TEHERAN, KalibrasiNews.com — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan akan terus menjalin komunikasi dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di seluruh kota di Iran menyusul serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyasar negara tersebut.
Siaran pers (press release) Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, yang diterima Redaksi pada Sabtu (28/2/2026) menyebutkan Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan Roy Soemirat mengatakan, komunikasi dua arah tersebut penting agar KBRI dapat memberikan layanan bantuan dan perlindungan yang tepat sesuai kebutuhan WNI di Iran.
“Konsentrasi KBRI Teheran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran, di seluruh kota,” ujar Roy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (28/2).
Hingga Sabtu siang waktu setempat, tercatat 329 WNI telah melaporkan diri dan terdata secara resmi di KBRI Teheran.
KBRI juga telah menghubungi simpul-simpul WNI di berbagai kota, dan sejauh ini mereka menyatakan tidak mengalami ancaman langsung.
KBRI Teheran di Iran juga terus memantau perkembangan situasi keamanan melalui koordinasi intensif dengan otoritas setempat serta perwakilan diplomatik negara sahabat guna memastikan informasi yang diterima tetap akurat dan dapat segera ditindaklanjuti apabila terjadi eskalasi situasi.
Meski demikian, Roy mengimbau para WNI di Iran tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan diri serta keluarga masing-masing.
Kemudian, KBRI Teheran juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jakarta terkait perkembangan situasi keamanan.
“Update-update selanjutnya akan diberikan secara berkala melalui Kementerian Luar Negeri, khususnya melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri,” tutup dia.
Sebelumnya, KBRI Teheran telah menerbitkan surat imbauan kepada WNI terkait perkembangan kondisi keamanan di Iran.
Dalam surat tersebut, WNI diminta aktif memberikan pembaruan informasi situasi keamanan di wilayah masing-masing melalui grup koordinasi.
Selain itu, WNI juga diimbau untuk mematuhi peraturan dan arahan dari otoritas keamanan setempat.
Sebagai informasi, WNI di Iran dapat menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehehan di nomor +98 902 466 8889 bila berada dalam situasi darurat.

Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza
Sebelumnya, dari pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat, pekan lalu diumumkan bahwa Indonesia akan menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi Gaza.
ISF dibentuk dengan tujuan menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina. Indonesia bergabung dalam ISF bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Hal ini disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers.
“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” kata Jasper.
Ia menambahkan, ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan.
ISF diberi mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi.
Indonesia bakal mengirimkan 8.000 personel TNI sebagai bagian dari ISF di Gaza. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.
Dalam rapat perdana BoP ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, khususnya di Gaza Palestina.
“Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil,” tegas Prabowo.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan dalam misi stabilisasi internasional tetap mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan fokus pada upaya perdamaian, perlindungan kemanusiaan, serta stabilitas kawasan yang berkelanjutan sesuai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia juga menegaskan, niat inti Indonesia bergabung dengan Board of Peace yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus digaungkan kepada negara-negara di dunia.
“Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” tegas Prabowo.
(/rel)



