BANDUNG, Kalibrasinews.com – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 siswa perwira TNI dan Polri di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).
Salah satu arahan utama Presiden adalah pentingnya kemampuan adaptasi prajurit TNI dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Hal itu diungkapkan oleh Mayor Cke Amarullah dari Sindikat 08 Dikreg LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.
Menurutnya, taklimat yang diberikan Presiden sarat pelajaran dan manfaat dalam menghadapi tantangan ke depan.
Taklimat Presiden tersebut juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kualitas kepemimpinan generasi perwira muda TNI dan Polri.
Para peserta pendidikan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis kemiliteran, tetapi juga wawasan global, kemampuan analisis strategis, serta kecakapan mengambil keputusan di tengah situasi yang terus berubah.
Dengan pola pembinaan seperti itu, institusi pertahanan diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin lapangan yang profesional, modern, dan tetap berpegang pada kepentingan nasional.
“Yang paling utama kalau kami simpulkan bahwasanya kita harus mampu untuk beradaptasi. Beradaptasi dengan perkembangan. Kita tahu sendiri dinamika geopolitik yang begitu ekstrem perubahannya. Nah, kita juga sebagai perwira-perwira TNI harus mampu untuk beradaptasi,” ujarnya usai taklimat.
Menurut Amarullah, kemampuan adaptasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan strategi pertahanan, tetapi juga menyangkut pola kepemimpinan, penguasaan teknologi, serta kesiapan mental prajurit dalam menghadapi perubahan situasi global yang berlangsung cepat dan tidak menentu.
Amarullah menambahkan, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa TNI ke depan harus mampu menyesuaikan doktrinnya dengan perkembangan zaman dan tantangan strategis yang terus berkembang.
“Sehingga tadi ada arahan-arahan dari Bapak Presiden, ke depan TNI juga harus mampu untuk mengganti doktrin-doktrinnya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” lanjutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan situasi geopolitik global memang berlangsung sangat cepat dan berdampak langsung terhadap berbagai sektor, termasuk pertahanan dan keamanan negara.
Persaingan antarnegara besar, ancaman siber, konflik kawasan, hingga perkembangan teknologi militer modern menuntut setiap negara memiliki sistem pertahanan yang adaptif dan responsif.
Karena itu, arahan Presiden Prabowo kepada para perwira siswa TNI dan Polri dinilai menjadi pengingat penting bahwa kekuatan militer saat ini tidak hanya diukur dari jumlah personel maupun alutsista, tetapi juga kemampuan membaca perubahan serta kesiapan menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks.
Di kesempatan yang sama, Amarullah turut menyampaikan harapan dan doa bagi Presiden Prabowo agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan cita-citanya untuk bangsa Indonesia.
“Kami sebagai Pasis (perwira siswa) dan juga sebagai Perwira TNI pertama-tama tentu mendoakan semoga Bapak Presiden, karena kami merasakan bahwasanya Bapak Presiden mempunyai cita-cita yang luhur untuk Bangsa Indonesia. Kita mendoakan semoga Bapak Presiden Bapak Prabowo diberikan kesehatan, umur yang panjang sehingga mimpi-mimpi beliau dapat terwujud,” ujarnya.
Ia menegaskan, para prajurit TNI siap mendukung penuh visi dan tantangan yang disampaikan Presiden kepada generasi perwira muda.
“Kami sebagai prajurit TNI akan mendukung itu 100 persen. Kemudian selanjutnya kami sebagai perwira harapannya dapat menjawab arahan yang telah diberikan oleh Bapak Presiden Bapak Prabowo, tantangan-tantangan yang diberikan kepada kami sebagai perwira muda. Semoga nanti ke depannya kami dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Selain kesiapan menghadapi tantangan pertahanan konvensional, para perwira TNI juga dituntut mampu memahami ancaman nonmiliter yang kini semakin berkembang, mulai dari disinformasi digital, perang informasi, krisis energi, hingga gangguan stabilitas sosial yang dapat memengaruhi ketahanan nasional.
Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan TNI menjadi salah satu aspek penting agar prajurit mampu bergerak sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola ancaman global yang terus dinamis.
Arahan Presiden Prabowo kepada para perwira siswa di Seskoad sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun kekuatan pertahanan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dalam membaca perubahan zaman.
Dengan tantangan global yang semakin terbuka dan kompleks, TNI dituntut terus melakukan pembenahan, memperkuat profesionalisme, serta menjaga soliditas agar tetap mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara.
Melalui pembinaan generasi perwira yang adaptif dan visioner, diharapkan TNI dapat terus berkembang menjadi institusi pertahanan modern yang siap menghadapi berbagai dinamika geopolitik dunia di masa mendatang.
(rel/Kalibrasinews.com)



