PADANG, KalibrasiNews.com – Tim bola tangan Sumatera Barat (Sumbar) membawa pulang lima medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Hasil tersebut menjadi modal evaluasi bagi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumbar untuk mempersiapkan atlet menghadapi Kejurnas berikutnya, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tim ABTI Sumbar kembali ke Ranah Minang pada Selasa (27/10/2026).
Siaran pers Humas KONI Sumbar yang diterima redaksi Kalibrasinews.com pada Rabu (28/10/2026) menyebutkan, lima medali tersebut terdiri atas tiga medali dari tim putra dan dua dari tim putri.
Ketua ABTI Sumbar, Muhayattul, mengapresiasi pencapaian para atlet.
Menurutnya, hasil tersebut cukup baik di tengah padatnya agenda pertandingan yang harus dijalani tim dalam beberapa waktu terakhir.
Pelatih tim bola tangan Sumbar, Irfan Oktavianus, menjelaskan bahwa para atlet baru saja bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026 pada 2–14 Oktober.
Jeda persiapan yang singkat menjadi salah satu tantangan sebelum mereka tampil di Kejurnas.
Lima medali yang dibawa pulang Sumbar berasal dari sejumlah nomor pertandingan.
Rinciannya sebagai berikut:
- Tim putra: dua medali perak dan satu perunggu.
- Tim putri: satu medali perak dan satu perunggu.
- Penghargaan individu: Gilang meraih gelar best goalkeeper putra, Dilla dinobatkan sebagai best player putri, dan Irfan Oktavianus menjadi pemain terbaik nomor beach.
Untuk kategori putra, dua medali perak diraih melalui nomor 7×7 putra indoor dan 5×5 putra beach.
Satu medali perunggu lainnya diperoleh pada nomor 5×5 putra.
Sementara itu, tim putri membawa pulang medali perak dari nomor 5×5 putri serta perunggu dari nomor 7×7.
Evaluasi untuk Persiapan Menuju PON
Irfan menyebut para pemain belum memperoleh waktu persiapan yang cukup panjang.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah provinsi lain yang memiliki kesempatan lebih lama untuk mematangkan tim sebelum Kejurnas berlangsung.
“Artinya, para pemain tidak mendapatkan waktu persiapan yang matang. Kondisi ini jelas berbeda jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, yang mendapatkan waktu persiapan yang cukup panjang dalam mematang persiapan tim,” ujar Irfan.
Meski begitu, hasil yang diperoleh tetap diapresiasi. Tim pelatih diminta mengevaluasi performa atlet agar persiapan ke depan lebih terarah, terutama untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional dan PON.
“Kami telah meminta kepada tim pelatih, untuk melakukan evaluasi terhadap hasil ini. Sehingga bisa dipersiapkan tim yang lebih matang lagi dalam menghadapi berbagai iven nasional lainnya. Termasuk menghadapi PON nanti,” pintanya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Umum ABTI Sumbar, Septri, yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP).
Ia menilai Sumbar berpeluang meraih hasil lebih tinggi apabila atlet mendapat waktu persiapan yang lebih matang.
Septri juga mengingatkan para pemain agar tidak kehilangan semangat setelah Kejurnas.
Menurutnya, kesempatan bertanding di ajang nasional masih terbuka dan harus dimanfaatkan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Harapan kami, para pemain jangan berkecil hati, tetap bersemangat dalam menjalani latihan. Karena, masih banyak iven tingkat nasional lainnya yang akan kita hadapi ke depannya,” ungkap Wakil Ketua II KONI Sumbar tersebut, diamini Manager Tim, Seprinaldi.
Selain medali, tim Sumbar juga memperoleh pengakuan melalui penghargaan individu.
Gilang dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik putra, sedangkan Dilla meraih predikat pemain terbaik putri. Irfan Oktavianus turut mendapatkan gelar pemain terbaik pada nomor beach.
Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan bola tangan Sumbar.
Namun, hasil Kejurnas juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapan tim, baik dari sisi waktu latihan, kekompakan pemain, maupun strategi pertandingan.
Bagi tim, pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah juga dapat menjadi bahan untuk menilai kekuatan dan kekurangan permainan.
Evaluasi tersebut diharapkan membantu pelatih menentukan kebutuhan latihan berikutnya, sekaligus menjaga kondisi atlet setelah menjalani Porprov dan Kejurnas dalam rentang waktu yang berdekatan.
Dengan evaluasi dan program latihan yang lebih terencana, ABTI Sumbar berharap atlet dapat tampil lebih kompetitif pada agenda berikutnya.
Target menuju PON pun menjadi salah satu fokus jangka panjang yang perlu didukung persiapan konsisten, sehingga peluang meraih prestasi lebih tinggi dapat diperjuangkan.(rel)



