PADANG, KalibrasiNews.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut tiga karateka asal Sumatera Barat yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada ajang 43rd South East Asian Karate Federation (SEAKF) Championships 2026 di Ninh Binh, Vietnam, di Istana Gubernur Sumbar, Minggu (19/7/2026).
Tiga wakil tersebut yakni pelatih Zelly Heryanto serta dua atlet Farhan Al Amin dan Zaimah Azkadina.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 itu, Zelly berhasil lulus ujian lisensi pelatih Asia (AKF), dan Zaimah memperoleh medali perunggu, sementara Farhan belum berhasil meraih medali.
Penyambutan turut dihadiri Ketua KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Inkanas Sumbar Arry Yuswandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur Musa, serta jajaran pengurus KONI Sumbar.
Penyambutan yang dipimpin Gubernur Mahyeldi menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah di ajang internasional.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan olahraga juga menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat pembinaan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
Prestasi yang diraih di tingkat Asia diharapkan mampu memotivasi generasi muda agar semakin aktif menekuni olahraga karate.
Selain itu, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional.
Dukungan seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga Sumatera Barat.
Semangat tersebut diharapkan terus berkembang demi mencetak lebih banyak atlet berprestasi pada masa mendatang.
Mahyeldi mengapresiasi konsistensi Inkanas dalam melahirkan atlet yang mampu menembus level internasional.
Menurutnya, pembinaan usia dini harus terus diperkuat melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan, sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism di berbagai daerah di Sumbar.
“Melalui kejuaraan usia dini, pembinaan atlet akan berjalan lebih baik. Di sisi lain, kehadiran atlet, pelatih, dan keluarga juga mampu menggerakkan sektor pariwisata serta ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara,” ujar Mahyeldi.
Gubernur juga mengapresiasi langkah Ketua KONI Sumbar beserta jajaran yang mulai membangun kemitraan dengan kalangan dunia usaha untuk mendukung pembinaan olahraga melalui sponsorship.
Gubernur Mahyeldi turut memberikan apresiasi atas kerja keras pengurus KONI Sumbar dalam mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI Tahun 2026.
“Saya mengapresiasi kerja keras Ketua KONI Sumbar beserta seluruh jajaran yang terus bekerja mempersiapkan Porprov. Ini bukan pekerjaan yang ringan karena melibatkan banyak cabang olahraga dan daerah. Saya berharap persiapan terus dimatangkan sehingga pelaksanaan Porprov nanti berjalan sukses, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengatakan persiapan Porprov Sumbar XVI terus dikebut.
Ajang olahraga multicabang terbesar di Sumbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dengan 12 kabupaten/kota sebagai tuan rumah penyelenggara dan mempertandingkan 53 cabang olahraga.
Menurut Hamdanus, koordinasi dengan pemerintah daerah, panitia pelaksana, pengurus cabang olahraga, hingga technical delegate terus dilakukan agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
“Kami terus mematangkan seluruh aspek persiapan Porprov, mulai dari kesiapan venue, pertandingan, hingga koordinasi dengan seluruh tuan rumah. Target kami adalah menghadirkan Porprov yang sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan memberikan dampak positif bagi daerah,” ujar Hamdanus.
Hamdanus juga menegaskan KONI Sumbar akan terus mendukung pembinaan atlet potensial, termasuk menyiapkan skema pembinaan bagi Zaimah Azkadina sebagai salah satu talenta muda karate Sumbar yang diproyeksikan menjadi atlet masa depan.
Sejalan dengan harapan Mahyeldi, pembinaan atlet secara berkelanjutan dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga prestasi olahraga Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, dan perguruan karate diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang semakin terarah.
Dukungan terhadap atlet muda tidak hanya diberikan melalui program latihan dan kompetisi, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih serta penyediaan sarana latihan yang memadai.
Dengan langkah tersebut, peluang lahirnya atlet-atlet karate berprestasi dari Sumatera Barat diyakini akan semakin besar.
Keberhasilan para karateka yang telah mengharumkan nama daerah diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berprestasi.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah penghasil atlet karate berkualitas di Indonesia.
(/kalibrasinews.com)



