Pengemudi Ojek Online Bersyukur BHR Naik

JAKARTA, Kalibrainews.com – Sudah dua tahun berturut-turut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) untuk para mitra pengemudi ojek online.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para pekerja di sektor ekonomi digital yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

Para pengemudi ojek online yang bekerja di lapangan setiap hari merasakan bahwa keberadaan BHR memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti menjelang perayaan Idul Fitri.

Rilis Bakom RI menyebutkan para pengemudi ojek online pun bersyukur dengan kebijakan tersebut karena dapat membantu para pengemudi ojol memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bagi sebagian pengemudi ojek online, tambahan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan keluarga. Mulai dari membeli kebutuhan pokok, menyiapkan keperluan Lebaran, hingga membantu biaya pendidikan anak-anak menjelang tahun ajaran baru.

Joko Setiawan, salah satu pengemudi ojek online, merasa diperhatikan dengan adanya kebijakan BHR. Apalagi BHR pada tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

“Kami bersyukur, Pak Presiden mau melihat ke bawah mendengarkan aspirasi, mau melihat keadaan rakyat di bawahnya. Saya dapat (BHR) Rp 300 ribu. Alhamdulillah meningkat dibanding tahun sebelumnya,” kata Joko saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurut para pengemudi, kebijakan Bonus Hari Raya ini juga menjadi motivasi tersendiri untuk terus bekerja dengan lebih semangat. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan para mitra pengemudi.

Pria berusia 40 tahun ini pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilainya mau mendengarkan aspirasi para pengemudi ojek online.

“Untuk Pak Prabowo, saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya kepada para mitra-mitra pengemudi ojek online untuk bisa mendapatkan BHR dari aplikator,” ucapnya.

Sejumlah pengemudi juga menilai bahwa kebijakan BHR menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap aspirasi yang selama ini disampaikan oleh para pekerja sektor informal. Dengan adanya kebijakan tersebut, para pengemudi merasa lebih dihargai atas kontribusi mereka dalam mendukung mobilitas masyarakat.

(Foto: Bakom RI)
Zaenal Abidin, pengemudi ojol

Zaenal Abidin, pengemudi ojol lain yang ditemui terpisah, mengungkapkan hal senada. BHR yang diterimanya dapat dipakai membeli baju untuk anaknya.

“Saya senang, (BHR) tahun ini lebih baik. Alhamdulillah tahun ini dapat untuk tambah-tambah beli baju anak. Terima kasih Pak Presiden Prabowo yang sudah menetapkan BHR tahun ini,” ujar Zaenal.

Selain membantu kebutuhan keluarga, sebagian pengemudi juga memanfaatkan tambahan penghasilan tersebut untuk menabung. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kebutuhan mendadak yang mungkin muncul setelah perayaan Lebaran.

(Foto: Bakom RI)
Sandi, pengemudi ojol.

Pengemudi ojol lain, Sandi, mengaku merasakan perubahan positif di era pemerintahan saat ini. Pria 26 tahun ini merasa semakin diperhatikan oleh pemerintah.

“Kita merasakan banyak perubahan, diperhatikan oleh pemerintah. Tahun ini lumayan, lebih baik dibanding tahun kemarin. Tahun ini ada peningkatan (BHR) saya dapatnya,” katanya.

Para pengemudi ojol berharap hubungan antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan para mitra pengemudi dapat terus terjalin dengan baik. Dengan kerja sama yang harmonis, diharapkan kesejahteraan para pengemudi dapat terus meningkat seiring berkembangnya industri transportasi berbasis aplikasi di Indonesia.

“Untuk Bapak Presiden, terima kasih sudah memperhatikan kami yang ada di jalan. Semoga Bapak sukses selalu,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah memastikan BHR untuk pengemudi ojol dan kurir pada Lebaran 2026. Besarannya 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih mitra pengemudi selama 12 bulan terakhir. Dibayar paling lambat H-7 Lebaran. Total penerimanya mencapai 850 ribu mitra pengemudi.

Total BHR dari aplikator naik signifikan, dari Rp 110 miliar pada 2025 menjadi Rp 220 miliar di tahun ini. Pemerintah pun meminta perusahaan aplikasi transparan dalam perhitungan besaran BHR untuk mitra pengemudi.

Dengan adanya peningkatan Bonus Hari Raya pada tahun ini, para pengemudi ojol berharap kebijakan serupa dapat terus dipertahankan pada masa mendatang. Selain membantu kebutuhan ekonomi keluarga, kebijakan tersebut juga dinilai menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras para pengemudi yang setiap hari melayani masyarakat di berbagai daerah.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini