Pascasarjana Unand Sukses Gelar ICDM ke-5, 116 Makalah Internasional Diseminarkan

PADANG, Kalibrasinews.com – Seminar Internasional Manajemen Bencana ke-5 (International Conference Disaster Management) atau ICDM 5th resmi ditutup oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, M.Eng., pada Rabu (30/9/2026).

Forum ilmiah internasional ini diselenggarakan oleh Pascasarjana Unand bersama Pusat Studi Bencana (PSB) dan BNPB.

Konferensi tingkat dunia ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari dalam dan luar negeri.

Sebanyak 116 artikel ilmiah internasional berhasil dipaparkan dan diseminarkan selama kegiatan.

Seluruh pemakalah mempresentasikan hasil riset kebencanaan dalam ruang diskusi khusus.

Prof. Febrin Anas Ismail menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran panitia penyelenggara. Apresiasi juga diberikan kepada peserta dan unsur pimpinan di Unand.

Ia menilai forum ilmiah kebencanaan memiliki arti yang sangat krusial bagi wilayah Sumatera Barat.

Menurut Febrin, kawasan Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam.

Daerah ini kerap dijuluki sebagai etalase bencana karena kompleksitas potensi risikonya.

Ranah Minang memiliki ancaman erupsi gunung api, gempa tektonik, tsunami, hingga banjir rob.

Selain itu, ancaman banjir bandang dan tanah longsor juga sering melanda wilayah ini. Bencana hidrometeorologi tercatat menjadi ancaman berulang yang berdampak luas bagi masyarakat.

Kajian akademis dalam konferensi ini diharapkan mampu membantu sistem manajemen bencana daerah.

Konferensi ke-5 ini mengusung tema “Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management”.

Tema ini menggabungkan penggunaan teknologi modern dengan kearifan lokal masyarakat. Pendekatan terpadu tersebut dinilai tepat dalam mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan.

Febrin menegaskan bahwa setiap daerah memiliki kearifan lokal yang teruji oleh waktu. Nilai tradisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan serta menekan dampak bencana.

Penguatan kapasitas lokal menjadi kunci utama kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman alam.

Penyelenggaraan kegiatan ilmiah ini dikawal ketat oleh pimpinan Pascasarjana Unand. Direktur Pascasarjana Unand Prof. Apt. Dr. Henny Lucida memimpin langsung jalannya acara. Ia didampingi oleh Wakil Direktur 1 Dr. Ir. Rusfidra, S.Pt., M.Si.

Narasumber Mancanegara dan Kerja Sama Antardaerah

Konferensi ICDM ke-5 menghadirkan deretan pakar internasional dari berbagai negara. Pakar asing yang hadir antara lain Prof. Saravanan Subbarayan dari National Institute of Technology Tiruchirappalli, India. Hadir pula Dr. Asitha De Silva dari University of Colombo, Sri Lanka.

Baca Juga  125 Peserta Ikuti Kelana Akhir Pekan IV, Nan Tumpah Cari Mentor Tamu

Perwakilan Australia diisi oleh Lucy Dickinson dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Akademisi Malaysia diwakili Prof. Ahmad Safuan A. Rashid dari Universiti Teknologi Malaysia. Sementara dari Filipina hadir Prof. Marlon de Luna Era dari De La Salle University.

Narasumber dalam negeri juga memberikan paparan materi yang berbobot. Materi disampaikan oleh mantan Kepala BNPB Prof. Dr. Syamsul Maarif dari Unhan. Pembicara lainnya adalah Ketua MWA Unand Prof. Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, M.Eng.

Kepala BMKG Prof. Dr. Eng. Teuku Faisal Fathani turut menjadi pembicara kunci. Kehadiran para tokoh ini memperkaya khazanah keilmuan dan strategi mitigasi bencana. Diskusi interaktif mewarnai setiap sesi presentasi utama konferensi.

Ketua Panitia ICDM 5th Prof. Hakam, Ph.D., menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan secara rinci. Ia menyampaikan terima kasih mendalam atas partisipasi aktif para peserta. Kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama kesuksesan agenda internasional ini.

Tim panitia diperkuat para pakar kebencanaan senior Unand. Peneliti tersebut di antaranya Prof. Dr. Fauzan, M.Eng., dan Prof. Dr. Bambang Istijono. Tim riset juga didukung oleh Dr. Rina Yuliet serta Dr. Basril Basyar.

Kelancaran acara juga tidak lepas dari peran asisten riset dan mahasiswa. Mahasiswa dari Jurusan Teknik serta Magister Manajemen Bencana (MMB) terlibat aktif. Mereka mengelola ruang seminar dan mendampingi para pemakalah selama sesi presentasi.

Sesi diskusi dipandu oleh para moderator berpengalaman. Moderator yang bertugas antara lain Prof. Dr. Yonariza serta Ir. Akhmad Suraji, M.T., Ph.D. Tim fasilitator ruang 1 hingga 4 bekerja optimal memandu alur tanya jawab.

Konferensi ini juga menghasilkan kerja sama strategis. Unand menandatangani kerja sama dengan Pemkab Agam dan Padang Pariaman. Penandatanganan MoU dan PKS dilakukan saat pembukaan acara.

Pjs Bupati Agam Benni Warlis dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menandatangani naskah tersebut. Kerja sama ini memperkuat penerapan riset kebencanaan di daerah. Hasil riset akademis diharapkan diterapkan dalam kebijakan publik.

Konferensi ini berhasil merumuskan rekomendasi penting bagi manajemen bencana. Sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal utama mitigasi.

Unand berkomitmen mengawal riset kebencanaan demi keselamatan masyarakat.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini