PADANG, KalibrasiNews.com – Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Barat melaporkan hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar.
Dalam kejuaraan tersebut, petinju Sumbar meraih satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu.
Siaran pers Humas KONI Sumbar yang diterima redaksi KalibrasiNews.com pada Rabu (28/10/2026) menyebutkan, pertemuan pengurus Pertina dan KONI Sumbar berlangsung pada Selasa.
Namun, tanggal pertemuan dalam naskah sumber perlu dipastikan kembali karena tertulis 28 September 2026.
Ketua Pengprov Pertina Sumbar, Efendi, didampingi Ketua Harian Binson Simbolon dan Sekretaris Hadi, menyampaikan hasil yang diraih para petinju dalam Kejurnas tersebut.
Medali emas disumbangkan Zera Agustina dari kelas 50 kilogram putri.
Dua medali perak diraih M. Afandi pada kelas 48 kilogram putra dan M. Sidik di kelas 60 kilogram putra.
Sementara itu, dua medali perunggu diperoleh Yoga Pratama dari kelas 60 kilogram putra dan Syaif Qhalik di kelas 54 kilogram putra.
Rincian prestasi petinju Sumbar dalam Kejurnas tersebut meliputi:
- Emas: Zera Agustina, kelas 50 kg putri.
- Perak: M. Afandi, kelas 48 kg putra; M. Sidik, kelas 60 kg putra.
- Perunggu: Yoga Pratama, kelas 60 kg putra; Syaif Qhalik, kelas 54 kg putra.
“Patur disyukuri atas hasil prestasi yang diperoleh saat ini. Capaian tersebut membuktikan bahwa tinju Sumbar mulai bangkit kembali dan bisa bersaing dengan petinju lainnya,” tuturnya
Ketua Harian Pertina Sumbar, Binson Simbolon, berharap petinju berprestasi dari Ranah Minang bisa masuk dalam program pembinaan KONI Sumbar.
Menurutnya, dukungan pembinaan diperlukan agar persiapan atlet lebih terarah menjelang Babak Kualifikasi (BK) PON yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
“Seluruh petinju kita potensial untuk bisa lolos ke PON. Sebagai mantan petinju saya melihat dari stamina maupun teknik mereka, sepadan dengan petinju dari Sumut dan wilayah timur,” ungkapnya
Pembinaan dan Target Menuju PON 2028
Binson menilai para petinju Sumbar memiliki potensi untuk bersaing pada tahapan kualifikasi.
Ia berharap hasil Kejurnas dapat menjadi dorongan bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengapresiasi capaian Pertina Sumbar pada Kejurnas tersebut.
Menurutnya, hasil itu menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga tinju Sumbar dan upaya pembinaan atlet daerah.
Hamdanus menyatakan usulan Pertina Sumbar terkait pembinaan atlet akan diakomodasi.
Ia mengatakan KONI Sumbar berkomitmen membina atlet berprestasi untuk dipersiapkan menghadapi BK PON.
“KONI Sumbar sudah menjalankan Pelatprov berjalan. Bahkan sistem promosi degradasi juga diberlakukan,” ucap Hamdanus.
Ia mengingatkan para petinju agar tidak cepat berpuas diri dengan medali yang telah diraih.
Para atlet diminta terus mematangkan kesiapan agar dapat bersaing pada BK PON dan berpeluang lolos ke PON 2028.
“Kami juga mengharapkan dari 20 emas target Sumbar di PON 2028 mendatang, juga bisa disumbangkan para petinju kita nantinya,” pungkasnya.
Capaian lima medali tersebut menjadi modal bagi Pertina Sumbar untuk memperkuat persiapan atlet.
Meski demikian, keberhasilan di Kejurnas perlu diikuti pembinaan berkelanjutan, peningkatan teknik, serta kesiapan fisik agar para petinju mampu menjaga konsistensi saat menghadapi lawan yang lebih kompetitif.
Bagi atlet, tahapan menuju PON tidak hanya bergantung pada hasil satu kejuaraan.
Program latihan yang terukur, evaluasi pertandingan, dan kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan.
Dengan dukungan organisasi dan pelatih, Pertina Sumbar berharap lebih banyak petinju daerah mampu bersaing dalam seleksi nasional.
KONI Sumbar sendiri menyebut program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) berjalan telah diterapkan, termasuk sistem promosi dan degradasi.
Mekanisme tersebut menjadi bagian dari evaluasi atlet berdasarkan perkembangan dan kesiapan mereka.
Pertina diharapkan dapat memanfaatkan proses pembinaan ini untuk menyiapkan petinju terbaik menuju BK PON 2027.
Dengan target Sumbar meraih 20 medali emas pada PON 2028, kontribusi cabang tinju diharapkan dapat memperkuat peluang kontingen daerah.
Hasil Kejurnas menjadi awal yang positif, tetapi pencapaian berikutnya akan ditentukan oleh konsistensi latihan, kesiapan atlet, dan hasil seleksi pada tahapan kualifikasi.(rel)



