PADANG, KalibrasiNews.com – Perwakilan Tourism Malaysia Medan, Deputy Director Puan Nor Hasni Saidin, dijadwalkan menghadiri Pelantikan sekaligus Upgrading Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi periode 2026–2029.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, pukul 14.00 WIB di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi.
Kehadiran Tourism Malaysia Medan menjadi bagian dari hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dengan sejumlah wartawan di Sumatra Barat, khususnya dalam publikasi sektor pariwisata dan kebudayaan.
Ketua Terpilih PWI Kota Bukittinggi periode 2026–2029, Asrial Gindo, menjadi salah satu pihak yang dinilai aktif membangun komunikasi dengan Tourism Malaysia Medan.
Wartawan Harian Singgalang Padang dan Topsatu.com tersebut bersama sejumlah wartawan Bukittinggi lainnya turut mendukung berbagai agenda promosi pariwisata yang dilaksanakan pihak Tourism Malaysia Medan.
Kerja sama itu salah satunya terlihat melalui keterlibatan wartawan dalam kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) yang digelar pada sejumlah kesempatan.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada media untuk mengenal secara langsung destinasi maupun potensi pariwisata yang dipromosikan.
Dari kegiatan tersebut, informasi yang diperoleh kemudian dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan.
Publikasi media dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan destinasi wisata sekaligus memperluas informasi mengenai kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing daerah.
Hubungan yang terbangun antara media dan Tourism Malaysia Medan pun tidak hanya berkaitan dengan kepentingan publikasi.
Komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan turut membuka peluang untuk membicarakan bentuk kerja sama lain yang memiliki manfaat bagi masyarakat di Sumatra Barat maupun Malaysia.
Dorong Reaktivasi Kota Kembar Bukittinggi–Negeri Sembilan
Kehadiran Tourism Malaysia Medan dalam agenda PWI Kota Bukittinggi juga diharapkan menjadi momentum untuk membicarakan kembali hubungan bersejarah antara Bukittinggi dengan Negeri Sembilan, Malaysia.
Asrial Gindo menyebut hubungan kota kembar tersebut pernah terjalin dengan baik sejak beberapa dekade lalu.
Kerja sama itu pada awalnya melibatkan unsur KNPI, PWI, dan Pemerintah Kota Bukittinggi yang bersama-sama membangun hubungan sosial dan kebudayaan dengan Negeri Sembilan.
“Kerja sama Kota Kembar Bukittinggi dan Negeri Sembilan sebenarnya sudah terjalin sangat baik sejak beberapa dekade lalu, yang diinisiasi bersama oleh unsur KNPI, PWI, dan Pemerintah Kota Bukittinggi. Bahkan sebagai penanda sejarah dan wujud eratnya ikatan sosial-budaya tersebut, di Bukittinggi pernah dibangun Tugu Kota Kembar,” ujar Asrial Gindo.
Menurutnya, hubungan tersebut kemudian tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya setelah sejumlah tokoh yang menjadi penggagas kerja sama tersebut meninggal dunia.
Mereka di antaranya Almarhum Nasrul Fitra dan Marhalim Syam dari unsur Pemerintah Kota, Maderizal dari KNPI, serta Osman Purban dari PWI.
Terhentinya komunikasi tersebut membuat hubungan kota kembar yang sebelumnya memiliki sejarah panjang ikut mengalami kevakuman.
Karena itu, kepengurusan baru PWI Kota Bukittinggi diharapkan dapat menjadi salah satu pintu untuk kembali membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait di Malaysia.
Upaya menghidupkan kembali kerja sama tersebut juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui sektor sosial, budaya, dan pariwisata.
Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan hubungan masyarakat serta dapat menjadi sarana memperkuat interaksi antardaerah.
“Untuk menghidupkan kembali kerja sama yang sarat histori sejarah ini—baik di bidang sosial, budaya, maupun pariwisata—kami sangat berharap melalui perwakilan Konsulat dan Tourism Malaysia Medan dapat membantu memfasilitasi serta menjembatani re-aktivasi kerja sama Kota Kembar Bukittinggi–Negeri Sembilan di masa mendatang,” harapnya.
Selain menjadi bagian dari hubungan antarlembaga, reaktivasi kerja sama kota kembar juga berpotensi membuka ruang pertukaran kegiatan kebudayaan, promosi destinasi, kunjungan antardaerah, hingga kolaborasi publikasi.
PWI Kota Bukittinggi dapat mengambil peran melalui jaringan media yang dimiliki untuk memperkenalkan kembali hubungan tersebut kepada masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, hubungan Bukittinggi dan Negeri Sembilan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah.
Kerja sama tersebut dapat kembali dikembangkan dalam bentuk kegiatan yang relevan dengan kebutuhan kedua daerah, terutama dalam bidang pariwisata dan kebudayaan.
Pelantikan pengurus PWI Kota Bukittinggi periode 2026–2029 pun diharapkan menjadi salah satu momentum untuk membuka kembali komunikasi tersebut.
Kehadiran Tourism Malaysia Medan sekaligus memperlihatkan adanya peluang memperluas kemitraan antara dunia pers, pariwisata, dan kebudayaan lintas negara. (*)



