PADANG PANJANG, KalibrasiNews.com – Mahasiswa International Islamic University Malaysia (IIUM) sambangi Canting Buana Kreatif Nagari Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (15/7/2026).
Rilis yang diterima Redaksi KalibrasiNews.com pada Jumat (17/7/2026) kunjungan para mahasiswa asal Malaysia kali ini sempat belajar membatik di ruang edukasi Canting Buana Kreatif.
Mereka terlihat antusias duduk lesehan di atas karpet sambil mempraktikkan teknik membatik sekaligus mewarnai dasar kain.
Owner Canting Buana Kreatif Widiyanti memberikan materi tentang proses membatik mulai mencanting malam, hingga mewarnai motif di atas kain.
Beberapa karya yang dihasilkan sudah tampak berwarna dengan corak khas Minangkabau.
Para mahasiswa International Islamic University Malaysia (IIUM) tampak menikmati setiap tahapan proses membatik yang diperkenalkan oleh instruktur.
Mereka tidak hanya mempelajari teknik penggunaan canting, tetapi juga memahami pentingnya ketelitian, kesabaran, dan kreativitas dalam menghasilkan sebuah karya batik yang berkualitas.
Selama praktik berlangsung, para peserta saling berdiskusi mengenai pengalaman membatik yang baru pertama kali mereka rasakan.
Beberapa mahasiswa bahkan mengaku tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai batik khas Minangkabau yang memiliki karakter berbeda dengan motif dari daerah lain di Indonesia.
Suasana belajar yang interaktif membuat kegiatan berlangsung lebih hidup dan menyenangkan.
Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta dalam memahami kekayaan budaya Indonesia secara langsung.
Widiyanti menyampaikan, Canting Buana Kreatif saat ini sudah menjadi tujuan untuk belajar membatik dari berbagai kalangan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, OPD serta perusahaan.
Kegiatan belajar membatik di Canting Buana Kreatif sebut Widiyanti merupakan bagian dari upaya memperkenalkan budaya batik kepada generasi muda, termasuk wisatawan mancanegara.
Widiyanti menjelaskan bahwa setiap motif batik yang diperkenalkan kepada peserta memiliki makna dan filosofi tersendiri yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Minangkabau.
Melalui penjelasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa batik bukan sekadar hasil karya seni, melainkan juga media untuk menyampaikan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, proses pembelajaran akan terasa lebih bermakna ketika peserta dapat mengetahui cerita di balik setiap motif yang mereka buat.
“Kami ingin batik tidak hanya dikenal sebagai warisan nasional, tapi juga dipraktikkan langsung. Melalui kegiatan ini mahasiswa dari Malaysia bisa merasakan langsung proses dan filosofi membatik,” ujar Widiyanti
Selain membatik, peserta juga diajak mengenal alat-alat tradisional dan makna motif yang digunakan. Suasana workshop berlangsung santai, edukatif, dan penuh antusiasme.
Kegiatan kunjungan tersebut juga menjadi wadah pertukaran budaya antara mahasiswa Malaysia dengan pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang Panjang.
Selama sesi diskusi, peserta saling berbagi pengalaman mengenai pelestarian budaya yang dilakukan di negara masing-masing.
Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama di bidang seni dan budaya mampu mempererat hubungan antargenerasi muda lintas negara.
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak mahasiswa internasional yang mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat.
Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut juga memperluas jejaring akademik dan budaya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Antusiasme peserta terlihat hingga kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan penyerahan hasil karya batik yang telah dibuat.
Canting Buana Kreatif sendiri merupakan salah satu destinasi ekonomi kreatif di Padang Panjang yang aktif mengadakan pelatihan batik dan selalu ada kunjungan wisatawan tiap harinya.
Kunjungan mahasiswa International Islamic University Malaysia diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, seni, dan budaya bersama Canting Buana Kreatif.
Melalui kegiatan seperti ini, batik tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarbangsa melalui pengalaman belajar secara langsung.
Kehadiran mahasiswa mancanegara turut memberikan nilai positif bagi promosi Kota Padang Panjang sebagai salah satu destinasi wisata edukasi berbasis budaya di Sumatera Barat.
Sinergi antara pelaku ekonomi kreatif, dunia pendidikan, dan masyarakat diyakini mampu mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap berkembang di tengah arus globalisasi.
Dengan semakin banyaknya kunjungan dari dalam maupun luar negeri, Canting Buana Kreatif diharapkan terus menjadi ruang belajar, berkarya, dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai sektor yang mampu mendukung pengembangan budaya dan pariwisata daerah secara berkelanjutan.
(/rel)



