MOSKOW, Kalibrasinews.com – Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Kosmonaut untuk Presiden Vladimir Putin dan rakyat Rusia.
Ucapan selamat itu disampaikan Prabowo kepada Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.
Press Release Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menyebutkan ucapan penuh persahabatan ini menandai kedekatan hubungan bilateral antara kedua negara di tengah dinamika ketegangan geopolitik global.
Hal ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, serta menjalin persahabatan dengan semua negara.
Momentum peringatan Hari Kosmonaut tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi luar angkasa Rusia, tetapi juga menjadi titik refleksi bagi dunia tentang pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas negara.
Indonesia melihat peringatan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan diplomatik yang berbasis saling menghormati dan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.
“Saya tahu bahwa kalau tidak salah, baru kemarin ya, 12 April, adalah Hari Kosmonautika bagi Rusia. Itu sangat besar pengaruhnya di dunia,” kata Prabowo.
Salah satu pengaruh dari Hari Kosmonaut juga terjadi di Indonesia. Warga Indonesia bahkan memberi nama anak mereka dengan nama-nama besar Rusia.
“Banyak orang Indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak,” ujar Prabowo.
Fenomena penggunaan nama-nama tokoh luar angkasa seperti Gagarin di Indonesia menunjukkan besarnya pengaruh sejarah eksplorasi antariksa terhadap budaya global.
Hari Kosmonaut menjadi salah satu momen yang memperkuat ingatan kolektif masyarakat dunia terhadap pencapaian tersebut.
Hal ini sekaligus mencerminkan bagaimana peristiwa ilmiah dapat melampaui batas geografis dan menjadi bagian dari identitas sosial di berbagai negara.
Hari Kosmonaut adalah hari internasional untuk merayakan keberhasilan penerbangan luar angkasa pada 12 April 1961.
Adapun Hari Kosmonaut diperingati setiap 12 April untuk merayakan penerbangan perdana manusia ke luar angkasa.
Saat itu, kosmonaut pertama yang bisa mencapai luar angkasa adalah Yuri Gagarin yang berasal dari Rusia.
Keberhasilan Yuri Gagarin dalam misi bersejarah tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia.
Peringatan Hari Kosmonaut setiap tahunnya tidak hanya mengenang pencapaian individu, tetapi juga menandai dimulainya era baru dalam eksplorasi luar angkasa.
Hingga kini, semangat tersebut terus mendorong berbagai negara untuk mengembangkan teknologi antariksa yang lebih maju.
Prabowo juga memberi ucapan Selamat Paskah untuk Putin. “Saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh bangsa Rusia memperingati hari penting, yaitu Hari Paskah.”
Ucapan Prabowo tersebut mendapat respons hangat dari Presiden Putin.
Ia menyampaikan bahwa ucapan selamat Paskah dari negara dengan mayoritas penduduk Muslim merupakan hal yang istimewa.
“Kami sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, terutama dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,” kata Putin.
Dalam kesempatan pertemuan bilateral itu, Putin juga menegaskan bahwa Rusia merupakan negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan keharmonisan antarumat beragama.
“Kami bersama dengan saudara-saudara kami yang menganut agama-agama yang lain tetap merayakan semua hari raya agama,” ujar Putin.
Rusia Tegaskan Tetap Terbuka

Pernyataan Rusia yang menegaskan keterbukaannya terhadap kerja sama internasional menjadi sinyal positif di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan Rusia yang menegaskan keterbukaannya terhadap kerja sama internasional menjadi sinyal positif di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam konteks ini, momentum Hari Kosmonaut juga mencerminkan bagaimana Rusia tetap memposisikan diri sebagai negara yang aktif dalam kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Indonesia.
Keterbukaan ini membuka peluang baru untuk memperluas kerja sama strategis yang saling menguntungkan.
Pernyataan itu ditegaskan saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Putin mengaku sangat senang dengan pertemuan bilateral tersebut. Bagi dia, pertemuan bilateral ini terjalin dengan sangat berbobot.
“Beberapa waktu lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis. Saya sangat senang kita melaksanakan langkah-langkah yang memberi makna dan isi yang cukup besar untuk hubungan kedua negara,” kata Putin mengawali pertemuan.
Salah satu kerja sama adalah di bidang ekonomi dan perdagangan. Putin menyebut kerja sama di bidang itu naik 12 persen.
Peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan menunjukkan bahwa hubungan bilateral tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki dampak nyata.
Di tengah tantangan global, kedua negara berupaya menjaga stabilitas hubungan melalui berbagai langkah konkret.
Semangat kolaborasi yang juga tercermin dalam peringatan Hari Kosmonaut menjadi dasar untuk terus memperkuat sinergi di sektor-sektor prioritas.
Di awal 2026, perdagangan bilateral memang sedikit melambat, namun kedua negara tetap mengupayakan berbagai solusi. Salah satunya mengupayakan adanya pertemuan bilateral.
Alhasil, sejumlah kerja sama terjalin dengan baik, yakni di bidang energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi.
Bahkan, Indonesia dan Rusia serius untuk bekerja sama di bidang militer, yakni di sektor pendidikan.
“Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang militer, antara lain di bidang pendidikan,” kata Putin.
Untuk kerja sama berbagai bidang itu, Putin menegaskan Kementerian Luar Negeri kedua negara sangat erat berinteraksi.
Menanggapi hal ini, Prabowo mengatakan kerja sama di hampir semua bidang telah disepakati. Bahkan, mengalami kemajuan yang pesat.
“Ada satu atau dua yang perlu kita percepat. Saya akan segera menanganinya sendiri,” kata Prabowo.
Dengan berbagai potensi kerja sama yang terus berkembang, hubungan Indonesia dan Rusia diharapkan semakin solid ke depan.
Momentum seperti Hari Kosmonaut menjadi pengingat bahwa kolaborasi antarnegara dapat menghasilkan kemajuan besar bagi umat manusia.
Ke depan, sinergi yang terbangun tidak hanya akan memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan perkembangan global.
(/rel)



