PADANG, Kalibrasinews.com – Rangkaian peringatan 70 tahun atau Lustrum XIV Universitas Andalas (UNAND) diisi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan akademik dan kebangsaan.
Salah satunya melalui kuliah umum Lemhannas RI Goes to Campus yang digelar di Convention Hall Kampus UNAND Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily.
Dalam agenda itu, Ace Hasan didampingi Sestama Lemhannas Komjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Sumbar.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema penguatan karakter kebangsaan serta kesadaran geopolitik generasi muda.
Topik itu dinilai relevan dengan kondisi dunia yang terus mengalami perubahan, mulai dari persaingan antarnegara, perkembangan teknologi hingga berbagai tantangan global yang turut berdampak terhadap Indonesia.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, PhD, sebelumnya menyampaikan komitmen kampus untuk membentuk insan perguruan tinggi yang memiliki karakter kebangsaan.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki rasa cinta terhadap tanah air sekaligus pemahaman mengenai posisi Indonesia dalam dinamika global.
Kesadaran geopolitik menjadi salah satu hal yang dinilai penting bagi generasi muda.
Pemahaman tersebut dibutuhkan agar mahasiswa tidak hanya melihat berbagai persoalan dari sudut pandang akademik, tetapi juga mampu memahami kepentingan bangsa dalam menghadapi perubahan dunia.
“Momentum 70 tahun atau Lustrum ke-14 UNAND menjadi spesial dengan rangkaian kegiatan yang bermakna dan berharga sehingga bermanfaat bagi almamater,” ujar Rektor Efa saat doorstop bersama awak media seusai Kuliah Umum Lemhannas di Kampus UNAND Limau Manis Kota Padang, Kamis (3/9/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan mahasiswa mengikuti kegiatan kuliah umum dengan antusias.
Suasana berlangsung khidmat, sementara sejumlah insan pendidik UNAND turut menyimak materi yang disampaikan dalam program Lemhannas RI Goes to Campus tersebut.
Generasi Muda dan Ketahanan Nasional
TB Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa perubahan geopolitik dunia, persaingan antarnegara serta perkembangan teknologi membuat tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks.
Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami kepentingan nasional.
Hal tersebut disampaikan Ace Hasan ketika memberikan kuliah umum Lemhannas RI Goes to Campus di UNAND.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 20 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar, perwakilan kampus serta mahasiswa.
Menurut Ace Hasan, mahasiswa merupakan kelompok yang akan memegang peranan dalam menentukan arah bangsa pada masa mendatang.
Karena itu, lingkungan perguruan tinggi dinilai menjadi tempat strategis untuk memperkuat pemahaman mengenai kebangsaan dan ketahanan nasional.
“Tujuan dari kegiatan Lemhannas RI Goes to Campus adalah kami ingin perguruan tinggi, khususnya generasi muda yang berkuliah di universitas atau berbagai institusi pendidikan lainnya, memiliki spirit kebangsaan dan dimantapkan nilai-nilai kebangsaannya,” kata Ace Hasan.
Ia juga menekankan bahwa pembahasan mengenai ketahanan nasional tidak lagi sebatas persoalan pertahanan maupun kekuatan militer.
Ketahanan sebuah negara turut dipengaruhi kualitas sumber daya manusia, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, perubahan demografi hingga kemampuan membaca arah geopolitik.
“Kita tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa sekarang ini tentu tidak mudah,” ujar Ace seraya menyebut tantangan tersebut mencakup geopolitik, geoekonomi, persaingan antarnegara, perubahan struktur demografi, perubahan iklim hingga disrupsi teknologi.
Teknologi Jadi Tantangan Baru
Perkembangan teknologi menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan tersebut.
Menurut Ace Hasan, kemajuan teknologi tidak hanya mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memengaruhi cara sebuah negara mengelola berbagai kepentingannya.
Kondisi itu membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis ketika menghadapi informasi dan berbagai persoalan yang berkembang.
Mahasiswa juga dituntut memahami persoalan bangsa dalam konteks yang lebih luas agar tidak mudah melihat perubahan global secara parsial.
Melalui program Lemhannas RI Goes to Campus, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap tantangan yang akan dihadapi Indonesia.
Bagi UNAND, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun yang diharapkan memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
(Emil/Kalibrasinews.com)



