda strategis pembinaan olahraga di Sumbar.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar daerah, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Melalui event ini, potensi atlet lokal dapat teridentifikasi sejak dini untuk kemudian dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi seperti Porwil, PON, hingga level internasional.
“Porprov ini harga mati dan tidak boleh ditunda lagi. Sudah delapan tahun tidak terlaksana, sehingga berdampak pada pembinaan dan prestasi atlet di daerah,” tegas Hamdanus.
Hamdanus juga mengapresiasi dukungan Polda Sumbar yang telah membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk bergabung menjadi anggota Polri melalui jalur bintara maupun perwira karier.
Selain itu, KONI Sumbar saat ini tengah menjalankan program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) bagi atlet dan pelatih berprestasi, sekaligus memberikan uang pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan prestasi.
Program pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas atlet.
Tidak hanya fokus pada kemampuan teknik, pembinaan juga mencakup aspek fisik, mental, serta manajemen pertandingan agar atlet mampu tampil konsisten di berbagai level kompetisi.
“Kami juga mempersiapkan atlet menghadapi Porwil dan kejurnas sebagai bagian dari target besar menuju PON 2028 di NTB-NTT, dengan sasaran 20 medali emas dan masuk 10 besar nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan sistem, termasuk digitalisasi data atlet dan pengelolaan keuangan organisasi.
“KONI Sumbar sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi atlet dan keuangan. Kami juga memberikan uang pembinaan kepada atlet binaan serta menjajaki kerja sama dengan Polda Sumbar untuk mendukung program pembinaan,” kata Dipo.
Kapolda Sumbar, Irjen. Pol. Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026 sebagai ajang penting dalam menghidupkan kembali pembinaan olahraga di daerah.
“Kami dari Polda Sumbar siap mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026. Ini momentum penting untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga daerah setelah cukup lama tidak terlaksana,” tegas Kapolda.
Ia juga memastikan dukungan tersebut tidak hanya pada Porprov, tetapi juga mencakup seluruh program strategis KONI dalam pembinaan atlet.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung seluruh program strategis KONI Sumbar, baik pembinaan atlet, pelaksanaan kejuaraan, maupun upaya peningkatan prestasi ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Kapolda mengaku terkejut mengetahui besaran anggaran KONI Sumbar yang hanya sekitar Rp5 miliar per tahun dari APBD.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan olahraga daerah.
Dengan target prestasi yang tinggi, dukungan finansial yang minim berpotensi menghambat optimalisasi pembinaan atlet, mulai dari fasilitas latihan hingga partisipasi dalam kejuaraan.
“Dengan anggaran sebesar itu, tentu cukup berat untuk mencapai target besar seperti 20 emas di PON. Karena itu, KONI perlu mencari sumber pendanaan alternatif dengan melibatkan pihak ketiga,” ungkapnya.
Kapolda menyarankan agar KONI menggandeng berbagai pihak, termasuk Danantara, perusahaan swasta, hingga para pengusaha, guna memperkuat dukungan finansial terhadap pembinaan atlet.
Kolaborasi dengan sektor swasta dan BUMN menjadi solusi strategis untuk menutup keterbatasan anggaran.
Selain membantu dari sisi pendanaan, keterlibatan pihak ketiga juga dapat membuka peluang kerja sama jangka panjang dalam pengembangan olahraga yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Libatkan berbagai pihak, baik BUMN maupun pengusaha. Dengan kolaborasi, target prestasi akan lebih realistis untuk dicapai,” katanya.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap atlet berprestasi agar tidak berpindah ke daerah lain.
Perhatian terhadap kesejahteraan atlet menjadi faktor penting dalam menjaga loyalitas dan motivasi mereka.
Tanpa dukungan yang memadai, potensi atlet berbakat berisiko pindah ke daerah lain yang menawarkan fasilitas dan insentif lebih baik, sehingga merugikan daerah asal.
“Banyak potensi atlet hebat di Sumbar. Harus dijaga dan diperhatikan kesejahteraannya, jangan sampai mereka pindah ke daerah lain,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolda juga membuka peluang bagi cabang olahraga untuk menggelar kejuaraan dengan tajuk “Kapolda Cup”.
“Silakan cabor-cabor jika ingin menggelar iven, bisa menggunakan nama Kapolda Cup. Kami siap mendukung,” tutupnya.
Dengan adanya dukungan lintas sektor yang semakin kuat, Sumatera Barat diharapkan mampu membangun ekosistem olahraga yang lebih solid dan kompetitif.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi serta mengangkat nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
(/rel)



