Pada Selasa (14/4/2026), Bank Nagari menggelar seremoni pelepasan jemaah calon haji tahun 1447 H / 2026 M yang berlangsung khidmat di Kota Padang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Keuangan Bank Nagari Bapak Roni Edrian, Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ir. Edi Dharma S. M.Si, Staf Ahli Walikota Padang, serta jajaran pejabat dari Kanwil Kementerian Agama dan Kementerian Haji & Umrah Provinsi Sumatera Barat.
Rilis dari Humas Bank Nagari mengulas tentang dominasi pasar dan kepercayaan masyarakat.
Dalam laporannya, manajemen Bank Nagari mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat Sumatera Barat untuk mendaftar haji melalui bank daerah ini tetap tinggi.
Tercatat pada tahun 2025, Bank Nagari berhasil menguasai pangsa pasar (market share) porsi haji sebesar 54,41%, dengan total 4.598 jemaah dari total 8.451 pendaftar di Sumatera Barat.
Tren positif ini berlanjut pada periode Januari hingga Maret 2026, di mana mereka telah mencatatkan 882 pendaftar baru atau setara dengan 46,87% dari total porsi haji di Sumatera Barat pada triwulan pertama.
Adapun untuk keberangkatan tahun 2026 ini, sebanyak 1.119 jemaah telah resmi melakukan pelunasan melalui Bank Nagari.
Selain mencatatkan jumlah jemaah yang cukup besar, mereka juga terus melakukan penguatan layanan berbasis kebutuhan nasabah.
Inovasi layanan menjadi salah satu fokus utama, mulai dari kemudahan pembukaan tabungan haji, integrasi sistem dengan Kementerian Agama, hingga penyediaan layanan informasi yang lebih responsif.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi, calon jemaah dapat memantau proses pendaftaran dan pelunasan secara lebih transparan dan efisien, sehingga meminimalkan kendala administratif yang kerap terjadi dalam proses persiapan ibadah haji.
Layanan Luas Hingga ke Perantauan
Ekspansi layanan hingga ke wilayah perantauan menjadi langkah strategis dalam menjangkau masyarakat Minangkabau yang berada di luar Sumatera Barat.
Hal ini penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat Minang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
Dengan kehadiran layanan di daerah perantauan, Bank Nagari tidak hanya memperluas jangkauan bisnis, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dengan nasabah yang tetap ingin menggunakan layanan dari kampung halaman mereka.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga loyalitas nasabah sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di sektor perbankan daerah.
Direksi Bank Nagari menegaskan bahwa kegiatan pelepasan ini tidak hanya berpusat di Kota Padang.
Guna menjangkau seluruh nasabah, kegiatan serupa dilaksanakan serentak di 19 daerah, yang mencakup 18 daerah di Sumatera Barat dan satu titik di Kota Pekanbaru, Riau.
“Bank Nagari hadir secara luas dan merata melalui 34 kantor cabang. Kami ingin memastikan hadir di setiap langkah perjalanan ibadah masyarakat, tidak hanya di Sumbar, tetapi juga bagi warga Minang di perantauan seperti Pekanbaru, Jakarta, dan Bandung,” ujar perwakilan manajemen Bank Nagari dalam sambutannya.
Apresiasi Khusus Bagi Jemaah
Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas nasabah, Bank Nagari memberikan fasilitas tambahan di luar kelengkapan standar dari pemerintah.
Pemberian fasilitas tambahan kepada jemaah juga menjadi bentuk diferensiasi layanan yang ditawarkan Bank Nagari dibandingkan lembaga keuangan lainnya.
Tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan administratif, mereka berupaya memberikan nilai lebih yang dapat dirasakan langsung oleh jemaah selama menjalankan ibadah.
Fasilitas seperti jaket batik dan tas serut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki fungsi praktis yang mendukung kenyamanan jemaah, khususnya saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci yang membutuhkan kesiapan fisik dan perlengkapan yang memadai.
Selain kain batik, ihram, dan mukena yang menjadi perlengkapan wajib pelunasan, Bank Nagari juga memberikan suvenir eksklusif berupa jaket batik serta tas serut atau kantong batu yang dirancang untuk memudahkan jemaah saat menjalani prosesi mabit di Muzdalifah.
Lebih jauh, keberhasilan Bank dalam mempertahankan pangsa pasar haji juga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Konsistensi dalam menjaga kualitas pelayanan, transparansi biaya, serta kemudahan akses menjadi faktor utama yang membuat masyarakat tetap memilih Bank Nagari.
Di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan syariah, kepercayaan ini menjadi aset penting yang harus terus dijaga melalui peningkatan kualitas layanan dan inovasi berkelanjutan.
Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ir. Edi Dharma S. M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran strategis mereka.
Ia berharap sinergi antara perbankan syariah dan pemerintah dapat terus ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah dari Ranah Minang.
Acara ditutup dengan tausiyah singkat oleh Ustadz Dr. H. Urwatul Wusqa, Lc, MA, dan doa bersama untuk keselamatan para jemaah agar meraih predikat haji yang mabrur.
Dengan capaian tersebut, Bank Nagari diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan ibadah masyarakat.
Ke depan, peningkatan kualitas layanan, perluasan jangkauan, serta sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait menjadi kunci dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan bahwa setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.
(/rel)



