KLATEN, Kalibrasinews.com – Jembatan peninggalan kolonial Belanda yang sudah lama tak terpakai di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) siap direvitalisasi lewat program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Siaran pers (Press release) Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi, Sabtu (18/4/2026) menyebutkan dari uraian Kades Kranggan, Arjito, yang menuturkan jembatan tersebut dulunya merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Kranggan dan Desa Leles di Kecamatan Manisrenggo, bahkan hingga menuju DI Yogyakarta.
Karena itu, ia dan warga sekitar senang sekali dengan realisasi jembatan gantung yang baru ini.

Kades Kranggan, Arjito
“Harapannya digunakan warga masyarakat, kaitannya dengan jalur penghubung antara Desa Kranggan dan Leses. Dan juga nanti ke Yogyakarta. Ini kan jalan yang sangat vital sekali untuk Desa Kranggan dan Desa Leses,” kata Arjito saat diwawancara di lokasi, Sabtu pekan lalu.
Arjito bercerita jembatan di Desa Kranggan ini sudah lama rusak dan perbaikannya sudah diajukan sejak 13 tahun lalu.
Selama ini warga yang mau menuju Desa Leles harus memutar jalan hingga sejauh 2 kilometer (KM).
Kondisi tersebut selama ini tidak hanya berdampak pada efisiensi waktu tempuh warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas harian yang bergantung pada konektivitas antardesa.
Akses yang harus memutar membuat mobilitas masyarakat menjadi kurang efektif, terutama bagi warga yang menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, beraktivitas ekonomi, mengakses layanan pendidikan, hingga kebutuhan sosial lainnya.
Karena itu, rencana revitalisasi jembatan dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur penghubung, tetapi juga bagian dari upaya memulihkan akses vital yang lama terhambat dan selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
“Kami selama 13 tahun menunggu,” ucap dia.

Anggota Babinsa Desa Kranggan, Sersan Kepala (Serka) Ali
Anggota Babinsa Desa Kranggan, Sersan Kepala (Serka) Ali, mengungkapkan awalnya ia dan tim ditugaskan untuk mendata jembatan di wilayah tugas mereka.
Lalu, mereka menemukan salah satu jembatan peninggalan zaman Belanda yang sudah lama tak terpakai dan mengajukannya ke Kodim Klaten agar masuk dalam program Jembatan Garuda.
“Di wilayah saya ada jembatan peninggalan Belanda, terus pada waktu pemakaiannya kurang lebih sudah 13 tahun tidak dipakai. Alhamdulillah kami data, kami laporkan ke Stapter Kodim, Alhamdulillah di-acc untuk pembuatan Jembatan Gantung Garuda Perintis,” ujar Ali.
Ali juga mengatakan jembatan ini tak hanya menyambungkan antardesa, tapi juga antarkota dan antarprovinsi.
Dari sisi pembangunan wilayah, fungsi penghubung yang lebih luas tersebut memberi nilai strategis karena keberadaan jembatan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk membuka kelancaran akses menuju kawasan yang selama ini bergantung pada jalur alternatif yang lebih jauh.
Infrastruktur penghubung seperti ini juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi warga, memperlancar distribusi barang skala lokal, hingga memudahkan mobilitas masyarakat yang memiliki keterkaitan aktivitas dengan wilayah lain, termasuk akses menuju DI Yogyakarta sebagaimana disebut warga.
Dampak semacam ini menjadikan revitalisasi jembatan memiliki manfaat yang melampaui fungsi fisik semata.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas program pembangunan jembatan ini.
Ia berharap jembatan ini bermanfaat bagi warga setempat.
Selain menjawab kebutuhan akses masyarakat, revitalisasi jembatan juga dapat dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali infrastruktur lama yang sebelumnya memiliki nilai historis sekaligus fungsi strategis.
Jembatan peninggalan era kolonial yang sempat tidak terpakai kini berpotensi kembali berfungsi sebagai jalur penting bagi aktivitas warga.
Dalam perspektif yang lebih luas, pemanfaatan kembali infrastruktur semacam ini juga mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak selalu dimulai dari nol, tetapi dapat melalui optimalisasi aset lama yang masih memiliki nilai guna bagi masyarakat.
“Sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Jembatan Gantung Garuda Perintis di wilayah binaan saya. Semoga dengan dibangunnya Jembatan Gantung Garuda Perintis, bermanfaat bagi warga binaan saya,” katanya.
Revitalisasi jembatan di Desa Kranggan memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar dapat memberi dampak langsung terhadap mobilitas, konektivitas, dan aktivitas masyarakat di tingkat desa.
Setelah lebih dari satu dekade menunggu, realisasi jembatan ini menjadi harapan baru bagi warga untuk kembali memiliki akses yang lebih efisien dan mendukung berbagai kebutuhan sehari-hari.
Dengan fungsi strategis yang menghubungkan antardesa hingga antarwilayah, program ini dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat akses masyarakat sekaligus mendorong manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
(/rel)



