LONDON, KalibrasiNews.com — Arsenal kembali menunjukkan dominasinya di FA Cup 2025/26 dengan kemenangan meyakinkan 4‑0 atas Wigan Athletic dalam laga putaran keempat yang berlangsung dini hari tadi di Emirates Stadium, London.
Meski sempat melakukan rotasi skuad, Arsenal tetap tampil tajam di depan gawang dan mampu mengatasi perlawanan tim dari League One ini dengan skor telak.
Kemenangan ini memastikan langkah Arsenal ke putaran kelima FA Cup, mempertegas ambisi mereka untuk terus mempertahankan tradisi kuat di kompetisi piala tertua di Inggris.
Arsenal menunjukkan permainan ofensif yang efektif, terutama di babak pertama ketika semua gol tercipta hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.
Wigan yang datang sebagai kuda hitam sempat mencoba bertahan sejak awal, namun perbedaan kualitas skuad dan efektivitas penyelesaian akhir Arsenal akhirnya menjadi pembeda utama di pertandingan ini.

Noni Madueke
Madueke Buka Skor, Lini Serang Arsenal Langsung Tancap Gas
Arsenal membuka skor lebih dahulu pada menit 11’ ketika Noni Madueke memanfaatkan umpan matang dari Eberechi Eze sebelum menaklukkan kiper Wigan Athletic dengan sepakan kaki kanan dari tepi kotak penalti. Gol cepat ini membuat tuan rumah langsung mengambil kendali permainan.
Hanya tujuh menit berselang, The Gunners menggandakan keunggulan. Gabriel Martinelli mencetak gol kedua pada menit 18’ setelah menerima assist dari Eze yang lagi‑lagi tampil sebagai kreator serangan di lini tengah.
Tendangan Martinelli dari dalam kotak penalti membuat skor berubah menjadi 2‑0, memaksa Wigan kian tertekan.
The Gunners terus menekan pertahanan Wigan setelah gol pembuka, memanfaatkan kecepatan sayap dan pergerakan dinamis para gelandang kreatif.
Eberechi Eze tampil impresif dengan beberapa umpan terobosan yang hampir menghasilkan gol tambahan, sementara Noni Madueke bergerak lincah di sisi kiri untuk membuka ruang.
Tekanan konsisten ini membuat Wigan beberapa kali harus melakukan pelanggaran di dekat kotak penalti, sehingga The Gunners mendapat beberapa peluang tendangan bebas yang berpotensi menambah keunggulan.
Kesabaran dan koordinasi lini depan The Gunners semakin terlihat matang, menunjukkan bahwa meski ada rotasi skuad, efektivitas serangan tetap terjaga dan sulit dihentikan oleh tim kasta lebih rendah.

Gabriel Jesus
Own Goal dan Jesus Lengkapi Pesta Gol
Turnamen benar‑benar berpihak kepada Arsenal ketika pada menit 23’ terjadi own goal Jack Hunt. Umpan silang dari sisi kanan tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh bek Wigan dan berbuah gol ketiga bagi tim tuan rumah, memperlebar skor menjadi 3‑0.
Selain gol-gol cepat, The Gunners juga menampilkan permainan kolektif yang rapi di lini tengah dan pertahanan, sehingga setiap serangan Wigan mudah dipatahkan sebelum berkembang.
Kombinasi pergerakan sayap, umpan-umpan pendek yang cepat, dan tekanan tinggi membuat tim tamu kesulitan membangun serangan balik.
Hal ini juga memaksa beberapa pemain Wigan melakukan clearance terburu-buru, yang pada akhirnya membuka celah bagi Jack Hunt melakukan own goal pada menit 23’.
Kejadian ini seolah menegaskan dominasi penuh The Gunners dan memberikan momentum tambahan bagi Gabriel Jesus dan rekan-rekannya untuk terus menekan.
Empat gol pun tercipta sebelum laga genap 30 menit berjalan. Pada menit 27’, Gabriel Jesus memastikan kemenangan The Gunners dengan gol keempatnya setelah meneruskan umpan tarik dari rekan setimnya. Skor 4‑0 bertahan hingga turun minum dan menjadi hasil akhir pertandingan.

Gabriel Martinelli
Statistik Menunjukkan Dominasi dan Efisiensi
Secara statistik pertandingan, Arsenal jelas mendominasi penguasaan bola dan mencatat jumlah tembakan yang jauh lebih banyak ketimbang Wigan Athletic.
Dominasi tuan rumah terlihat dari kecepatan serangan serta pergerakan kreatif pemain di lini depan yang terus memberi tekanan kepada pertahanan lawan.
Wigan meskipun memulai pertandingan dengan disiplin bertahan, kesulitan menjaga ritme dan menemukan solusi untuk meredam serangan cepat The Gunners.
Kesempatan terbaik hampir datang melalui beberapa situasi bola mati, namun tidak ada yang berbuah gol bagi tim tamu.
Melihat statistik, dominasi The Gunners terlihat jelas melalui jumlah tembakan, penguasaan bola, dan peluang yang tercipta.
Wigan meskipun berusaha menahan serangan, beberapa kali harus menghadapi tekanan di kotak penalti sendiri dan tidak mampu mengembangkan permainan.
The Gunners memanfaatkan setiap ruang yang muncul, memadukan kreativitas gelandang dengan akselerasi sayap untuk menembus pertahanan lawan.
Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang membuat tim tamu terus-menerus berada di bawah tekanan, sementara efisiensi penyelesaian akhir yang ditunjukkan Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, dan Noni Madueke menegaskan kualitas The Gunners di semua lini.

Christian Nørgaard
Arsenal Lolos ke Putaran Kelima
Usai pertandingan, pelatih Mikel Arteta menyatakan bahwa performa tim sangat solid terutama di fase penyelesaian akhir. Ia juga menyoroti kontribusi pemain yang tampil efektif di laga ini meskipun ada beberapa perubahan susunan pemain sejak awal pertandingan.
Dengan hasil ini, Arsenal melaju nyaman ke putaran kelima FA Cup dan tetap dalam perburuan gelar di kompetisi piala ini. Penampilan meyakinkan di Emirates menjadi modal penting bagi tim yang tengah bersaing di berbagai ajang musim ini, termasuk Premier League dan Liga Champions.
(/net)



