Resmi Launching Sebuah Buku Biografi Wartawan Mesin Ketik di Tanah Datar

BATUSANGKAR, Kalibrasinews.com — Buku kumpulan biografi dari wartawan zaman mesin ketik di Tanah Datar diluncurkan di gedung DW kawasan Indo Jolito Kota Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (21/5/2026).

Ketua Panitia Pelaksana Destia Sastra menyebutkan dalam launching buku ini berisi informasi yang tersimpan dan dihimpun dalam buku riwayat perjalanan jurnalistik dari 29 orang.

Buku tersebut tidak hanya menjadi kumpulan cerita perjalanan wartawan senior di Tanah Datar, tetapi juga menjadi dokumentasi penting sejarah perkembangan pers lokal di Sumatera Barat.

Melalui buku itu, pembaca diajak melihat bagaimana perjuangan para wartawan di masa lalu ketika proses peliputan berita masih dilakukan secara sederhana dengan keterbatasan teknologi, mulai dari penggunaan mesin ketik, pengiriman naskah secara manual, hingga tantangan mencari informasi di tengah minimnya sarana komunikasi seperti sekarang.

Nilai perjuangan dan dedikasi para wartawan senior itulah yang dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi muda agar dunia jurnalistik tetap memiliki akar sejarah yang kuat.

Di antaranya, ada yang telah wafat ini didedikasikan untuk mengenang almarhum Alfian Jamrah yang menjadi editor buku.

“Kemarin (Kamis) peluncuran buku yang dirangkaikan dengan seminar ditandai dengan penarikan selubung kovernya oleh Bunda Literasi Ny Lise Eka Putra dan didampingi Asisten III Sekdakab Riswandi, pejabat Pemprov Sumbar dan unsur Muspida,” jelasnya.

Sambutan Asisten III Sekdakab Tanah Datar Riswandi mengapresiasi dan mengapresiasi kelahiran buku tersebut.

“Peristiwa yang luar biasa dan membuat bangga dunia jurnalistik, yang selama ini telah berbuat banyak untuk kemajuan Tanah Datar,” kata Riswandi di hadapan ratusan peserta dari pelajar, guru dan kepala sekolah itu, Kamis kemarin.

Kegiatan peluncuran buku tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers dengan dunia pendidikan di Tanah Datar.

Kehadiran ratusan pelajar, guru, dan kepala sekolah menunjukkan tingginya perhatian terhadap sejarah jurnalistik daerah serta pentingnya budaya literasi di tengah perkembangan era digital saat ini.

Seminar yang digelar bersamaan dengan launching buku juga membuka ruang diskusi mengenai perjalanan dunia pers dari masa ke masa, termasuk bagaimana wartawan generasi lama menjaga idealisme, akurasi berita, dan etika jurnalistik di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi pada zamannya.

Ia menyatakan terima kasih atas sumbangsih pers senior bagi daerah ini, dan mengajaknya kembali untuk terus menulis dan menuangkan pikirannya.

“Saya mengapresiasi kiprah wartawan mesin ketik ini hingga mampu melahirkan buku bernilai besar bagi dunia pers,” ujar Riswandi.

Selain menjadi ajang peluncuran buku, kegiatan tersebut juga menghadirkan suasana nostalgia bagi para wartawan senior yang pernah merasakan bekerja menggunakan mesin ketik dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.

Sejumlah cerita pengalaman menarik turut dibagikan kepada peserta seminar, mulai dari perjuangan mengejar narasumber, proses mengirim berita ke redaksi menggunakan transportasi terbatas, hingga dinamika kerja wartawan sebelum hadirnya internet dan media sosial.

Cerita-cerita tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena dianggap memberikan gambaran nyata mengenai kerasnya perjuangan insan pers pada masa lalu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Inisiatif Almarhum Alfian Jamrah pada kesempatan sama wartawan Senior Hasril Chaniago tampil sebagai pemateri bersama narasumber seminar lainnya.

Menurut Hasril, inisiatif dari almarhum Alfian Jamrah sebagai karya besar yang tak dilakukan siapapun dan dimanapun untuk menghargai dan memotivasi wartawan senior sejak menulis berita dengan mesin ketik.

Hasril Chaniago menilai kehadiran buku tersebut memiliki arti penting bukan hanya bagi wartawan senior, tetapi juga untuk sejarah kebudayaan dan literasi daerah.

Menurutnya, para wartawan zaman mesin ketik merupakan bagian dari saksi perjalanan sosial dan pembangunan daerah yang selama ini turut menyuarakan berbagai persoalan masyarakat melalui karya jurnalistik mereka.

Karena itu, upaya mendokumentasikan perjalanan para wartawan tersebut dianggap sebagai bentuk penghargaan yang layak sekaligus pengingat bahwa dunia pers memiliki kontribusi besar dalam perkembangan daerah dan kehidupan demokrasi di tengah masyarakat.

Peluncuran buku wartawan zaman mesin ketik di Tanah Datar diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi awal lahirnya dokumentasi sejarah pers daerah yang lebih luas di masa mendatang.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, karya tersebut menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik dibangun melalui proses panjang, kerja keras, dan dedikasi para wartawan terdahulu yang tetap menjaga idealisme meski bekerja dengan segala keterbatasan.

Semangat itu diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar dunia pers tetap tumbuh profesional, kritis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

(/Kalibrasinews.com)

2 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah…. smoga buku ini menjadi motivasi dan manfaat bagi generasi sekarang dalam pemberitaan di media sosial.

    Terima kasih semua wartawan mesin ketik Tanah Datar, tetap semangat dan sehat selalu…Aamiin YRA.

  2. Sebuah karya luar biasa. Belum pernah ada ide serupa. Ini menunjukkan sebuah penghargaan yang tinggi terhadap jasa- jasa wartawan senior yang belum pernah dilakukan. Perlu direnungkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini