BUKITTINGGI, KalibrasiNews.com – Sejumlah wartawan menggelar doa bersama di pelataran Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Jumat (11/9/2026) menjelang Salat Magrib.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas insan pers terhadap lima wartawan yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Para wartawan yang mengikuti kegiatan itu berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi dan pengurus PWI Provinsi Sumatra Barat.
Mereka berkumpul di salah satu kawasan yang menjadi ikon Kota Wisata Bukittinggi untuk bersama-sama mendoakan keselamatan rekan seprofesi yang hingga kini masih dalam pencarian.
Doa bersama tersebut digelar setelah jajaran PWI Kota Bukittinggi menyelesaikan rangkaian pelantikan kepengurusan periode 2026-2029.
Kepengurusan baru itu dipimpin Asrial Gindo sebagai ketua bersama jajaran pengurus lainnya.
Pelantikan PWI Kota Bukittinggi berlangsung pada Jumat siang di Istana Bung Hatta yang berada di kawasan pusat kota.
Setelah kegiatan tersebut selesai, sejumlah pengurus dan anggota PWI kemudian melanjutkan kebersamaan mereka di kawasan Jam Gadang menjelang waktu Magrib.
Momentum itu dimanfaatkan untuk menyampaikan dukungan moral bagi keluarga lima wartawan yang belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Selain itu, doa juga ditujukan kepada awak kapal yang berada bersama mereka ketika menjalankan perjalanan untuk melakukan peliputan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat.
Para anggota PWI yang hadir memanjatkan doa agar proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh wartawan serta awak kapal yang hilang kontak dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Doa bersama dipimpin Ketua PWI Kota Bukittinggi Asrial Gindo bersama Ketua PWI Sumbar Widya Navies.
Keduanya didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Rommi Delfiano, serta Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie.
Sejumlah pengurus PWI Kota Bukittinggi yang baru saja dilantik juga ikut hadir.
Mereka di antaranya wakil ketua, sekretaris, serta pengurus dari sejumlah seksi yang menjadi bagian dalam kepengurusan periode baru tersebut.
PWI Berharap Lima Wartawan Segera Ditemukan

Anggota PWI menggelar doa bersama.
Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyebut doa bersama di pelataran Jam Gadang merupakan wujud kepedulian sekaligus solidaritas sesama wartawan.
Menurutnya, kondisi yang dialami mereka menjadi perhatian bersama di kalangan insan pers, terutama karena mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Kita semua wartawan PWI berharap lima wartawan yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Widya Navies di Bukittinggi kemarin.
Ia mengatakan proses pencarian masih dilakukan oleh petugas gabungan.
Operasi tersebut menjadi harapan utama untuk mengetahui keberadaan mereka dan awak kapal yang sampai saat ini belum berhasil ditemukan.
Widya Navies juga menyampaikan doa bagi seluruh personel yang terlibat dalam pencarian.
Menurutnya, keselamatan petugas juga perlu menjadi perhatian karena proses pencarian berlangsung di kawasan perairan yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sampai sejauh ini lanjutnya, para petugas masih berupaya untuk melakukan pencarian.
“Oleh karena itu, kita juga mendoakan mereka, para petugas senantiasa dalam keadaan sehat dalam melakukan pencarian hingga membuahkan hasil nantinya,” harapnya.
Lima wartawan tersebut dilaporkan hilang kontak ketika hendak menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kontak dengan mereka dilaporkan terputus pada Senin (7/9/2026).
Setelah laporan kehilangan kontak diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir wilayah perairan yang diperkirakan berkaitan dengan lokasi terakhir keberadaan mereka.
Upaya tersebut terus dilakukan untuk menemukan kelima wartawan sekaligus awak kapal yang ikut dalam perjalanan.
Sejumlah pemberitaan media massa sebelumnya juga melaporkan perkembangan pencarian tersebut.
Namun, hingga Jumat (11/9/2026) malam, belum ditemukan titik terang mengenai keberadaan mereka yang hilang kontak.
Situasi tersebut membuat dukungan dari sesama insan pers terus mengalir.
Bagi PWI Bukittinggi dan PWI Sumbar, doa bersama di Jam Gadang menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap rekan-rekan mereka yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Selain berharap kelima wartawan segera ditemukan, kegiatan itu juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan jurnalistik di lapangan memiliki berbagai risiko.
Karena itu, keselamatan wartawan ketika menjalankan tugas menjadi perhatian penting bagi sesama pekerja pers.
Melalui doa tersebut, jajaran PWI berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan segera menemukan hasil.
Mereka juga berharap seluruh wartawan dan awak kapal yang hilang kontak dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat. (*)



