PADANG, KalibrasiNews.com — KONI Sumatera Barat mempercepat penerapan digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan Porprov.
Langkah tersebut dilakukan untuk membangun sistem satu data olahraga yang terintegrasi di seluruh wilayah Sumbar.
Melalui sistem digital, data atlet dan pelatih diharapkan dapat dihimpun secara lebih lengkap dan mudah diperbarui.
Informasi yang tersedia nantinya tidak hanya mencakup identitas, tetapi juga asal daerah, tempat latihan, rekam prestasi serta berbagai data pendukung lainnya.
Program tersebut dibahas dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan itu diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Tasriatul Fuadi.
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus juga hadir dalam kegiatan tersebut untuk membahas kesiapan Porprov.
Data Olahraga Mulai Beralih ke Sistem Digital
Tasriatul Fuadi mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mendorong penggunaan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga.
Menurutnya, keberadaan basis data yang terintegrasi akan membantu melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lebih menyeluruh.
Informasi mengenai atlet dapat ditelusuri berdasarkan daerah asal, lokasi latihan hingga pencapaian yang telah diraih.
Kondisi tersebut dinilai akan mempermudah proses pemantauan sekaligus membantu penyusunan program pembinaan olahraga.
“Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul.
Ia menilai pola pengelolaan data secara manual sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan organisasi olahraga saat ini.
Perubahan tersebut diperlukan agar informasi dapat diperoleh lebih cepat dan digunakan sebagai bahan dalam mengambil keputusan.
“Sekarang bukan masanya lagi kita menggunakan data secara manual. Digitalisasi data sudah menjadi kebutuhan. Semua bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya.
Tasriatul juga berharap sistem yang dibangun mampu mengurangi perbedaan informasi antara KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota.
Dengan data yang dikelola dalam satu sistem, setiap pihak dapat memiliki acuan yang sama ketika membutuhkan informasi.
“Kalau datanya sudah terintegrasi dan dikelola secara digital, simpang siur data tidak akan ada lagi. Kita memiliki data yang sama dan bisa mengaksesnya sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penerapan satu data KONI Sumbar.
Kehadiran admin dari seluruh kabupaten/kota diharapkan dapat menyamakan pola pengelolaan administrasi di tingkat daerah.
“Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla.
Digitalisasi Didorong Bersamaan dengan Persiapan Porprov
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menilai kehadiran seluruh admin daerah menunjukkan keseriusan KONI dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ia menyebut digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi bagian dari kebutuhan organisasi dalam menjalankan komunikasi dan pekerjaan secara lebih efektif.
“Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus.
Menurutnya, sistem digital juga dapat menjadi sarana komunikasi yang menghubungkan KONI Sumbar dengan seluruh KONI kabupaten/kota.
Dengan pola kerja tersebut, penyampaian informasi maupun pembaruan data diharapkan berlangsung lebih cepat.
“Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya.
Di tengah pembenahan administrasi tersebut, Hamdanus meminta seluruh KONI kabupaten/kota tetap menjaga fokus pada persiapan Porprov XVI Sumbar 2026.
Ajang olahraga tingkat provinsi itu dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026.
Sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk pemasangan baliho dan latihan atlet.
Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota ikut mendorong percepatan evaluasi APBD di daerah masing-masing melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran.
Menurutnya, kepastian anggaran menjadi salah satu unsur penting yang harus diselesaikan agar berbagai kebutuhan pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai tahapan.
Porprov XVI juga dipandang sebagai bagian dari momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga Sumbar.
Setelah agenda tersebut, Sumbar akan menghadapi sejumlah event olahraga nasional, antara lain PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja.
Sumatera Barat juga dipercaya KONI Pusat menjadi tuan rumah Korwil Sumatera pada 2027.
Selain itu, terdapat rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Negara Serumpun yang berpotensi menghadirkan sejumlah cabang olahraga.
Karena itu, KONI Sumbar menilai pembenahan tata kelola harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi.
Digitalisasi administrasi diharapkan bukan hanya menggantikan pencatatan manual, tetapi menjadi dasar pengelolaan olahraga yang lebih tertib, cepat, terukur dan terintegrasi. (*)



