Cak Imin Sebut UMKM Punya Peran Besar bagi Ekonomi

JAKARTA, Kalibrasinews.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga sekaligus memperluas kelas menengah di Indonesia.

Siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi menyebutkan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan, pelatihan, penciptaan pasar, hingga program penciptaan lapangan kerja.

“Hari ini saya akan melaporkan semua tanggung jawab pekerjaan saya sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, mulai dari mengatasi kemiskinan, program-program pemberdayaan dan target-target penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas UMKM,” kata Cak Imin sebelum menghadap Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/5) sore.

Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memperluas ruang pertumbuhan ekonomi rakyat melalui program pembangunan 1.001 titik pasar rakyat yang diharapkan mampu membuka akses pasar lebih luas bagi para pelaku UMKM di berbagai daerah.

“1.001 titik pasar rakyat untuk mendorong para pelaku UMKM menemukan pasar-pasar yang lebih bergairah. Subsidi di bidang pelatihan dan juga akses permodalan yang akan terus kita dorong,” jelas Cak Imin.

Keberadaan pasar rakyat dinilai tidak hanya penting sebagai tempat transaksi ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha dan memperkenalkan produk lokal agar lebih dikenal.

Pemerintah berharap pembangunan pasar tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah terus tumbuh.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui pelatihan usaha dan kemudahan akses pembiayaan.

Menurut Cak Imin, pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat, terutama di daerah.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan para pelaku usaha kecil tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas melalui dukungan yang lebih konkret dari berbagai sektor.

Salah satu instrumen yang terus didorong yakni penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, KUR terus meningkat dan akan terus kita tingkatkan untuk UMKM kita,” imbuhnya.

Ia menilai peningkatan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Dengan dukungan modal yang lebih mudah dijangkau, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas usaha, menambah tenaga kerja, hingga meningkatkan daya saing produk di pasar.

Tak hanya memperkuat UMKM, pemerintah juga menyiapkan generasi tenaga kerja berikutnya melalui program SMK Go Global yang ditujukan untuk memperluas akses kerja lulusan SMK ke luar negeri, terutama bagi lulusan dari wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

“SMK Go Global terus bertambah setiap hari jumlah yang berangkat, dengan pendampingan, bantuan, pelatihan, dan target-target terutama lulusan SMK di Desil 1. Desil 1 yang paling daerah-daerah paling miskin,” ujarnya.

Cak Imin menyebut target program tersebut mencapai 500 ribu lulusan hingga 2029, dengan sasaran minimal 70 hingga 80 ribu peserta pada tahun ini.

Negara tujuan kerja sama meliputi Jepang, Korea, Timur Tengah, Amerika Serikat, hingga kawasan Eropa Barat dan Eropa Timur.

Program tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan SMK dari keluarga kurang mampu.

Selain meningkatkan keterampilan kerja, pemerintah ingin para peserta memiliki pengalaman dan penghasilan yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

Menurut Cak Imin, pemerintah saat ini juga menjalankan program “10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas” untuk memperkuat UMKM sekaligus menciptakan kelas menengah baru yang lebih kuat dan produktif.

“Ya, kita punya program 10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas. Salah satunya agar UMKM kita tumbuh dan melahirkan kelas menengah yang kuat, yang tumbuh,” katanya.

Pemerintah menilai penguatan kelas menengah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki usaha produktif dan pekerjaan tetap, daya beli masyarakat diharapkan ikut meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih merata.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, pemerintah berharap pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara ekonomi.

Dukungan terhadap akses pasar, pembiayaan, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kelas menengah yang lebih kuat dan berdaya saing di masa depan.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini