3 Simbol yang Warnai Demo BEM Sumbar di DPRD: Keranda Mayat, Lilin dan Grafik Rupiah

PADANG, Kalibrasinews.com – Massa yang mengatasnamakan dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM Sumbar) melakukan aksi demonstrasi sekaligus unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumbar, Senin (15/6/2026).

Pantauan di lapangan, dalam suasana aksi peserta aksi unjuk rasa menyalakan lilin di samping keranda berisi bantal guling dibungkus kain kafan.

Ada satu spanduk berukuran besar yang membentang di depan gerbang utama menarik perhatian publik karena bertuliskan “Indonesia Sekarat”.

Selain menyampaikan tuntutan melalui orasi, massa aksi juga memilih pendekatan visual dan simbolik untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada publik.

Berbagai atribut demonstrasi yang dibawa peserta sengaja dirancang untuk menggambarkan kondisi yang menurut mereka sedang dihadapi masyarakat saat ini.

Fokus teatrikal menggunakan keranda mayat ini menjadi pusat perhatian utama dari jalannya demonstrasi, mengundang sorot kamera aparat maupun masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Khatib Sulaiman.

Aksi demo tersebut juga menarik perhatian sejumlah pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.

Beberapa warga terlihat memperlambat kendaraan untuk melihat langsung rangkaian teatrikal yang ditampilkan mahasiswa.

Sementara itu, sebagian lainnya mengabadikan suasana menggunakan telepon genggam dari sisi jalan maupun trotoar di sekitar kawasan DPRD Sumbar.

Tampak keranda mayat beserta guling putih ini sengaja dihadirkan oleh mahasiswa.

Selain keranda mayat, massa aksi juga membentangkan replika grafik makroekonomi berukuran besar yang memperlihatkan visual tajam mengenai grafik nilai tukar rupiah yang terus merosot.

Sejumlah peserta aksi tampak bergantian menjaga atribut teatrikal yang dipasang di area depan gerbang DPRD Sumbar.

Kehadiran berbagai simbol tersebut membuat demonstrasi tidak hanya diisi penyampaian tuntutan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pesan melalui visual yang mudah menarik perhatian masyarakat.

Suasana tensi mulai tegang menyusul saat para mahasiswa meletakkan properti berupa keranda mayat tepat di barisan paling depan massa berunjuk rasa.

Meski berlangsung di bawah pengawasan aparat keamanan, para peserta demonstrasi tetap berupaya menjaga barisan dan mengikuti arahan koordinator lapangan.

Beberapa kali terlihat petugas dan perwakilan mahasiswa melakukan komunikasi guna memastikan jalannya aksi tetap berlangsung tertib tanpa mengganggu fasilitas publik maupun aktivitas masyarakat sekitar.

Yakni, tepat di depan gerbang pintu masuk gedung DPRD Sumbar.

Tanda grafik rupiah melemah tersebut dipadukan secara simbolis dengan keranda mayat untuk merefleksikan bahwa keterpurukan ekonomi saat ini sedang mengantarkan bangsa menuju liang lahat kehancuran jika tidak segera diselamatkan.

Aksi teatrikal yang ditampilkan mahasiswa beberapa kali menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Khatib Sulaiman.

Tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk mengamati jalannya demonstrasi maupun mendokumentasikan berbagai atribut yang dibawa peserta aksi.

Sementara itu, tampak petugas berseragam lengkap tampak membentuk barikade di balik gerbang kantor DPRD Sumbar guna mencegah massa merangsek masuk ke dalam kompleks gedung tersebut.

Pengamanan yang dilakukan aparat berlangsung cukup ketat mengingat jumlah peserta demo yang terus bertambah menjelang sore hari.

Sejumlah personel ditempatkan di beberapa titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dorong-dorongan ataupun upaya memasuki area gedung yang menjadi objek penyampaian aspirasi.

Suasana aksi sempat berlangsung riuh saat perwakilan orator dari atas mobil komando dan di depan gerbang mulai bergantian menyampaikan orasi politik secara berapi-api.

Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai.

Mereka berharap berbagai isu yang disuarakan dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan di tingkat daerah maupun nasional.

Di sela-sela penyampaian orasi, massa aksi beberapa kali menyuarakan yel-yel secara serentak yang disambut peserta lainnya.

Suara pengeras dari mobil komando terdengar hingga ke ruas jalan sekitar lokasi, sehingga menarik perhatian warga yang melintas maupun pengguna jalan yang berhenti sejenak untuk menyaksikan jalannya demonstrasi.

Aparat kepolisian dari Polresta Padang dan Polda Sumatera Barat pun langsung bersiaga penuh mengamankan area.

Pihak kepolisian pun terus mengimbau massa agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan fasilitas umum.

Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar Kantor DPRD Sumbar masih berada dalam pengawasan aparat keamanan.

Meski diwarnai berbagai simbol dan aksi teatrikal, demonstrasi tetap berjalan dengan pengamanan ketat guna menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas di sekitar lokasi.

(/net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini