PADANG, KalibrasiNews.com — Sebanyak 75 atlet dari 14 daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Indonesian Woodball Association (IWBA) Sumatera Barat 2026 yang berlangsung di Padang, 30 Agustus hingga 2 September 2026.
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar.
Selain menentukan atlet terbaik di tingkat provinsi, Kejurprov IWBA Sumbar juga dimanfaatkan sebagai ajang pemanasan menjelang Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Jarak pelaksanaan kedua agenda tersebut hanya sekitar satu bulan sehingga hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet maupun daerah peserta.
Ketua Pengprov IWBA Sumbar, Prof. Anton Komaini, mengatakan Kejurprov merupakan agenda rutin organisasi yang digelar secara mandiri.
Untuk tahun ini, kejuaraan tersebut menjadi agenda perdana IWBA Sumbar dalam rangkaian pembinaan atlet.
“Kejurprov ini merupakan agenda rutin Pengprov IWBA Sumbar dan tahun ini menjadi kejuaraan perdana yang kita laksanakan. Pelaksanaannya kita dukung secara mandiri sebagai bagian dari komitmen pembinaan atlet woodball di Sumatera Barat,” kata Anton.
Menurut Anton, pertandingan tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara.
Kejuaraan juga diperlukan untuk melihat perkembangan atlet setelah menjalani proses latihan serta menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Kita terus mendorong atlet IWBA Sumbar untuk mengikuti berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Karena itu, Kejurprov ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan dan kesiapan atlet kita,” ujarnya.
Tujuh Nomor Jadi Gambaran Menuju Porprov
Kejurprov IWBA Sumbar 2026 mempertandingkan tujuh nomor yang juga akan dipertandingkan dalam Porprov XVI Sumbar.
Kesamaan nomor pertandingan membuat kejuaraan ini memiliki arti penting sebagai simulasi sebelum atlet menghadapi persaingan antardaerah pada Oktober mendatang.
“Kita mempertandingkan tujuh nomor yang sesuai dengan nomor yang akan dipertandingkan di Porprov. Jadi, Kejurprov ini bisa menjadi gambaran bagi kita untuk melihat kesiapan atlet menghadapi Porprov nanti,” tutur Anton.
Dengan komposisi 75 atlet dari 14 daerah, persaingan pada Kejurprov diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan masing-masing daerah.
Atlet juga memiliki kesempatan menguji kemampuan dalam situasi pertandingan sebelum tampil pada Porprov.
Kejurprov secara resmi dibuka Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Minggu (30/8/2026).
Pembukaan yang berlangsung di FIK UNP Lubuk Buaya tersebut ditandai dengan pemukulan bola pertama.
Hamdanus menilai Kejurprov menjadi kesempatan penting bukan hanya bagi atlet, tetapi juga wasit dan perangkat pertandingan.
Mereka dapat menggunakan kompetisi tersebut sebagai bagian dari pematangan sebelum pelaksanaan Porprov XVI Sumbar.
“Ini kesempatan terbaik bagi atlet, wasit dan perangkat pertandingan sebelum turun di Porprov XVI Sumbar. Sebulan lagi Porprov, sehingga Kejurprov ini bisa menjadi gambaran sejauh mana kesiapan mereka,” kata Hamdanus.
Ia berharap seluruh atlet yang bertanding mampu menampilkan kemampuan terbaik.
Hasil yang diperoleh nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum Porprov.
“Harapan kita tentu atlet yang paling siap yang nantinya tampil dan berprestasi di Porprov,” ujarnya.
Pelatprov Jadi Jalur Menuju PON 2028
Hamdanus yang didampingi Ketua Pelatprov Risky Syahputra dan Kabid Humas Hendri Parjiga menjelaskan bahwa KONI Sumbar telah menjalankan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sejak Januari 2026.
Program tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju PON NTT-NTB 2028.
Pelatprov diikuti atlet dan pelatih yang memiliki catatan prestasi pada PON Aceh-Sumut 2024.
Selain itu, atlet yang berhasil meraih medali emas pada sejumlah kejuaraan nasional maupun internasional juga menjadi bagian dari program tersebut.
Untuk cabang olahraga woodball, peluang masuk dalam program Pelatprov masih terbuka.
Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah kemampuan atlet meraih medali emas pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, Kejurprov IWBA Sumbar dapat menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan atlet woodball.
Selain mengejar prestasi pada tingkat provinsi, atlet juga dituntut menunjukkan perkembangan yang dapat menjadi bekal untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.
Bagi IWBA Sumbar, keberadaan kompetisi secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan.
Atlet membutuhkan pengalaman pertandingan agar kemampuan teknis, mental, dan strategi dapat terus berkembang.
Dengan melibatkan 75 atlet dari 14 daerah serta mempertandingkan tujuh nomor yang akan digunakan pada Porprov, Kejurprov IWBA Sumbar 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesiapan kontingen masing-masing daerah.
Kompetisi ini pun tidak sekadar mencari juara.
Kejurprov menjadi ruang evaluasi bersama bagi atlet, pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan sebelum menghadapi Porprov XVI Sumbar yang semakin dekat.
(rel/KalibrasiNews.com)



