Padang, KalibrasiNews.com – Masjid Al-Amin Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat (13/2/2026) kemarin diresmikan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran sekaligus menandatangani prasasti peresmian Masjid Al-Amin Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat (13/2/2026).
Masjid Al-Amin di Pondok Pesantren Darul Ulum, berlokasi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.
Kehadiran Masjid Al-Amin di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum tidak hanya menjadi tambahan fasilitas ibadah, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan yang telah lama berkembang di kawasan tersebut.
Dengan keberadaan masjid yang representatif, aktivitas santri seperti salat berjamaah, pengajian rutin, serta pembinaan akhlak dapat berlangsung lebih optimal dan terarah, sekaligus membuka ruang interaksi positif antara pesantren dan masyarakat sekitar yang selama ini turut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.
Rilis Pemko Padang menyebutkan bahwa peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda di Kota Padang.
Pemerintah Kota Padang menilai pembangunan Masjid Al-Amin merupakan langkah strategis dalam mendukung penguatan nilai religius di tengah dinamika perkembangan kota yang semakin modern.
Masjid diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan umat yang tidak hanya berfokus pada kegiatan ritual, tetapi juga edukasi sosial, peningkatan literasi keagamaan, serta penguatan karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai agama dan budaya Minangkabau yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Peresmian Masjid Al-Amin ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Padang sebagai simbol resmi difungsikannya masjid untuk kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan santri serta masyarakat sekitar.
Momentum peresmian Masjid Al-Amin melalui penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Padang menjadi simbol dimulainya peran baru masjid sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih luas.
Kehadiran fasilitas ibadah yang memadai diharapkan dapat meningkatkan semangat santri dan jamaah dalam menjalankan aktivitas keagamaan secara konsisten, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga.
Wako Fadly Amran menegaskan bahwa selain program Padang Juara, Pemerintah Kota Padang juga menggulirkan gerakan Smart Surau sebagai langkah strategis menghidupkan kembali peran surau di tengah kehidupan masyarakat.
“Selain Padang Juara, ada kegiatan Smart Surau. Bagaimana elemen-elemen kembali ke Surau ini betul-betul terwujud di Kota Padang. Seperti Subuh Mubarakah, Remaja Masjid, dan lain-lain,” ujar Fadly Amran.
Program Smart Surau yang digagas Pemerintah Kota Padang diyakini akan semakin kuat implementasinya dengan hadirnya Masjid Al-Amin, karena masjid ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana fungsi surau dan masjid kembali dihidupkan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan seperti Subuh Mubarakah, pembinaan remaja masjid, hingga diskusi keagamaan, diharapkan generasi muda memiliki ruang positif untuk berkembang secara spiritual maupun sosial.
Gerakan kembali ke surau yang ditekankan pemerintah daerah diharapkan menemukan momentum baru melalui aktivitas yang dipusatkan di Masjid Al-Amin, terutama dalam membangun kebiasaan ibadah sejak usia muda.
Lingkungan masjid yang aktif diyakini mampu membentuk karakter disiplin, memperkuat solidaritas sosial, serta menanamkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.
Ia menekankan bahwa gerakan kembali ke surau bertujuan menguatkan jati diri masyarakat yang berlandaskan nilai agama dan budaya, serta menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda.
Fadly Amran juga mengapresiasi donasi dari dua keluarga, yakni keluarga almarhum Bapak Ali Amrin dan keluarga almarhum Bapak Amran, yang diperuntukkan bagi kemanfaatan Masjid Al-Amin dan para santri.
Kontribusi para donatur dalam pembangunan Masjid Al-Amin menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan agama di lingkungan pesantren.
Dukungan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan semangat gotong royong yang mencerminkan nilai kebersamaan serta tanggung jawab sosial dalam menciptakan sarana ibadah yang layak dan bermanfaat bagi banyak pihak.
“Donasi dari dua keluarga ini mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh para santri dan masyarakat sekitar, serta mendorong perwujudan gerakan kembali ke Surau tersebut,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Hj. Maizarnis, Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS., Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan, serta tokoh masyarakat dan para santri Pondok Pesantren Darul Ulum.
Peresmian Masjid Al-Amin menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat yang berkelanjutan.
Diharapkan keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi sumber lahirnya generasi yang religius, berkarakter kuat, serta mampu membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Padang di masa mendatang.
(rel)



