PARIS, Kalibrasinews.com — Usai merampungkan kunjungan kenegaraannya ke Rusia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan agenda ke Prancis, Selasa (14/4).
Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi menyebutkan kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomasi tingkat tinggi yang tidak hanya berfokus pada hubungan bilateral, tetapi juga memperluas peluang kerja sama lintas sektor yang berdampak langsung terhadap pembangunan nasional.
Pemerintah Indonesia melihat momentum ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara maju di Eropa.
“Presiden melanjutkan agenda lawatan ke Prancis dan bertemu dengan Presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron,” dikutip dari Instagram @prabowo.
Prabowo bertemu Macron di Istana Élysée, Paris. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Macron membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas yang akan menguntungkan kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara juga menekankan pentingnya stabilitas kawasan dan kerja sama global di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Indonesia dan Prancis dinilai memiliki kesamaan pandangan dalam mendorong perdamaian dunia serta memperkuat tatanan internasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif,” kutip @prabowo.
Kerja sama di bidang pertahanan menjadi salah satu fokus utama, mengingat kebutuhan Indonesia untuk terus memperkuat sistem pertahanan nasional yang modern dan adaptif.
Selain itu, pengembangan industri pertahanan dalam negeri juga menjadi perhatian agar Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga mampu menjadi produsen dalam jangka panjang.
Di sektor ekonomi kreatif, kedua negara melihat potensi besar dalam kolaborasi berbasis inovasi dan budaya.
Prancis yang dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif dunia diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan sektor ini di Indonesia, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akses pasar global.
Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Eropa dalam pengembangan kerja sama bilateral yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara.”
Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan dan riset juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Pertukaran pelajar, kolaborasi antar universitas, serta pengembangan penelitian bersama dinilai mampu memperkuat hubungan jangka panjang antara kedua negara, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Prabowo tiba di Paris pada Senin (13/4) pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Hubungan Indonesia dan Prancis selama ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, baik dari sisi perdagangan maupun investasi.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan akan lahir kesepakatan-kesepakatan baru yang lebih konkret, khususnya dalam mendorong investasi di sektor-sektor prioritas nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kerja sama antara Indonesia dan Prancis juga menunjukkan peningkatan di sektor perdagangan dan investasi, termasuk pada industri strategis seperti energi, manufaktur, dan teknologi.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa hubungan kedua negara tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis mencerminkan langkah aktif Indonesia dalam memainkan peran strategis di kancah internasional.
Pendekatan diplomasi yang dilakukan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diarahkan pada hasil nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan pembangunan nasional.
Momentum pertemuan ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor dan pelaku usaha terhadap stabilitas serta arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Dengan komunikasi yang intensif antara pemimpin negara, berbagai peluang kerja sama yang sebelumnya masih bersifat wacana dapat segera direalisasikan menjadi program konkret yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, pemerintah Indonesia diharapkan terus memanfaatkan momentum diplomasi ini untuk memperkuat posisi di tingkat global.
Dengan sinergi kerja sama yang semakin luas dan terarah, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas nasional, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan peluang pertumbuhan baru di tengah tantangan global yang terus berkembang.
(/rel)



