Kawal Kualitas Porprov XVI Sumbar 2026, FIK UNP Turunkan Tim Monev

PADANG, Kalibrasinews.com – Setelah mengalami kevakuman kompetisi selama 8 tahun, ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 akhirnya kembali diselenggarakan untuk menjaring atlet.

Kembalinya perhelatan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut ternyata membawa nuansa yang berbeda berkat hadirnya proses pengawasan akademik secara sangat ketat.

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang secara resmi mengambil peran strategis dengan menerjunkan tim khusus untuk memantau kelancaran kejuaraan tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Nurul Ihsan, membenarkan langkah strategis institusinya saat dijumpai di sela kepadatan acara.

“Dalam rangka pelaksanaan Porprov 2026 ini yang sudah delapan tahun tidak terlaksana, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang menurunkan tim untuk memonitoring dan mengevaluasi kegiatan pelaksanaan Porprov 2026 ini,” ujar Prof Nurul di sela kegiatan Porprov.

Ia menjelaskan secara rinci bahwa tujuan utama monitoring ini adalah memberikan penilaian objektif serta rekomendasi demi kemajuan pembinaan prestasi olahraga daerah.

“Tujuannya tak lain tak bukan bagaimana nantinya memberikan sebuah penilaian, sebuah rekomendasi nantinya dan mudah-mudahan rekomendasinya dapat ditindaklanjuti dan dimanfaatkan oleh stakeholder pemangku kebijakan baik dari Dispora, baik dari KONI sendiri maupun kabupaten kota,” tegasnya.

Guna memastikan proses pengawasan berjalan komprehensif serta mampu menjangkau 19 kabupaten dan kota, pihak kampus membagi personel ke dalam 3 kelompok.

“Tim pertama itu wilayahnya adalah Padang, Padang Pariaman, kemudian Pariaman dan Pesisir Selatan. Kemudian tim kedua turun di Limapuluh Kota, Bukittinggi, Pasaman dan Payakumbuh. Dan tim terakhir, tim ketiga itu di Solok Selatan, Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya,” rincinya.

Kendati dihadapkan pada sebuah kendala jarak geografis laut, proses pengawasan untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap akan berjalan secara optimal melalui sistem daring.

“Mentawai pun tak luput dari penilaian FIK UNP. Namun karena keterbatasan personil dan berbagai hal kita akan melaksanakan secara daring saja. Artinya kita melemparkan nanti instrumen yang telah disusun oleh Bu Riska selaku Ketua Gugus Penjamin Mutu,” katanya.

Lima Sasaran Evaluasi Ilmiah dan Rekomendasi

Demi mendapatkan sebuah potret penyelenggaraan yang utuh, Prof Nurul merinci 5 elemen krusial yang dijadikan sebagai sasaran utama dalam proses penilaian akademik:

  • Kinerja jajaran panitia pelaksana terkait kelancaran seluruh tahapan kegiatan dan kesiapan fasilitas arena pertandingan.

  • Kondisi para atlet untuk memantau tingkat kepuasan layanan panitia serta penciptaan iklim kompetisi adil.

  • Kesiapan tenaga pelatih dalam memberikan pendampingan maksimal kepada atlet selama menjalani nomor perlombaan provinsi.

  • Transparansi pengelolaan acara dan manajemen penyelenggaraan secara menyeluruh agar sesuai dengan standar tingkat nasional.

  • Dampak perekonomian yang dirasakan secara langsung oleh kalangan masyarakat luas di sekitar lokasi arena kejuaraan.

Baca Juga  Resmi Dilepas ke Porprov XVI Sumbar, IPSI Kota Padang Siap Tampil Maksimal

“Yang menjadi sasaran kita bukan hanya panitia saja, yang menjadi sasaran kita adalah atlet sendiri, kemudian pelatih, kemudian masyarakat yang terdampak, kemudian adalah pelaksana sendiri ditambah manajemennya. Artinya ada lima sasaran dari monitoring kita mudah-mudahan lima sasaran ini memberikan gambaran utuh bagaimana pelaksanaan,” ujarnya.

Langkah gerak cepat tim akademisi ini juga dilandasi prosedur resmi serta telah menjalin koordinasi langsung bersama panitia penyelenggara maupun pengurus organisasi olahraga.

“FIK UNP berterima kasih kepada PB Porprov dan KONI yang telah memberikan izin kepada kita. Artinya kegiatan ini bukan kegiatan ilegal tapi kegiatan ini legal dalam rangka mencari sebanyak mungkin data terkait pelaksanaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penjamin Mutu FIK UNP, Riska, menegaskan bahwa seluruh instrumen metode pengawasan kejuaraan tersebut telah teruji secara ilmiah.

“Pihaknya menyiapkan instrumen ini bukan secara begitu saja, jadi kita akan ada melaksanakan validasi juga oleh ahli sehingga instrumen yang kita siapkan ini betul-betul sudah sesuai dengan standarnya, dengan SOP-nya, sehingga layak untuk digunakan sebagai instrumen untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan,” ujar Riska.

“Adapun tujuannya nanti kita akan melihat hasil ini supaya nanti pelaksanaan ke depannya bisa lebih baik lagi dari yang sekarang, sehingga kita lebih optimal dalam pelaksanaannya,” tambahnya.

Menanggapi sebuah inisiatif bantuan pengawasan edukatif tersebut, Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, merespons secara positif dengan memberikan apresiasi yang sangat tinggi.

“Terimakasih banyak atas bantuan FIK UNP yang telah melaksanakan evaluasi Porprov. Namun demikian pelaksanaan Porprov ini sungguh banyak kekurangan di tengah kondisi keterbatasan yang terjadi. Akan tetapi, penilaian dari FIK UNP bisa menjadi rujukan nantinya bagi KONI Sumbar, untuk pelaksanaan Porprov selanjutnya di 2028,” tutup Editiawarman.

Sinergi yang terbangun erat antara dunia olahraga dan kalangan akademisi kampus ini diharapkan mampu menjadi landasan kuat bagi perbaikan tata kelola penyelenggaraan.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini