PARIS, Kalibrasinews.com – Langkah diplomasi Indonesia terus diperluas melalui rangkaian kunjungan strategis ke sejumlah negara Eropa guna memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika global.
Setelah merampungkan agenda kunjungan kerja di Moskow, Rusia, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Paris, Prancis.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat atau Selasa (14/4/2026) pukul 04.50 WIB.
Orang nomor satu Indonesia itu bertolak ke satu negara Eropa itu setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Langkah ini mencerminkan strategi Indonesia dalam memperluas jangkauan diplomasi ke berbagai kekuatan global secara seimbang.
Dengan menjalin komunikasi intensif dengan Rusia dan Prancis dalam satu rangkaian kunjungan, Indonesia menunjukkan pendekatan aktif dalam membangun kemitraan lintas kawasan, sekaligus memperkuat posisi sebagai negara yang independen dalam menentukan arah kebijakan luar negeri.
Dari Moskow, Prabowo langsung bertolak menuju Paris dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, sebagai bagian dari rangkaian Diplomasi Indonesia yang terus diperkuat untuk membuka peluang kerja sama baru di kawasan Eropa.
Selama berada di Paris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, yang menjadi bagian penting dari Diplomasi Indonesia dalam memperdalam kemitraan strategis kedua negara.
Pertemuan tersebut akan membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas, sekaligus memperkuat arah Diplomasi Indonesia yang berfokus pada kolaborasi konkret di bidang ekonomi, pertahanan, dan pembangunan berkelanjutan.
Prancis sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa memiliki peran penting dalam berbagai isu global, termasuk pertahanan, energi, dan perubahan iklim.
Oleh karena itu, pertemuan ini tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga strategis dalam memperluas pengaruh Indonesia di kawasan Eropa serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di tingkat multilateral.
Indonesia dan Prancis selama ini telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang, antara lain pertahanan, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan; energi dan transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan; serta infrastruktur dan transportasi.
Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan riset, ekonomi kreatif, serta penanganan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Prancis selama ini menjadi salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Eropa, terutama dalam mendorong peningkatan investasi, perdagangan, dan transfer teknologi.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia.
Selain memperkuat hubungan dengan Prancis, Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga hubungan strategis dengan Rusia sebagai bagian dari keseimbangan diplomasi global.
Kedua hubungan ini menunjukkan upaya Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling melengkapi di berbagai kawasan.
Hubungan Indonesia-Rusia Produktif
Sampai sejauh ini imbuh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pembicaraan dan perkembangan kerja sama antara Indonesia dan Rusia menunjukkan hasil yang sangat produktif.
Bahkan, kerja sama yang terjadi memiliki kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang.
Hal tersebut disampaikan Prabowo di hadapan Putin dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin negara di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026) waktu setempat.
Prabowo mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir ia telah bertemu dengan banyak delegasi serta perwakilan pemerintah dan perusahaan Rusia, baik di Jakarta maupun di Moskow.
“Saya baru saja bertemu beberapa pejabat dari Rusia dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa hampir seluruh bidang kerja sama yang telah disepakati sebelumnya antara Indonesia dan Rusia kini menunjukkan perkembangan yang amat signifikan.
“Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan pesat,” lanjutnya.
Perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan antara kedua negara dalam menjajaki kerja sama jangka panjang.
Sejumlah sektor seperti energi, industri, dan pertahanan menjadi fokus utama yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipercepat dan akan mendapat perhatian langsung dari dirinya.
“Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” kata Prabowo.
Presiden Putin menyatakan Rusia sangat terbuka menjalin kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia.
Ia mengaku sangat senang dengan pertemuan bilateral dengan Prabowo. Bagi dia, pertemuan bilateral ini terjalin dengan sangat berbobot.
“Beberapa waktu lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis. Saya sangat senang kita melaksanakan langkah-langkah yang memberi makna dan isi yang cukup besar untuk hubungan kedua negara,” kata Putin mengawali pertemuan.
Secara keseluruhan, rangkaian kunjungan ini menegaskan arah diplomasi Indonesia yang semakin aktif dan adaptif dalam menghadapi dinamika global.
Dengan memperkuat hubungan di berbagai kawasan, Indonesia tidak hanya memperluas peluang kerja sama, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis yang diperhitungkan di tingkat internasional.
(/rel)



