PADANG, KalibrasiNews.com – Kredit Program Perumahan (KPP) mulai memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari berbagai sektor.
Program tersebut tidak hanya membantu developer skala kecil meningkatkan kapasitas pembangunan rumah, tetapi juga dimanfaatkan pengusaha laundry untuk memperluas usaha sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), manfaat KPP tersebut dirasakan Azhary Husni, Direktur Utama PT Ageung Bangun Indonesia, developer skala kecil yang berlokasi di Bogor.
Ia mengajukan pembiayaan KPP sebesar Rp3,2 miliar untuk mengembangkan kapasitas usahanya.
Setelah memperoleh pembiayaan, kemampuan perusahaannya membangun rumah meningkat lebih dari dua kali lipat.
Sebelumnya, Azhary hanya mampu membangun tiga hingga empat unit rumah setiap bulan. Kini kapasitas tersebut meningkat menjadi 10 unit per bulan.
“Sebelum KPP cair, saya cuma punya kemampuan bangun tiga hingga empat unit (rumah) sebulan, tapi setelah KPP cair, saya bisa (membangun) 10 unit sebulan,” ujar Azhary saat ditemui dalam acara pemberian program Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jumat (11/9/2026).
Kenaikan kapasitas pembangunan itu turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.
Azhary menyebut satu unit rumah rata-rata membutuhkan empat hingga lima pekerja.
Dengan kemampuan membangun 10 unit setiap bulan, kebutuhan tenaga kerja dapat mencapai sekitar 40–50 orang.
Perusahaannya pun merekrut lebih banyak pekerja bangunan.
Tenaga kerja tersebut berasal dari Bogor maupun daerah lain di Pulau Jawa.
“Kita kombinasi biasanya, dari lokal sama dari Jawa (non-Bogor), kita kombinasikan pekerjaan,” imbuhnya.
Menurut Azhary, pembiayaan menjadi faktor penting bagi developer kecil untuk meningkatkan jumlah rumah yang dibangun.
Dengan dukungan KPP, pembangunan dapat berlangsung lebih cepat sehingga rumah yang dipasarkan juga dapat segera tersedia.
“Sangat membantu (program KPP). Satu sisi kita bisa progres lebih cepat, kita bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak, dan kita bisa jualan lebih cepat,” katanya.
Ia mengapresiasi pemerintah dan perbankan atas kolaborasi dalam menjalankan program tersebut.
Azhary berharap KPP dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak developer kecil.
“Saya berterima kasih dan saya bangga banget dengan pemerintah saat ini. Pak Presiden, Pak Menteri, termasuk bank-bank penyalur ya. Kolaborasi itu sangat luar biasa dan nyata saya rasakan saat ini,” pungkasnya.
KPP Bantu Ekspansi Usaha Laundry

Marlina, pengusaha laundry berusia 39 tahun di Tangerang Selatan, Banten.
Manfaat serupa dirasakan Marlina, pengusaha laundry berusia 39 tahun di Tangerang Selatan, Banten.
Ia memperoleh pembiayaan KPP sebesar Rp442,5 juta dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang akan digunakan untuk membuka cabang laundry kedua.
“Saya ingin membuka cabang kedua,” ujar Marlina saat ditemui dalam acara pemberian program Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jumat (11/9/2026).
Marlina mengatakan ekspansi tersebut bukan hanya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, tetapi juga akan meningkatkan kebutuhan pekerja.
Ia berencana merekrut warga di sekitar lokasi cabang baru untuk membantu operasional usaha.
“Rencana kan kalau misalnya mau buka cabang kedua kan harus ada pegawai juga lagi. Jadinya mungkin saya akan mengambil warga sekitar untuk jadi pegawai saya,” katanya.
Ia mengaku proses pengajuan KPP cukup mudah dan tidak menemui kendala berarti.
Persyaratan debitur antara lain berstatus WNI, memiliki usaha produktif dan layak, NPWP, NIB, serta telah menjalankan usaha sedikitnya enam bulan.
Setelah merasakan manfaat program tersebut, Marlina berharap KPP terus dilanjutkan agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan mengembangkan bisnis.
Ia juga berencana merekomendasikannya kepada saudara dan teman-temannya.
“Saya akan rekomendasikan sama saudara dan teman-teman saya di sekitaran usaha laundry saya,” imbuhnya.
“Terima kasih untuk Pak Presiden Prabowo telah membuat program ini. Dengan adanya program ini, saya merasa terbantu dan memperluas usaha laundry saya dan membantu orang-orang sekitar usaha laundry saya,” pungkasnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah akan terus memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, KPP juga menciptakan efek pengganda ekonomi melalui pertumbuhan usaha dan pembukaan lapangan kerja.
“Saya tidak mau memaksakan program yang tidak ada gunanya, karena menghabiskan waktu dan uang negara. Kita harus membuat program-program yang bermanfaat bagi Republik ini, bagi rakyat ini,” kata Maruarar.
KPP diluncurkan pemerintah pada 21 Oktober 2025.
Berdasarkan data Kementerian PKP, realisasi penyaluran pada 1 Januari hingga 8 September 2026 mencapai 65,24 persen dari target sekitar Rp38,1 triliun.
Melihat capaian tersebut, pemerintah meningkatkan plafon KPP tahun 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
“Makanya kuotanya dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Kalau enggak, ngapain dinaikkan kuotanya? Karena sangat berhasil. Nah inilah karya dari Bapak Presiden Prabowo di bidang perumahan, yang bisa menggerakkan ekonomi secara luar biasa,” tegas Ara sapaan akrabnya.
(rel/KalibrasiNews.com)



