Wisatawan Padati Pelabuhan Ulee Lheue dalam Suasana Idulfitri 1447 Hijriah

BANDA ACEH, Kalibrasinews.com — Masyarakat Aceh perlahan mulai bisa bangkit dari bencana yang melanda akhir tahun lalu. Empat bulan pascabencana, wisatawan domestik memadati Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, untuk memeriahkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H.

Ramainya aktivitas di Pelabuhan Ulee Lheue menjadi gambaran nyata meningkatnya mobilitas masyarakat setelah masa pemulihan pascabencana. Arus wisatawan yang terus berdatangan menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap kondisi keamanan dan kenyamanan perjalanan mulai kembali pulih.

Rilis Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI menyebutkan sepeda motor dan mobil tampak berjejer di Pelabuhan Ulee Lheue. Ratusan kendaraan itu adalah milik para wisatawan yang sebagaian besar akan berlibur atau bersilaturahmi dengan sanak saudara di seberang pulau, yakni di Kota Sabang.

Selain menjadi jalur transportasi utama, Pelabuhan Ulee Lheue juga berperan penting sebagai pintu gerbang pariwisata menuju Sabang yang dikenal dengan keindahan alamnya. Lonjakan pengunjung ini turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

(Foto: Bakom RI)
Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil.

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan jumlah pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue ke Pelabuhan Balohan Sabang maupun sebaliknya, meningkat saat Idulfitri.

Kondisi ini membuat pengelola Pelabuhan Ulee Lheue harus bekerja ekstra dalam mengatur arus penumpang dan kendaraan. Pengawasan serta pengaturan jadwal keberangkatan dilakukan secara ketat guna menghindari penumpukan yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

Tercatat kapal cepat speedboat dari Banda Aceh maupun Sabang masing-masing melayani empat trip per hari. Sedangkan kapal ferry melayani lima trip dari kedua wilayah tersebut. Mayoritas penumpang adalah wisatawan domestik dari berbagai kabupaten/kota maupun luar Aceh.

Meningkatnya jumlah penumpang ini juga menjadi indikator bahwa tradisi mudik dan wisata saat Lebaran masih menjadi momentum penting bagi masyarakat. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul sekaligus menikmati waktu liburan bersama.

Husaini memastikan bahwa seluruh petugas maupun fasilitas yang tersedia di pelabuhan telah dipersiapkan secara maksimal untuk melayani lonjakan penumpang yang terjadi selama masa libur Idulfitri.

Termasuk di dalamnya kesiapan pengaturan zonasi parkir yang lebih tertib serta penerapan rekayasa keberangkatan kapal guna menghindari penumpukan antrean.

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghindari antrean panjang, mulai dari penambahan petugas hingga pengaturan alur kendaraan. Hal ini dilakukan agar proses keberangkatan dan kedatangan dapat berjalan lebih tertib dan efisien.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan pelayanan yang terukur terhadap tamu-tamu yang datang, khususnya di Pelabuhan Ulee Lheue yang akan menyeberang ke Sabang,” kata Husaini, dikutip Rabu (25/3).

Pihak pengelola juga mengimbau para penumpang untuk datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

(Foto: Bakom RI)
General Manager PT ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan.

General Manager PT ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan pada jadwal pelayaran dan jumlah penumpang, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap operasional penyeberangan.

“Untuk menambah jumlah alat keselamatan berupa life jacket di atas kapal, kami sudah menyiapkan 150 sampai 200 life jacket yang akan kami sebar ke tiga kapal,” kata Andri.

Selain aspek keselamatan, kenyamanan penumpang juga menjadi perhatian utama yang terus ditingkatkan oleh pihak pengelola.

Berbagai fasilitas seperti ruang tunggu yang lebih representatif, area parkir yang tertata, hingga layanan informasi yang responsif terus dioptimalkan guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

PT ASDP juga terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait dalam mendukung kelancaran operasional penyeberangan.

Upaya ini dilakukan agar seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik, mulai dari proses keberangkatan hingga tiba di tujuan dengan aman.

Koordinasi lintas instansi juga menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan selama masa libur panjang seperti Idulfitri.

Sinergi yang terjalin antara pihak pelabuhan, operator kapal, serta aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan terkendali bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Dengan meningkatnya aktivitas penyeberangan ini, diharapkan sektor transportasi laut di Aceh dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Momentum libur Idulfitri pun menjadi peluang besar untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

(rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini