PADANG, Kalibrasinews.com – Sebanyak 10.070 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi secara serentak di berbagai daerah pada 15 Oktober 2026.
Kehadiran jaringan gerai ini difokuskan untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi solusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah perdesaan.
Melalui skema KDKMP, para pelaku usaha lokal dapat memasarkan produk unggulannya secara langsung tanpa harus melewati rantai distribusi perantara tambahan.
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi pada Sabtu (17/10/2026) disebutkan bahwa masyarakat dapat mengakses barang kebutuhan rumah tangga dan barang bersubsidi dengan harga yang sangat terjangkau melalui KDKMP.
Manfaat dari keberadaan gerai ini salah satunya dirasakan langsung oleh warga di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Manajer KDKMP Cipedak, Syahrul Alfian, menjelaskan bahwa gerainya menyediakan LPG 3 kilogram seharga Rp16.000 per tabung.
Selain itu, minyak goreng MinyaKita dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.
Kehadiran gerai KDKMP disambut antusias oleh warga sekitar karena memberikan selisih harga yang lumayan besar jika dibandingkan dengan warung eceran biasa.
“Jadi, masyarakat sangat terbantu. Masyarakat yang biasanya beli (LPG) di warung-warung Rp20.000 atau Rp21.000, tapi bisa akses di sini dengan Rp16.000,” jelas Syahrul ketika ditemui, Kamis (15/10).
Selain menjual komoditas bersubsidi yang dipasok oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, KDKMP Cipedak juga merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga sekitar.
Produk yang dijajakan meliputi komoditas pangan pokok hingga produk makanan olahan hasil karya masyarakat lokal setempat.
Pemasaran Digital dan Pemantauan HET Serentak di Berbagai Daerah

Mardiah (58), seorang ibu rumah tangga di wilayah Cipedak.
Guna mempermudah jangkauan layanan kepada pelanggan, manajemen KDKMP mulai menyiapkan terobosan pemasaran modern berbasis digital:
-
Inovasi Layanan Pesan Antar Digital: Manajemen KDKMP menyiapkan kanal komunikasi resmi melalui media sosial dan WhatsApp untuk melayani pemesanan serta layanan pesan antar pada jam-jam tertentu.
-
Jangkauan Operasional Gerai Serentak: Sebanyak 10.070 gerai beroperasi tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, hingga Sumatera Selatan.
-
Pengawasan Ketat Komoditas Bersubsidi: Pemerintah melakukan pemantauan serentak untuk memastikan harga beras SPHP Rp58.000 per 5 kg, MinyaKita Rp15.700 per liter, serta LPG 3 kg Rp16.000 per tabung dijual sesuai aturan HET.
Manajemen koperasi menyadari pentingnya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, yaitu kedekatan dengan masyarakat. Jadi, rencana nanti kita mau membuat channel resmi sendiri, memang bisa pemesanan melalui WhatsApp atau media. Jadi, bisa kita pesan antar di jam-jam tertentu,” tuturnya.
Dampak langsung penurunan harga ini dirasakan oleh Mardiah (58), seorang ibu rumah tangga di wilayah Cipedak.
Ia mengaku sangat terbantu karena uang belanja harian kini bisa disisihkan untuk ditabung.
“Beras sama gas juga. Itu gasnya murah banget, cuma Rp16.000. Benar-benar harga yang dikejar sama ibu-ibu. Kalau di dekat rumah bisa Rp20.000,” tuturnya.
Mardiah pun mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilainya berpihak pada rakyat kecil.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, sudah membentuk Koperasi KDKMP, jadi masyarakat bisa berbelanja lebih murah,” kata Mardiah.
Hal senada diungkapkan oleh Baron (49) yang sengaja datang membeli gas LPG 3 kg sesuai arahan istrinya.
“Hari ini saya beli gas. Istri saya yang nyuruh tadi, saya lagi ngopi. Tiba-tiba gasnya habis, kan. Katanya, ‘Ayah, Ayah beli di KDKMP saja. Di sana lebih murah. Terus bawa KTP, jangan lupa.’ Ya sudah, saya ke sini,” ceritanya.
Bagi Baron, keberadaan KDKMP menjadi alternatif tempat berbelanja yang jauh lebih hemat.
“Ya, saya ucapkan terima kasih untuk pemerintah, untuk Pak Prabowo juga, sudah menghadirkan KDKMP di kampung saya, di desa saya. Terima kasih, Pak Prabowo,” pungkasnya.
Pembelian komoditas bersubsidi seperti gas LPG 3 kg di gerai KDKMP mewajibkan pembeli menunjukkan KTP.
Langkah ini diterapkan agar penyaluran subsidi tepat sasaran. Selain menjual sembako, KDKMP juga melayani pembayaran listrik, transfer uang, serta disiapkan menjadi agen penyalur bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH).(rel)



