Porprov XVI Tuntas, KONI dan Pemprov Sumbar Evaluasi Total Persiapan PON 2028

PADANG, Kalibrasinews.com – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi berakhir usai berlangsung marathon sejak 2 Oktober lalu.

Pasca penutupan ajang bergengsi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama KONI Sumbar langsung bergerak cepat menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini dirancang sebagai pilar utama untuk membenahi tata kelola kejuaraan, sekaligus mematangkan strategi pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.

Langkah taktis jangka panjang ini mengemuka dalam dialog interaktif ‘Satu Jam jo Gubernur’ di stasiun Pro 1 RRI Padang, Rabu (14/10/2026).

Diskusi bernas bertema ‘Porprov Sumatera Barat, Panggung Atlet Muda Menuju Prestasi Nasional’ tersebut menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Kadispora Sumbar Tasliatul Fuaddi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, yang dipandu oleh presenter Dodik Setyo.

Kedua pimpinan lembaga olahraga daerah tersebut membedah berbagai tantangan strategis secara komprehensif.

Pembahasan dimulai dari keberhasilan Porprov setelah delapan tahun vakum, skema penyebaran lokasi pertandingan di dua belas daerah, keterbatasan anggaran, hingga penetapan tuan rumah berikutnya dan keterbukaan sistem seleksi atlet nasional.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengungkapkan bahwa pembentukan Panitia Besar (PB) Porprov menjadi salah satu terobosan penting untuk memastikan ajang ini benar-benar terwujud.

Langkah tersebut diambil karena Porprov sempat beberapa kali terancam batal akibat kendala anggaran dan teknis.

Selain itu, pola penyebaran lokasi pertandingan ke dua belas kabupaten dan kota diterapkan untuk menyiasati keterbatasan anggaran provinsi.

Dukungan dana provinsi untuk Porprov XVI tercatat sekitar Rp12 miliar, di mana angka ini berada jauh di bawah biaya kejuaraan sebelumnya yang menyedot dana hingga Rp54 miliar sampai Rp55 miliar.

“Ini adalah terobosan kita untuk mengatasi pembatalan Porprov tersebut. Kita tidak ingin ada lagi atlet yang harus menunggu penundaan,” ujar Hamdanus.

Sementara itu, Kadispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menjelaskan tantangan dalam memastikan keikutsertaan daerah.

Memastikan partisipasi seluruh 19 kabupaten dan kota bukanlah perkara mudah di tengah kendala administrasi dan kesiapan anggaran daerah.

Namun melalui pendekatan intensif serta percepatan proses evaluasi APBD Perubahan di tingkat provinsi dari 20 hari dipangkas menjadi 7 sampai 8 hari, seluruh daerah akhirnya bisa menyelesaikan pendaftaran tepat waktu.

Kebijakan KONI Sumbar yang memberikan tambahan waktu pendaftaran melalui aplikasi SiRimau turut membantu daerah menuntaskan persyaratan, dengan Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi daerah pertama yang melengkapi seluruh dokumen SK pendaftaran.

Baca Juga  Pesta Gol di Metropolitano! Atletico Madrid Bungkam Espanyol 4-2, Posisi Empat Besar Makin Kokoh

“Namun, kami meyakinkan kawan-kawan di kabupaten/kota bahwa tidak ada cerita mundur lagi. Alhamdulillah, melalui pendekatan dan kolaborasi bersama, akhirnya seluruh 19 kabupaten/kota mendaftar,” kata Tasliatul.

Strategi Pembinaan Atlet dan Kesiapan Anggaran Menuju PON 2028

Berakhirnya Porprov XVI membuat fokus perhatian beralih ke agenda evaluasi teknis dan penetapan tuan rumah Porprov mendatang melalui musyawarah bersama KONI kabupaten/kota.

Pemprov Sumbar mendorong penetapan tuan rumah dilakukan lebih awal agar daerah memiliki kepastian dalam menyiapkan sarana fisik serta mengintegrasikan alokasi anggaran ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disusun mulai Maret 2027 mendatang demi memperjelas pembagian peran pembiayaan.

Berikut adalah ringkasan manfaat penting serta langkah praktis keberlanjutan pembinaan olahraga Sumatera Barat bagi daerah dan para atlet:

  • Penguatan Basis Data Atlet: Pemprov Sumbar telah mengantongi basis data resmi berisi sekitar 11 ribu atlet potensial sebagai instrumen pemantauan kinerja dan pencegahan mutasi atlet ilegal antardaerah.

  • Transparansi Sistem Seleksi: Hasil kompetisi Porprov dijadikan parameter objektif dan terbuka untuk menjaring atlet berbakat yang siap dikirim ke babak kualifikasi PON.

  • Kepastian Perencanaan Anggaran: Penetapan lokasi tuan rumah lebih awal memberi ruang bagi Pemkab dan Pemko untuk menyiapkan sarana fisik serta dukungan pembiayaan secara terukur dalam RKPD.

  • Peluang Kemitraan Swasta: Membuka skema sponsor dan program bapak angkat melalui dana CSR perusahaan guna menopang kecukupan gizi, nutrisi, vitamin, serta peningkatan fasilitas latihan atlet.

Hamdanus kembali menegaskan bahwa Porprov merupakan penyambung dan salah satu instrumen seleksi untuk membawa atlet naik ke level kejuaraan yang lebih tinggi di kancah nasional secara objektif.

“Program utama kita adalah meningkatkan prestasi Sumatera Barat di luar Porprov. Porprov ini menjadi penyambung untuk membawa atlet kita naik ke level berikutnya,” tegas Hamdanus.

Melalui sinergi terarah antara Pemprov Sumbar, KONI, pemkab/pemko, serta keterlibatan pihak swasta melalui program bapak angkat, evaluasi Porprov XVI diharapkan dapat melahirkan fondasi pembinaan atlet Sumatera Barat yang makin solid, terarah, dan kompetitif dalam merebut medali pada ajang PON 2028 mendatang.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini