PADANG, Kalibrasinews.com – Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Barat atau Biddokkes Polda Sumbar menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan yang memfokuskan pada pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker payudara (Ca Mammae) dan kanker serviks (Ca Serviks).
Penyuluhan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit kanker yang kerap berkembang tanpa gejala awal yang jelas.
Dalam banyak kasus, kanker payudara maupun kanker serviks baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah.
Oleh karena itu, edukasi seperti ini dinilai krusial untuk menekan angka kasus melalui pendekatan preventif.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai IV Gedung Hoegeng, Mapolda Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Rilis Bid Humas Polda Sumbar menyebutkan acara yang mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB kali ini diikuti dengan antusias oleh 84 peserta yang terdiri dari personel Polri dan ASN di lingkungan Polda Sumbar.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu kesehatan, khususnya terkait kanker, semakin menjadi perhatian di lingkungan institusi kepolisian.
Hal ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran individu terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga, terutama dalam menghadapi penyakit yang memiliki risiko tinggi dan berdampak jangka panjang.
Guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, Biddokkes menghadirkan dua pakar medis sebagai narasumber, yakni Prof Dr dr Wisma Arif Harahap, SpB (K), MKes dalam kapasitas Pakar Bedah Onkologi, yang mengupas tuntas mengenai Ca Mammae dan dr Primadella, SpOG selaku Spesialis Obgyn, yang memberikan edukasi terkait bahaya dan pencegahan Ca Serviks.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko kanker.
Pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan rutin menjadi langkah sederhana namun efektif dalam upaya pencegahan.
Selain itu, vaksinasi dan skrining berkala juga disebut sebagai bagian penting dari strategi deteksi dini, khususnya untuk kanker serviks.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan kesehatan jangka panjang para personel serta keluarganya.
“Kesehatan adalah aset utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Penyakit kanker payudara dan serviks merupakan ancaman serius yang sering kali terlambat dideteksi. Melalui penyuluhan ini, kami ingin membekali personel dengan pengetahuan yang tepat agar mereka lebih sadar akan pentingnya early warning atau deteksi dini,” ujar AKBP dr Faisal.
Konsep deteksi dini atau early warning menjadi kunci dalam penanganan kanker secara efektif.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Hal ini juga berimplikasi pada efisiensi biaya pengobatan dan peningkatan kualitas hidup pasien.
Kabiddokkes juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko fatalitas akibat penyakit degeneratif di kalangan anggota.
Upaya menekan angka fatalitas tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kesadaran individu dalam mengenali gejala awal.
Banyak kasus kanker yang sebenarnya dapat ditangani lebih cepat apabila pasien tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang muncul.
Edukasi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk mengubah pola pikir tersebut.
“Jangan menunggu sakit baru bertindak. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, kami berharap para peserta dapat menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan mandiri maupun medis,” tegasnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Biddokkes Polda Sumbar ini berjalan lancar dan interaktif.
Interaksi aktif antara peserta dan narasumber menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini, karena memberikan ruang diskusi yang lebih terbuka.
Para peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran mereka secara langsung, sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih relevan dengan kondisi masing-masing individu.
Selain mendengarkan paparan materi, para peserta juga diberikan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi langsung mengenai gejala dan langkah preventif yang harus diambil.
Konsultasi langsung seperti ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman praktis peserta.
Mereka dapat mengetahui langkah konkret yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemeriksaan mandiri hingga kapan harus melakukan pemeriksaan medis lanjutan.
Pendekatan ini membuat edukasi kesehatan menjadi lebih aplikatif dan tidak sekadar teoritis.
Kegiatan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas giat rutin Biddokkes dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri yang sehat dan tangguh.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan di kalangan anggota Polri dan ASN, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas dengan kondisi fisik yang optimal
(/rel)



