PADANG, Kalibrasinews.com — Kontingen Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali dari cabang olahraga esports dalam ajang olahraga internasional bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Prestasi gemilang kali ini disumbangkan oleh atlet esports game Pokémon Unite, di mana tim nasional Indonesia berhasil merebut medali perak setelah menyajikan pertarungan sengit hingga babak final saat berhadapan langsung dengan tim tuan rumah Jepang.
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi disebutkan bahwa raihan medali perak ini menjadi catatan sejarah baru bagi dunia olahraga elektronik Tanah Air.
Pasalnya, keikutsertaan Indonesia pada nomor game Pokémon Unite dalam ajang Asian Games merupakan penampilan perdana, namun para atlet muda nasional langsung sanggup menembus babak puncak dan meraih podium.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang para atlet.
Ia menilai pencapaian tersebut amat luar biasa karena game Pokémon sendiri merupakan karya orisinal dari negara tuan rumah, Jepang, yang memiliki tradisi serta ekosistem industri esports sangat kuat di kawasan Asia.
“Hari ini koleksi medali kita bertambah lagi, satu medali dari cabang olahraga esports. Yang kita tahu game ini adalah buatan Jepang, tetapi anak-anak muda kita pada penampilan perdana bertanding langsung berhasil menyabet medali perak dari game Pokémon,” ujar Todotua memberikan keterangan resminya terkait raihan membanggakan tersebut.
Todotua menambahkan bahwa perjuangan para atlet di partai final patut diacungi jempol.
Meskipun berhadapan dengan tim tuan rumah yang didukung penuh publik sendiri, skuad Merah Putih tampil tanpa rasa gentar dan memberikan perlawanan maksimal hingga laga berakhir.
Pihak CdM berkomitmen terus memberikan dukungan penuh agar seluruh atlet menjaga konsentrasi selama berkompetisi di Nagoya.
“Di final memang bertemu dengan Jepang, tetapi para atlet Indonesia sudah memberikan yang terbaik dan menyajikan perlawanan yang sangat sengit. Jadi kita sangat bersyukur karena koleksi medali kita bertambah,” tegas Todotua mempertegas komitmen penuh kontingen dalam mendampingi seluruh perjuangan atlet Indonesia.
Perjalanan 20 Tahun Judha dan Strategi Pelatnas Pokémon Unite

Judha Raja Panggabean, Kapten tim dari cabang olahraga esports nomor Pokémon Unite.
Di balik kesuksesan raihan medali perak tersebut, tersimpan cerita perjuangan dan dedikasi panjang dari para atlet, salah satunya sang kapten tim, Judha Raja Panggabean.
Pada laga final beregu lima lawan lima melawan Jepang, Indonesia sempat unggul lebih dulu dengan merebut game pertama dan nyaris mengamankan game keempat sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-3.
“Dikit lagi harusnya kita bisa memenangkan game empat lalu lanjut ke game lima,” ungkap Judha usai laga. Keberhasilan meraih medali perak ini telah melampaui target awal tim yang semula hanya membidik medali perunggu. Persiapan matang, kepercayaan antar-pemain, serta eksekusi taktik yang disiplin menjadi kunci utama keberhasilan mereka menembus partai puncak.
Bagi Judha pribadi, medali perak Asian Games ini merupakan puncak dari ketekunannya mendalami dunia game kompetitif selama dua dekade.
Ia mulai menggemari dunia esports sejak masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar pada tahun 2006 dengan memainkan game Dota 1.
Konsistensi selama 20 tahun membawanya hingga ke panggung tertinggi olahraga Asia.
“Aku mendalami games atau esports sejak kelas 6 SD, 20 tahun yang lalu mungkin, tahun 2006. Game pertama aku Dota 1,” kenang Judha. Ia rajin mempelajari berbagai perkembangan game seluler dan menganalisis gaya bermain tim luar negeri. Dari pengalaman tersebut, Judha memahami bahwa di level internasional, kemampuan individu saja tidak cukup tanpa kekompakan tim yang solid.
Kekompakan skuad Indonesia dibangun melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama 60 hari.
Dalam masa persiapan intensif tersebut, Judha bekerja keras bersama empat rekannya, yakni Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, dan Denny Ardianyanto, di bawah arahan tim pelatih untuk menyusun strategi, pemilihan karakter, dan penyelarasan peran di dalam game.
Hasil pemusatan latihan terbukti ampuh sepanjang babak penyisihan hingga fase gugur.
Indonesia tampil impresif dengan menumbangkan Singapura dan Hong Kong di fase grup dengan skor 2-1, dilanjutkan kemenangan mutlak 2-0 atas Malaysia di perempat final, serta menaklukkan Filipina 2-0 pada partai semifinal sebelum melangkah ke babak final.
Atas raihan bersejarah ini, Judha berpesan kepada generasi muda Indonesia agar tidak ragu menekuni hobi dengan sungguh-sungguh karena hobi yang dijalani secara profesional dapat membuka jalan meraih prestasi luar biasa.
(/KalibrasiNews)



