PADANG, Kalibrasinews.com — Dua bakal calon (Balon) sekaligus kandidat Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta periode 2026–2030 mengambil formulir pendaftaran.
Kegiatan Mubes Alumni Universitas Bung Hatta tahun ini dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Dengan jumlah alumni yang terus bertambah setiap tahunnya, peran kepemimpinan dinilai semakin strategis dalam menjaga soliditas serta memperkuat kontribusi nyata Universitas Bung Hatta di tengah masyarakat.
Rilis panitia Mubes menyebutkan hingga Rabu (1/4/2026), dua balon itu telah mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta di Ulak Karang, Padang.
Kedua nama tersebut adalah Irwandi, alumni Universitas Bung Hatta Fakultas Perikanan yang juga anggota DPRD Kota Padang serta Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Barat. Irwandi datang langsung ke sekretariat panitia untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua umum.
Dinamika awal yang mulai terlihat dari pengambilan formulir ini mencerminkan tingginya antusiasme para alumni untuk terlibat aktif dalam organisasi. Tidak hanya sekadar kontestasi, proses ini juga menjadi ajang adu gagasan terkait pengembangan jaringan alumni, peningkatan kolaborasi lintas daerah, hingga kontribusi terhadap almamater.

Formulir juga diambil oleh Sonia yang mewakili Nurjafery Tanjung, alumni Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, dengan membawa surat kuasa. Nurjafery diketahui merupakan Ketua DPD Alumni UBH Provinsi Riau sekaligus pengusaha.
Selain itu, formulir juga diambil oleh Sonia yang mewakili Nurjafery Tanjung, alumni Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, dengan membawa surat kuasa. Nurjafery diketahui merupakan Ketua DPD Alumni UBH Provinsi Riau sekaligus pengusaha.
Panitia Mubes Alumni Universitas Bung Hatta 2026 sebelumnya telah membuka masa pengambilan formulir sejak 30 Maret hingga 3 April 2026. Selanjutnya, pengembalian formulir dijadwalkan pada 1–4 April 2026 mendatang.
Dinamika awal yang mulai terlihat dari pengambilan formulir ini mencerminkan tingginya antusiasme para alumni untuk terlibat aktif dalam organisasi. Tidak hanya sekadar kontestasi, proses ini juga menjadi ajang adu gagasan terkait pengembangan jaringan alumni, peningkatan kolaborasi lintas daerah, hingga kontribusi terhadap almamater.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Victor Siagian, menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan dilakukan secara ketat dan objektif sesuai aturan yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan setiap bakal calon memenuhi syarat administratif dan substantif sebelum ditetapkan sebagai calon. Proses ini kami jalankan secara transparan dan profesional,” ujar Victor dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, selain persyaratan umum seperti komitmen terhadap organisasi dan loyalitas kepada negara, terdapat sejumlah syarat khusus yang harus dipenuhi, di antaranya dukungan minimal tujuh pemilik suara sah, memiliki pengalaman organisasi, serta tidak berstatus sebagai dosen di UBH.
Setelah tahap pendaftaran, panitia akan melakukan verifikasi pada 6–7 April 2026, sebelum menetapkan calon resmi pada 8 April 2026.
Ketua Pelaksana Mubes, Henddy Adrian Luthan, menyatakan bahwa aturan pencalonan dirancang untuk memastikan kualitas kepemimpinan alumni ke depan.
“Persyaratan ini penting agar kandidat yang maju benar-benar memiliki legitimasi kuat dan kapasitas untuk memimpin organisasi alumni secara profesional,” kata Henddy.
Henddy juga menegaskan komitmen panitia untuk menjaga netralitas selama seluruh tahapan berlangsung, mulai dari proses pendaftaran, verifikasi berkas, hingga penetapan calon dan pelaksanaan Musyawarah Besar.
Ia memastikan tidak ada keberpihakan kepada salah satu kandidat, serta seluruh keputusan yang diambil akan berlandaskan aturan yang telah disepakati bersama.
“Kami berkomitmen menjaga profesionalitas dan netralitas. Harapannya, Mubes ini berjalan tertib, aman, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memajukan organisasi serta almamater,” ujarnya.
Mubes Alumni UBH dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April 2026 di Caraka Room, Gedung B Kampus I UBH Ulak Karang, Padang.
Sejumlah nama lain juga disebut-sebut berminat maju dalam bursa calon ketua umum, di antaranya Defri Nasli, Joni Haryadi, Mardiansyah.
Mubes ini akan diikuti oleh perwakilan alumni dengan total sekitar 37 pemilik hak suara yang berasal dari unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Cabang (DPC), serta komisariat fakultas.
Secara keseluruhan, jumlah alumni UBH diperkirakan mencapai sekitar 70.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Dengan seluruh tahapan yang telah disusun secara sistematis, Mubes Alumni UBH 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat persatuan alumni secara keseluruhan.
Momentum ini menjadi kesempatan penting untuk membawa organisasi alumni ke arah yang lebih progresif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan almamater serta masyarakat luas.
(/rel)



