Gerakan Ekonomi Rakyat, Kopdes Merah Putih Sediakan 1,6 Juta Lapangan Kerja Baru

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Upaya pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat terus direalisasikan. Salah satu yang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yaitu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Presiden Prabowo menargetkan bisa membangun 80.000 Kopdes Merah Putih hingga 2029.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan setiap koperasi desa diperkirakan menyerap sedikitnya 20 tenaga kerja langsung sebagai bagian dari penguatan Ekonomi Rakyat. Dengan target 80.000 koperasi, jumlah pekerja yang terlibat akan mencapai jutaan orang.

“Rata-rata satu koperasi desa Merah Putih akan menyeret tenaga kerja langsung sekitar 20 orang. Jadi kalau 80.000 koperasi terbangun, dia akan menyeret tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta,” ujar Zulkifli Hasan dalam agenda Gerakan Ekonomi Rakyat di Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2/2026) lalu.

Menurutnya, angka tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari berbagai mitra usaha yang terlibat dalam ekosistem koperasi yang menjadi bagian penting dari Ekonomi Rakyat. Mitra tersebut mencakup peternak, penggemukan ayam, pembudidaya bioflok, petani sayur dan buah, hingga pelaku UMKM.

Selain membuka lapangan kerja, Kopdes Merah Putih juga diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat Gerakan Ekonomi Rakyat di tingkat lokal. Zulkifli mencontohkan, implementasi koperasi di wilayah Bantul mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 11–12 persen.

Ia menegaskan, koperasi desa akan berperan penting dalam memotong rantai pasok yang selama ini panjang dan tidak efisien. Kondisi tersebut kerap membuat petani menerima harga rendah, sementara konsumen harus membayar lebih mahal.

“Selama ini rantai pasok dari produsen ke distributor, agen, sampai pengecer terlalu panjang. Akibatnya, petani pendapatannya kecil, tapi harga di konsumen tinggi,” katanya.

Melalui Kopdes Merah Putih, distribusi akan dipangkas sehingga hasil produksi dapat langsung ditampung koperasi di desa, lalu disalurkan ke konsumen atau pasar yang lebih luas. Sistem ini diharapkan membuat harga lebih adil bagi produsen sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki pusat-pusat ekonomi baru melalui koperasi tersebut.

“Indonesia tidak mungkin terang hanya satu obor di Monas. Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan tumbuh di setiap desa,” ujarnya.

Ia optimistis program tersebut akan menjadi peluang besar bagi masyarakat desa, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan kesejahteraan.

Skema Kredit Ringan untuk Nelayan

Sejurus itu pula, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa 30 ribu Koperasi Merah Putih siap berdiri di desa-desa dalam waktu dekat, termasuk di kampung-kampung nelayan.

Koperasi Merah Putih akan memberikan berbagai layanan untuk para nelayan. Di antaranya adalah penyaluran kredit berbunga rendah. Dengan begitu, para nelayan tak perlu meminjam pada rentenir yang membebankan bunga tinggi.

“Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka (nelayan),” kaa Prabowo di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menambahkan, negara harus hadir untuk seluruh rakyat. Selama ini para pengusaha besar sudah menikmati akses pembiayaan berbunga ringan. Harusnya rakyat kecil seperti nelayan juga diberikan.

“Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” ia menegaskan.

Selain akses pembiayaan murah, Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan berbagai barang bersubsidi untuk kebutuhan nelayan.

“Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” Prabowo mengungkapkan.

Modal untuk Koperasi Merah Putih berasal dari Dana Desa. Selama ini, Dana Desa kerap diselewengkan oleh aparatur desa. Agar lebih bermanfaat untuk rakyat, pemerintah sekarang mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk mendukung Koperasi Merah Putih.

“Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri Dana Desa kepada desa-desa kita. Sepuluh tahun sudah kita berikan. Dan sekarang kita akan mengarahkan,” pungkasnya.

Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi fondasi baru pembangunan ekonomi berbasis desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan pembiayaan, akses distribusi yang lebih pendek, serta keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, pemerintah menargetkan koperasi mampu menjadi penggerak utama kemandirian desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini