Nagari Tiku: Permata Tersembunyi Pesisir Barat yang Sarat Sejarah dan Wisata Ikonik

Oleh Dila Febrianti

AGAM, KalibrasiNews.com – Nagari Tiku Selatan merupakan sebuah daerah pesisir yang sekarang berada di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.

Jika dilihat melalui sejarahnya, Nagari Tiku diyakini berasal dari dua wilayah utama yang berbeda yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman serta beberapa ada yang berasal dari Bukittinggi, Air Bangis dan lain sebagainya.

Pada mulanya, Tiku dikenal hanya berupa satu Kenagarian, namun pada tahun 1952 telah dibagi menjadi tiga Nagari, yaitu Nagari Tiku Selatan, Nagari Tiku Utara dan Tiku V Jorong.

Sementara itu, berdasarkan sejarahnya Tiku sejak abad ke-17 telah beralih menjadi bandar perdagangan yaitu tempat bertemunya para pedagang baik yang berasal dari daerah pedalaman maupun yang berasal dari bandar-bandar dagang sekitar seperti Padang.

Tidak hanya itu, hal demikian kemudian menarik bangsa Eropa dan Timur Tengah seperti Prancis, Inggris, Gujarat dan Arab untuk mengunjungi Tiku yang dikenal melalui komoditi rempah-rempahnya.

Dari sana kemudian terjadinya persaingan antara bangsa Eropa dengan Kerajaan Aceh yang kala itu telah menanamkan pengaruhnya di pantai barat Sumatera salah satunya di Tiku.

Disisi lain, pada abad ke-19 terjadi migrasi penduduk Pariaman yang kemudian mulai banyak datang ke Tiku untuk menetap.

Mereka berasal dari beberapa wilayah seperti Sungai Sariak, Kampung Dalam, Naras dan Sungai Sirah. Bukan hanya sekadar tinggal menetap, penduduk yang berasal dari Pariaman juga membawa serta budaya yang mereka miliki.

Karena hal tersebut Tiku mempunyai persamaan kebudayaan dengan Pariaman yang dikenal dengan istilah kawin bajapuik, yang merupakan tradisi dalam perkawinan di Minangkabau dimana pihak perempuan akan memberikan uang kepada pihak laki-laki sebagai uang jemputan atau dengan kata lain pihak perempuan yang membeli pihak laki-laki.

Seperti halnya daerah Pariaman yang sebagian besar dikenal sebagai wilayah pesisir, Nagari Tiku terutama Tiku Selatan dan sebagian di Tiku V Jorong.

Nagari Tiku Selatan memiliki tujuh jorong, yaitu Jorong Gasan Kaciak, Banda Gadang, Pasa Tiku, Pasia Tiku, Kampung Darek, Pasia Paneh serta Sungai Nibuang.

Dalam hal ini Pantai Tiku merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di berbagai daerah.

Selain sebagai objek wisata, pantai Tiku merupakan sumber mata pencaharian mayoritas masyarakat, terutama yang tinggal disekitar pesisir pantai.

Dalam hal ini, juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau yang sekarang bertransformasi menjadi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang merupakan sarana bagi masyarakat Tiku khususnya pagi para nelayan.

Keberadaan kawasan pesisir ini juga membentuk karakter sosial masyarakat Tiku yang lekat dengan kehidupan bahari.

Aktivitas melaut, pengolahan hasil tangkapan, hingga interaksi di kawasan pantai menjadi bagian dari keseharian yang terus berlangsung turun-temurun, sekaligus menjaga kesinambungan tradisi pesisir di tengah perubahan zaman.

Di samping itu, kini hadir objek wisata baru di Tiku yang dikenal dengan nama Muaro Mati. Objek wisata tersebut merupakan sebuah laguna yang masih termasuk bagian dari Pantai Tiku, Nagari Tiku Selatan.

Bukan hanya sekadar menikmati laguna biasa, para pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan lain yaitu bangunan masjid dengan kubah berwarna merah, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Sirah, yang sekarang telah diberi nama Masjid Istiqomah Sirah.

Sejauh ini penamaan Sirah ini kemudian menjadi ciri khas yang membedakan kubah masjid dengan kubah masjid lain yang ada di Tiku.

Pembangunan Masjid ini telah dimulai sejak tahun 2023 yang kemudian diresmikan oleh Bupati Agam, Andri Warman pada maret 2024.

Dalam hal ini juga dilaksanakannya sholat berjamaah yang pertama sejak peresmiannya. Disisi lain, dalam rentang waktu tahun 2024 juga dilakukan penyempurnaan jalan serta pembangunan jembatan yang kemudian menjadi penghubung ke masjid.

Inilah salah satu hal yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Tiku, bukan hanya menyaksikan keindahan masjid yang berdiri megah, tetapi juga dapat melakukan ibadah dengan nyaman dikala menghabiskan waktu diberbagai tempat spot foto yang ada.

Dengan perpaduan antara nilai sejarah, kekayaan budaya pesisir, serta hadirnya destinasi wisata religi dan alam, Nagari Tiku kian menunjukkan potensinya sebagai kawasan yang layak dikunjungi.

Tiku tidak hanya menawarkan keindahan panorama, tetapi juga cerita panjang tentang peradaban, perjumpaan budaya, dan kehidupan masyarakat yang terus tumbuh seiring waktu.

*)Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini