Bocah 4 Tahun Asal Sumbar Ini Berjuang Lawan Leukemia Langka

PADANG, KalibrasiNews.com – Bocah asal Sumatera Barat (Sumbar), Kalandra Muhammad Azis, yang baru berusia 4 tahun 8 bulan seharusnya menikmati hari-hari dengan bermain, berlari, dan mengenal dunia di sekitarnya.

Namun, kondisi kesehatan membuat sebagian besar waktunya justru dihabiskan untuk menjalani pengobatan dan perawatan medis.

Perjuangan tersebut telah dijalani Kalandra selama sekitar satu tahun tujuh bulan.

Bocah yang memiliki KTP Bukittinggi dan kini berdomisili di Kota Padang itu harus menghadapi penyakit serius yang tergolong langka sejak usia yang masih sangat kecil.

Informasi yang diterima Redaksi KalibrasiNews.com pada Selasa (25/8/2026) menyebutkan, saat ini Kalandra tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Ia didampingi sang ibu, Mardiyah Khairani, sementara ayahnya, Azis Wahyudi, tetap berada di kampung halaman di Sumbar untuk bekerja sekaligus berusaha memenuhi kebutuhan pengobatan putranya.

Kalandra Hadapi Leukemia Langka

Azis Wahyudi mengatakan, putra semata wayangnya tersebut harus berhadapan dengan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL), salah satu jenis leukemia akut yang tergolong sangat langka.

“Kalandra harus berhadapan dengan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL), salah satu jenis leukemia akut yang tergolong sangat langka,” katanya pada Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan penjelasan dokter di Rumah Sakit Kanker Dharmais, penyakit tersebut menyerang sumsum tulang dengan memproduksi sel darah putih secara berlebihan.

Sel-sel yang diproduksi dalam kondisi tersebut tidak berkembang secara sempurna sehingga dapat memenuhi ruang yang seharusnya ditempati sel darah sehat.

Kondisi itu membuat tubuh Kalandra harus menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kesehatan.

Ia pun membutuhkan rangkaian pengobatan serta perawatan dalam waktu yang panjang dan tidak mudah bagi seorang anak seusianya.

Selama menjalani perawatan di Jakarta, Kalandra harus terpisah dari ayahnya.

Mardiyah bersama Kalandra menetap di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan, sedangkan Azis tetap berada di kampung halaman Sumbar untuk bekerja dan mencari nafkah.

Jarak antara Sumbar dan Jakarta tersebut menjadi bagian lain dari perjuangan keluarga kecil itu.

Di satu sisi, sang ibu harus mendampingi Kalandra selama menjalani perawatan.

Di sisi lain, ayahnya terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mencari jalan agar pengobatan sang anak dapat terus berlanjut.

Baca Juga  ISPU Padang Capai 353, Sistem Belajar Daring Diterapkan Disdikbud Padang 9-11 September 2026

Butuh Pengobatan ke Luar Negeri

Perjuangan Kalandra kini memasuki tahap yang lebih berat.

Berdasarkan keterangan keluarga, dokter menyarankan agar ia menjalani transplantasi sumsum tulang sebagai bagian dari penanganan penyakit yang dideritanya.

Namun, keluarga menghadapi kendala karena tindakan medis tersebut belum tersedia di rumah sakit di Indonesia untuk kondisi penyakit Kalandra.

Karena itu, berdasarkan arahan medis yang diterima keluarga, Kalandra perlu mendapatkan tindakan lebih lanjut di luar negeri.

Persoalan biaya kemudian menjadi tantangan besar berikutnya.

Kebutuhan pengobatan dan tindakan medis di luar negeri membutuhkan dana yang sangat besar, sementara kondisi ekonomi keluarga belum mampu menanggung seluruh biaya tersebut.

“Kami tidak menyerah. Tapi tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini,” ujar Azis Wahyudi dengan lirih.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga Kalandra berharap masyarakat Sumbar dan masyarakat luas dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan.

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu Kalandra mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan dan melanjutkan perjuangannya menghadapi penyakit tersebut.

Bagi keluarga, bantuan yang diberikan bukan hanya soal nominal.

Setiap dukungan menjadi bagian dari perjuangan mereka untuk membawa Kalandra melewati masa pengobatan yang panjang dan memberikan kesempatan bagi sang anak untuk kembali menjalani kehidupan seperti anak-anak seusianya.

Keluarga berharap kepedulian masyarakat Sumbar serta masyarakat luas dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Kalandra dan orang tuanya.

Di tengah panjangnya proses pengobatan, dukungan moral dan materi dari masyarakat menjadi hal yang sangat berarti bagi keluarga asal Sumbar yang tengah berjuang tersebut.

Bantuan untuk Kalandra dapat disalurkan melalui Bank BRI nomor rekening 738401012113539 atas nama Mardhiyah Khairani, ibu Kalandra Muhammad Azis.

Informasi maupun konfirmasi bantuan dapat dilakukan dengan menghubungi ayah Kalandra, Azis Wahyudi, melalui nomor 082382368674.

“Semoga bantuan dari masyarakat dapat mendukung Kalandra menjalani pengobatan dan tindakan medis yang dibutuhkannya.”

Dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi Kalandra dan keluarganya menghadapi setiap tahapan pengobatan.

(rel/KalibrasiNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini