MENTAWAI, Kalibrasinews.com – Satgas Karya Bakti TNI AD terus meningkatkan hasil kinerja dalam kegiatan program Karya Bakti TNI AD untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun Anggaran 2026.
Program Karya Bakti TNI AD yang dilaksanakan di Kepulauan Mentawai tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui keterlibatan langsung personel di lapangan, masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam mendukung pembangunan wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus, terutama pada sektor infrastruktur dasar.
Siaran Pers Penerangan Korem 032/Wirabraja atau Penrem 032/Wbr, menyebutkan Satgas tersebut terus berpacu dalam melaksanakan kegiatan pembangunan Jembatan di Dusun Gobik Desa Bosua Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam program Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Infrastruktur ini dinilai sangat penting karena akan menjadi penghubung bagi aktivitas masyarakat di kawasan Dusun Gobik dan sekitarnya.
Kehadiran jembatan yang layak diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperpendek waktu tempuh perjalanan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok maupun hasil produksi masyarakat setempat.
Sementara itu Komandan Kodim atau Dandim 0319 Mentawai Letkol Inf Bambang Budi Hartanto menyebutkan hingga Kamis (4/6/2026), upaya Satgas melaksanakan tahap pengecoran Abutmen sebagai landasan dasar jembatan.
Pengerjaan yang dilakukan secara bertahap tersebut terus dipantau guna memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.
Dengan pengawasan yang maksimal, pembangunan jembatan diharapkan memiliki daya tahan yang kuat dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang, terutama untuk mendukung aktivitas transportasi antarwilayah di kawasan tersebut.
Tahap pengecoran abutmen merupakan bagian penting dalam proses pembangunan jembatan karena berfungsi sebagai penyangga utama konstruksi.
Oleh sebab itu, pengerjaannya dilakukan secara cermat dan terukur agar kualitas bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Personel Satgas bersama unsur pendukung lainnya terus memanfaatkan waktu secara maksimal untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Mengingat waktu yang semakin mendekat pembangunan jembatan terus diupayakan agar selesai dikerjakan,” ujar dandim melalui rilis, Kamis (4/6/2026).
Selain fokus terhadap percepatan pembangunan, Satgas Karya Bakti TNI AD juga mengedepankan faktor keselamatan kerja selama proses pengerjaan berlangsung.
Setiap personel yang terlibat di lapangan dibekali arahan agar pekerjaan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai standar teknis yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
Ia berharap keberadaan jembatan nantinya akan memperlancar akses masyarakat setempat sebagai peningkatan roda ekonomi.
Manfaat pembangunan jembatan ini diperkirakan tidak hanya dirasakan dalam sektor transportasi, tetapi juga akan berdampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga nantinya dapat lebih mudah membawa hasil pertanian, perkebunan maupun hasil usaha lainnya ke pusat-pusat perdagangan.
Dengan akses yang semakin baik, peluang peningkatan pendapatan masyarakat juga diharapkan semakin terbuka sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sipora Selatan.
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan tersebut juga terlihat cukup tinggi.
Sejumlah warga menyampaikan harapan agar proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga jembatan segera digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Kehadiran infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat, terutama dalam mendukung akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang selama ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
“Semoga pembangunan jembatan dibeberapa wilayah sasaran Fisik dikejar dan selesai sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumbar,” harapnya.
Melalui program Karya Bakti TNI AD ini, pemerintah bersama TNI menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah kepulauan dan daerah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.
Dengan terbangunnya jembatan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang lebih mudah, aman, dan nyaman untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Ke depan, pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan wilayah Kepulauan Mentawai secara keseluruhan.
(rel/penrem032/wbr)



