Program KNMP Harapan Baru Nelayan Cikiruhwetan

JAKARTA, Kalibrasinews.com — Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hadir sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan ekonomi, penyediaan fasilitas pendukung, serta pemberdayaan para nelayan.

Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi menyebutkan melalui program ini, pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, mulai dari pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, kios perbekalan, hingga sentra kuliner.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan.

Program KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih kuat di kawasan pesisir.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, nelayan diharapkan mampu mengelola hasil tangkapan secara lebih optimal.

Langkah ini juga dapat membantu meningkatkan daya saing produk perikanan di berbagai daerah.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi tujuan utama dari program KNMP.

Pada tahun ini, sebanyak 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan untuk dibangun di seluruh Indonesia. Hingga April 2026, sebanyak 65 kampung nelayan telah selesai dibangun dan siap beroperasi.

Salah satu wilayah yang menjadi bagian dari program tersebut adalah Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Melalui pembangunan fasilitas pendukung di kawasan pesisir, program KNMP diharapkan dapat membantu aktivitas nelayan agar lebih produktif, meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

(Foto: Bakom RI)
Carno, salah satu nelayan di Desa Cikiruhwetan

Bagi Carno, salah satu nelayan di Desa Cikiruhwetan, laut adalah poros kehidupan baginya dan keluarga.

Kehadiran KNMP menjadi angin segar setelah puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai nelayan.

Sejak tahun 1992, laut menjadi bagian dari dirinya setelah tamat pendidikan sekolah dasar.

“Dari selesai sekolah, saya langsung terjun menjadi nelayan. Jadi, memang dari dulu kehidupan saya tidak jauh dari laut,” ujar Carno.

Bagi Carno, tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah kondisi cuaca dan biaya operasional melaut yang cukup besar.

Menurutnya, nelayan harus mampu mengatur berbagai kebutuhan agar tetap bisa bertahan hidup dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau nelayan, tantangan utamanya memang cuaca. Selain itu, harus punya kapal yang layak dan mesin yang baik. Kita juga harus pintar-pintar mengatur supaya tetap bisa melaut,” katanya.

Sebelum adanya program KNMP, Carno menyebutkan bahwa kawasan tempat tinggalnya masih memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal fasilitas pendukung aktivitas nelayan.

Kondisi lingkungan yang sebelumnya kurang tertata perlahan mulai berubah setelah adanya pembangunan dan penataan kawasan.

“Yang paling terlihat, yang tadinya agak kumuh sekarang jadi lebih nyaman. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Tidak hanya menghadirkan fasilitas bagi nelayan, KNMP juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Carno berharap agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga semakin banyak warga merasakan manfaat dari program pemerintah.

“Harapannya bisa berjalan dengan baik. Yang tadinya mungkin ada ibu-ibu atau warga yang belum punya pekerjaan, bisa ikut mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, para nelayan juga mendapatkan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan.

Salah satu hal yang dinilai penting adalah pelatihan terkait permesinan agar nelayan dapat mengoperasikan alat secara lebih efektif dan efisien.

Menurut Carno, perhatian pemerintah melalui program KNMP membuat masyarakat pesisir merasa lebih diperhatikan.

Ia berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak nelayan lainnya.

“Dulu kami merasa jauh dari perhatian, tetapi dengan adanya ini kami merasa diperhatikan. Kami ada dan aktivitas kami juga jelas,” katanya.

Carno juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayahnya.

Ia berharap fasilitas yang sudah tersedia dapat terus dilengkapi sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat.

“Terima kasih karena sudah membangun daerah kami. Semoga ke depan bisa terus diperhatikan dan dilengkapi agar nelayan semakin maju,” ucapnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendukung masyarakat pesisir agar lebih mandiri dan sejahtera.

Tidak hanya membangun fasilitas, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal serta mengoptimalkan potensi desa pesisir.

Kisah Carno di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi gambaran bahwa pembangunan yang hadir di tengah masyarakat dapat membawa perubahan nyata, sekaligus memberikan harapan baru bagi para nelayan untuk terus berkembang.

Kisah lengkap mengenai Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Cikiruhwetan dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini