Dukung Swasembada Energi, Proyek PLTS 100 GWp Angkat Posisi Indonesia

PADANG, Kalibrasinews.com — Pemerintah Republik Indonesia memproyeksikan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga seratus gigawatt peak guna memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut diyakini bakal memangkas konsumsi bahan bakar fosil secara signifikan sekaligus mendorong posisi Indonesia masuk dalam jajaran negara pemanfaat energi surya terbesar di tingkat global.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan bahwa peningkatan kapasitas terpasang ini akan melonjak pesat hingga lima puluh tujuh kali lipat dari kondisi saat ini.

“Penambahan 100 GWp PLTS diproyeksikan meningkatkan kapasitas terpasang hingga 57 kali lipat, sekaligus membawa Indonesia masuk jajaran negara dengan kapasitas energi surya terbesar dunia,” ujar Qodari.

Pada eksekusi tahap awal yang mencakup lima belas proyek utama, pemerintah memperkirakan penghematan bahan bakar minyak jenis diesel mampu mencapai tiga ratus sembilan belas ribu kiloliter per tahun.

Pengurangan penggunaan gas alam juga diproyeksikan menembus angka tiga puluh lima koma enam puluh enam ribu million standard cubic feet per tahun secara konsisten melalui pemanfaatan energi surya.

Manfaat nyata pembangunan PLTS ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah melalui pengoperasian beberapa proyek percontohan yang terbukti berhasil meningkatkan taraf hidup warga.

Keberadaan PLTS Pulau Sembur di Kepulauan Riau kini menyokong ketersediaan arus listrik bagi fasilitas ruang pendingin hasil tangkapan nelayan berkapasitas lima ton serta mesin pembuat es harian.

Sementara itu, kehadiran pembangkit di Desa Rengit Kabupaten Belitung sanggup meningkatkan durasi waktu nyala listrik masyarakat lokal dari sebelumnya dua belas jam menjadi dua puluh empat jam penuh.

Pengoperasian fasilitas kelistrikan terbarukan di Belitung tersebut juga terbukti ampuh menekan Biaya Pokok Penyediaan listrik hingga dua puluh enam persen lebih murah dibandingkan dengan tarif operasional sebelumnya.

Apabila seluruh kapasitas PLTS seratus gigawatt peak beroperasi secara optimal, potensi produksi listrik bersih secara nasional diperkirakan mampu mencapai angka fantastis yaitu seratus dua puluh lima terawatt hour.

Daya hasil produksi bersih tersebut secara ekuivalen sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi listrik harian bagi tujuh puluh sembilan juta jiwa penduduk atau sekitar sembilan belas koma delapan juta rumah tangga.

“Secara ekuivalen produksi ini dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar tujuh puluh sembilan juta penduduk, atau setara sembilan belas koma delapan juta rumah tangga nasional,” tutur Qodari memperjelas kalkulasi.

Baca Juga  Gebrakan Besar Perumdam Padang Sumbangkan 85 Hewan Kurban, Termasuk untuk PWI Sumbar

Peluang Investasi Triliunan Rupiah dan Penyerapan Jutaan Tenaga Kerja Proyek Energi Surya

Program megaproyek energi terbarukan ini tidak hanya dirancang untuk memperkuat kedaulatan energi nasional, melainkan juga difungsikan sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi serta pembuka jutaan lapangan kerja baru.

Juru bicara pemerintah menjelaskan bahwa proyek PLTS raksasa tersebut membuka peluang investasi hingga mencapai satu ribu seratus empat puluh triliun rupiah serta mampu menyerap lima koma lima puluh dua juta pekerja.

“Program ini bukan hanya soal energi, melainkan penggerak ekonomi yang membuka peluang investasi Rp1.140 triliun serta diperkirakan menciptakan lapangan kerja bagi 5,52 juta pekerja,” ungkap Qodari.

Guna merealisasikan lima belas proyek awal, pembiayaan sebesar seratus tiga puluh lima triliun rupiah tidak akan membebani keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melainkan mengandalkan skema pembiayaan hijau.

Pemerintah mendorong partisipasi aktif badan usaha milik negara, investor swasta nasional, lembaga keuangan internasional, hingga instrumen green financing demi mempercepat penyelesaian seluruh fasilitas pembangkit nasional.

Penyerapan tenaga kerja proyek mencakup tiga koma empat ratus enam puluh lima juta tahun kerja pada sektor konstruksi serta dua koma nol lima puluh tiga juta pada sektor manufaktur.

Integrasi PLTS dengan sistem penyimpanan energi baterai canggih diproyeksikan sanggup menghemat anggaran belanja negara hingga tujuh puluh tiga koma sembilan triliun rupiah per tahun dibanding pembangkit fosil.

Dampak positif terhadap kelestarian lingkungan hidup juga sangat masif karena pengembangan infrastruktur surya ini berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca hingga seratus empat puluh juta ton karbon.

Pengembangan industri energi terbarukan ini sejalan dengan arah visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian sektor energi sebagai pilar utama transformasi struktur ekonomi nasional menuju Indonesia Maju.

Pemerintah berkomitmen mendorong bangsa Indonesia agar tidak sekadar menjadi pasar produk impor panel surya, melainkan mampu bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri energi bersih global.

“Melalui program ini, Indonesia bukan sekadar menjadi pasar panel surya impor, melainkan menjadi pemain utama melalui peningkatan teknologi dan pengembangan rantai pasok dalam negeri,” tegas Qodari mengakhiri keterangannya.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini