Pemko Padang Perkuat Literasi, Gandeng PWI Sumbar Targetkan 60 Buku Baru

PADANG, Kalibrasinews.com – Ketika bicara tentang pengembangan literasi, saat membuka Festival Literasi Kota Padang, tahun 2026, Wali Kota Padang Fadly Amran menanyakan kepada panitia, berapa buku yang difasilitasi tahun ini.

“Enam buku, Pak Wali,” kata Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Heriza Syafani, S.SPT, MPA.

Fadly Amran kemudian meminta, tahun depan, harus lebih banyak.

Dorongan tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Padang dalam mempercepat pengembangan literasi secara lebih masif dan terstruktur.

Tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah buku, tetapi juga mendorong kualitas karya yang dihasilkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kebudayaan di daerah.

Ia juga mengajak berbagai kalangan untuk bersama-sama menggairahkan pengembangan literasi di Kota Padang.

Beliau kemudian bertanya kepada Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Heriza Syafani, S.SPT, MPA dan audiens, berapa buku yang akan difasilitasi tahun depan?

Pertanyaan Wali Kota memantik suara gemuruh undangan. Semua memberikan dukungan kepada rencana tersebut.

Antusiasme yang muncul dari para undangan menunjukkan bahwa pengembangan literasi telah menjadi perhatian bersama.

Dukungan tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan, melibatkan pemerintah, komunitas penulis, akademisi, hingga masyarakat umum.

Berapa angka mengapung ke permukaan. Wali Kota menatap ke arah Ketua PWI Sumatera Barat ketika itu diwakili Firdaus Abie.

“Ya, tahun depan enam puluh buku kita fasilitasi, ya Pak Kadis,” kata Wali Kota Fadly Amran setelah mendengarkan usulan Firdaus Abie.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Heriza Syafani, S.SPT, MPA terlihat berbinar-binar, langkahnya untuk terus menggelorakan pengembangan literasi di ibukota Sumatera Barat mendapat dukungan meriah.

Semangat yang ditunjukkan tersebut mencerminkan optimisme bahwa program literasi di Kota Padang dapat berkembang lebih pesat ke depan.

Dengan dukungan lintas sektor, berbagai inisiatif baru diharapkan dapat lahir, mulai dari pelatihan menulis, penerbitan buku lokal, hingga penguatan budaya membaca di kalangan generasi muda.

Wali Kota kemudian menekankan, sesungguhnya 60 judul buku tidaklah banyak.

“Tidak sulit mendapatkannya, gandeng PWI Provinsi Sumatera Barat. Insyaallah, selesai. Semuanya penulis, mereka juga mengetahui dan memahami dimana kantong-kantong penulis di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang,” kata Fadly Amran.

Baca Juga  Peringati Dies Natalis ke-70, Pohon Andalas Ditanam di Lingkungan UNAND

Ia kemudian menyebutkan pula, memfasilitasi penulis merupakan langkah nyata untuk mengairahkan minat pengembangan literasi ke depan.

Langkah ini dinilai strategis karena penulis merupakan aktor utama dalam menghasilkan karya literasi.

Dengan adanya dukungan konkret, seperti bantuan penerbitan dan distribusi buku, para penulis lokal akan semakin termotivasi untuk berkarya dan berkontribusi dalam memperkaya khazanah literasi daerah.

Wali Kota kemudian menyebutkan, penulis fokus saja menulis karya terbaik, lalu kemudian naskah yang diserahkan ke perpustakaan diproses oleh tim.

Jika layak, Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang membantu biaya cetak, sekaligus bukunya bisa menjadi bahan bacaan di perpustakaan.

Program ini tidak hanya membantu penulis dari sisi produksi, tetapi juga memastikan karya yang dihasilkan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Kehadiran buku-buku lokal di perpustakaan akan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi sumber pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.

“Salah satu target kita, perpustakaan megah ini harus menjadi perpustakaan terbaik!” pinta Wali Kota Padang Fadly Amran.

Festival Literasi menghadirkan bedah buku. Selesai pembukaan, dilanjutkan dengan bedah buku Kumpulan Cerpen Berbahasa Minang “Mangaji Indak Khatam” karya Firdaus Abie.

Kegiatan bedah buku menjadi ruang penting untuk memperdalam pemahaman terhadap karya sastra sekaligus membangun diskusi yang produktif.

Melalui forum ini, penulis dan pembaca dapat berinteraksi secara langsung, bertukar gagasan, serta memperkaya perspektif terhadap karya yang dihasilkan.

Buku dibedah oleh Dirwan A. Darwis, Ph.D, Bahren, S.S, M.A, dimoderatori Syamdani M.Pd, Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan PWI Sumatera Barat dalam mengembangkan literasi menjadi langkah penting dalam membangun budaya baca dan tulis yang lebih kuat.

Dengan dukungan kebijakan, fasilitasi penulis, serta keterlibatan berbagai pihak, diharapkan Kota Padang mampu melahirkan lebih banyak karya berkualitas sekaligus menjadikan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini