JAKARTA, KalibrasiNews.com — Imran, siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan, akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menempuh pendidikan di Korea Selatan melalui Program Beasiswa Garuda Gelombang I.
Di balik keberhasilannya diterima di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dengan program studi Electrical Engineering, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai sejak bangku sekolah dasar.
Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia telah menaruh minat besar pada dunia robotika.
Ketertarikan itu terus diasah hingga jenjang SMA, di mana ia mulai mengembangkan berbagai inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di Indonesia.
Ketekunan Imran dalam mendalami bidang robotika membuatnya aktif mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baginya, proses belajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui eksplorasi, riset, dan praktik langsung untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa teknologi dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, ia terus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Semangat belajar yang konsisten menjadi bekal penting dalam mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik dunia.
Kesempatan tersebut akhirnya terbuka setelah berhasil memperoleh Beasiswa Garuda.
Salah satu fokus yang ia tekuni adalah pengembangan teknologi robotik untuk membantu penanganan dampak bencana alam.
Baginya, teknologi tidak hanya harus canggih, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,” ujarnya usai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026 di Jakarta pekan ini, dikutip pada Minggu (12/7).
Bagi Imran, Beasiswa Garuda bukan hanya tiket menuju kampus impian, tetapi juga menjadi jawaban atas kekhawatiran yang selama ini membayangi mimpinya untuk kuliah di luar negeri.
“Untuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Program Beasiswa Garuda memberikan dukungan pembiayaan secara menyeluruh.
Mulai dari kebutuhan sebelum keberangkatan seperti biaya buku, hingga seluruh kebutuhan selama menjalani studi di Korea Selatan.
Menurut Imran, dukungan pembiayaan yang diberikan melalui Beasiswa Garuda memberikan rasa tenang bagi para penerima sehingga mereka dapat lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan di luar negeri.
Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan, program tersebut juga menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani mengejar kesempatan belajar di kampus-kampus terbaik dunia.
Ia menilai keberadaan program seperti ini sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa diharapkan mampu kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahlian masing-masing.
Harapan tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Ia ingin ilmu yang diperoleh nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, Imran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia.
Menempuh pendidikan di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) menjadi langkah besar dalam perjalanan akademik Imran untuk memperdalam ilmu di bidang teknik elektro dan robotika.
Ia berharap dapat memanfaatkan seluruh kesempatan belajar, penelitian, serta kolaborasi dengan para akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara selama berada di Korea Selatan.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,” pungkasnya.
Kisah Imran menjadi salah satu contoh bahwa mimpi yang dibangun sejak usia dini dapat terwujud melalui kerja keras, konsistensi, dan dukungan pendidikan yang tepat.
Melalui Beasiswa Garuda, ia kini selangkah lebih dekat untuk mengembangkan inovasi di bidang robotika yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Perjalanannya juga menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar di tingkat internasional.
(/rel)



