Jembatan Perintis Garuda Resmi Jadi Akses Utama Gantikan Jembatan Bambu yang Telah Rapuh

SERANG, Kalibrasinews.com – Jembatan Perintis Garuda yang dibangun melalui program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon memberikan dampak positif bagi warga Desa Siri Pagebangan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menyebutkan bahwa jembatan permanen yang dibangun bersama masyarakat tersebut kini menjadi akses utama yang mempermudah mobilitas warga, mempercepat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan keselamatan masyarakat saat beraktivitas sehari-hari.

Sebelum Jembatan Perintis Garuda dibangun, warga harus menyeberangi jembatan bambu yang kondisinya rapuh dan berisiko, terutama saat musim hujan.

(Foto: Bakom RI)
Warga yang melintasi Jembatan Perintis Garuda

Anak-anak yang berangkat sekolah hingga warga yang bekerja dan berdagang harus melintasi jembatan tersebut dengan sangat hati-hati.

Ajat, seorang warga Desa Siri Pagebangan, mengaku kehadiran Jembatan Perintis Garuda memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

Menurutnya, akses yang sebelumnya sulit kini menjadi jauh lebih mudah dan aman.

“Dengan adanya jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat. Untuk akses pertanian, perkebunan, perikanan, semuanya jadi lebih mudah. Anak-anak berangkat sekolah juga lebih aman. Alhamdulillah sekarang sudah sangat terbantu,” ujarnya.

Ajat menjelaskan, sebelumnya kendaraan tidak dapat melintasi jembatan bambu yang menjadi satu-satunya penghubung antar wilayah.

Bahkan, sepeda pun harus diangkat saat menyeberang.

Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Saat musim hujan, risiko yang dihadapi masyarakat semakin besar.

Jembatan menjadi licin dan membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus didampingi orang tua saat menyeberang.

“Dulu kalau hujan licin sekali. Anak-anak harus dipegang orang tuanya saat menyeberang. Pernah juga ada warga yang terpeleset dan jatuh,” katanya.

(Foto: Bakom RI)
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda juga membawa dampak positif bagi aktivitas perekonomian masyarakat.

Tidak hanya mempermudah mobilitas warga, kehadiran Jembatan Perintis Garuda juga membawa dampak positif bagi aktivitas perekonomian masyarakat.

Jika sebelumnya warga harus memutar hingga sekitar 30 menit untuk mencapai tujuan, kini perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 10 menit.

Menurut Ajat, para pedagang yang sebelumnya kesulitan masuk ke wilayah tersebut kini sudah mulai berdatangan karena akses yang lebih mudah.

Hal ini turut membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

Dengan akses yang semakin lancar, hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan masyarakat juga memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan ke wilayah lain.

Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara bertahap dan berkelanjutan.

“Sekarang lebih cepat dan mudah. Pedagang sayur, ikan, dan berbagai kebutuhan lainnya sudah bisa masuk ke kampung. Warga juga lebih mudah kalau mau ke pasar atau berjualan,” ungkapnya.

(Foto: Bakom RI)
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri berlangsung sekitar dua bulan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang bergotong royong bersama personel TNI.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri berlangsung sekitar dua bulan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang bergotong royong bersama personel TNI.

Antusiasme warga terlihat sejak awal proses pembangunan hingga jembatan tersebut selesai dan dapat digunakan.

Ajat mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali mendengar kabar bahwa jembatan di desanya akan dibangun secara permanen.

Pasalnya, masyarakat telah lama berharap adanya perbaikan akses, namun belum pernah terwujud.

“Rasanya seperti mimpi. Kami sudah lama berharap ada perbaikan jembatan. Tiba-tiba ada anggota TNI datang dan proses pembangunan dimulai sampai akhirnya jadi seperti sekarang,” tuturnya.

Atas nama masyarakat Desa Siri Pagebangan, Ajat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga program seperti ini juga bisa dirasakan oleh daerah-daerah lain yang masih membutuhkan akses jembatan dan infrastruktur yang layak,” katanya.

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat dapat menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selain memperkuat konektivitas antar wilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Siri Pagebangan dan sekitarnya.

Keberhasilan pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kehadiran akses yang aman, cepat, dan permanen tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka peluang kemajuan yang lebih luas bagi Desa Siri Pagebangan dan wilayah sekitarnya.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini