PADANG, KalibrasiNews.com – Sebanyak 421,19 hektare lahan terbakar berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 9 September 2026.
Pemadaman masih terus dilakukan karena sejumlah wilayah masih menghadapi kebakaran dengan area terdampak yang cukup luas.
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi disebutkan bahwa enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama Satgas Darat dan Satgas Udara yang terus melakukan penanganan di berbagai lokasi.
“Secara total, luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar 421 hektare lebih. Ini tentu merupakan hasil kerja keras tim Satgas Darat maupun Satgas Udara,” ujar Berton saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Penanganan karhutla dilakukan dengan mengerahkan personel dalam jumlah besar.
BNPB mencatat sebanyak 43.951 personel Satgas Darat telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman karhutla sekaligus mencegah api menyebar ke area lain.
Personel tersebut bekerja di sejumlah lokasi sesuai perkembangan kondisi kebakaran.
Selain operasi darat, pemerintah juga memperkuat penanganan melalui jalur udara.
BNPB bersama unsur terkait mengerahkan 17 armada patroli dan 38 armada water bombing.
Armada patroli digunakan untuk memantau perkembangan titik api, sedangkan water bombing membantu melakukan pemadaman dari udara.
Pengerahan armada udara menjadi penting karena tidak seluruh lokasi kebakaran mudah dijangkau melalui jalur darat.
Dari udara, petugas dapat memantau kawasan yang terdampak dan melihat perkembangan titik api secara lebih luas.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Operasi Darat, Udara dan OMC Terus Dioptimalkan
Penanganan karhutla tidak berhenti pada operasi pemadaman.
Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari langkah terpadu untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah prioritas.
Dalam pelaksanaan OMC, penyemaian garam telah dilakukan sebanyak 7.600 kilogram.
Operasi tersebut dijalankan bersama kegiatan pemadaman di darat dan udara untuk membantu menciptakan kondisi yang mendukung upaya pengendalian kebakaran.
“Operasi terpadu, baik operasi darat maupun operasi udara serta OMC, terus dioptimalkan,” kata Berton.
Menurut Berton, penanganan masih dilakukan secara intensif, terutama di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.
Kedua wilayah tersebut masih memiliki area kebakaran yang relatif besar sehingga menjadi perhatian dalam operasi yang berlangsung.
Tim Satgas terus bekerja setiap hari untuk memadamkan lahan yang terbakar.
Upaya tidak hanya diarahkan untuk menghilangkan api, tetapi juga mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.
“Setiap hari banyak area yang sudah berhasil dipadamkan,” ucapnya.
BNPB juga melanjutkan pemantauan terhadap titik api di enam provinsi prioritas.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi di lapangan dan memastikan titik api yang masih aktif dapat segera ditangani.
Langkah ini diperlukan agar kebakaran tidak berkembang menjadi area terdampak yang lebih luas.
Kegiatan pemantauan dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman.
Ketika ditemukan titik api baru atau lokasi yang membutuhkan penanganan tambahan, unsur terkait dapat mengarahkan sumber daya sesuai kondisi di lapangan.
Dengan pola tersebut, penanganan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan tidak hanya berfokus pada area yang sudah terbakar.
Berton menambahkan bahwa koordinasi antara operasi darat, operasi udara, dan OMC akan terus dioptimalkan.
Pemerintah berharap kombinasi ketiga langkah tersebut dapat mempercepat pemadaman sekaligus menekan jumlah titik api yang masih terdeteksi.
“Fokusnya antara lain mengurangi jumlah titik api yang secara aktif dapat ditemukan, dan jumlah tersebut terus dikurangi secara signifikan,” kata Berton.
Penanganan karhutla selanjutnya masih akan dilakukan secara berkelanjutan di wilayah prioritas.
BNPB bersama unsur terkait terus memantau kondisi lapangan, mengerahkan personel, dan menggunakan dukungan armada yang tersedia untuk mengendalikan kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan agar area yang sudah dipadamkan tidak kembali terbakar dan kebakaran baru dapat segera ditangani.
Upaya terpadu ini menjadi bagian dari pengendalian karhutla yang masih berlangsung di enam provinsi.
Pemerintah terus mengarahkan sumber daya berdasarkan perkembangan titik api dan kondisi masing-masing wilayah.
(rel/KalibrasiNews.com)



