Desa Purwodadi 13A: Lumbung Padi Strategis yang Kian Berkembang di Pinggir Metro

Oleh Jessica Zada Julaikha *)

LAMPUNG, KalibrasiNews.com – Desa Purwodadi 13A merupakan salah satu wilayah pedesaan yang berada di Kecamatan Trimurjo, bagian dari Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Secara spasial, desa ini memiliki posisi yang cukup strategis karena berdekatan langsung dengan wilayah perkotaan, khususnya Kota Metro, yang berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, dan jasa di kawasan sekitarnya.

Kedekatan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat desa. Ditinjau dari aspek geografisnya, Desa Purwodadi 13A didominasi oleh wilayah dataran rendah yang relatif subur dan sesuai untuk kegiatan pertanian.

Sebagian besar lahan di gunakan sebagai sawah dan kebun, sementara area lainnya dimanfaatkan sebagai pemukiman penduduk.

Pola pemanfaatan lahan tersebut mencerminkan karakter pedesaan agraris yang masih kuat di Desa Purwodadi 13A, dimana sektor pertanian menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat.

Keberadaan lahan produktif juga mendukung keberlanjutan ekonomi desa, meskipun tekanan urbanisasi mulai terlihat seiring perkembangan wilayah perkotaan di sekitarnya.

Batas wilayah desa menunjukkan keterhubungan yang erat dengan daerah lain. Di sebelah timur, Desa Purwodadi 13A berbatasan langsung dengan Kota Metro, yang menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan.

Di bagian selatan terdapat wilayah Tempuran, sedangkan di sisi barat berbatasan dengan kawasan Simbarwaringin.

Hubungan geografis ini menjadikan desa tidak terisolasi, melainkan terintegrasi dalam jaringan ekonomi lokal antara desa dan kota, khususnya dalam hal pemasaran hasil pertanian dan mobilitas penduduk.

Sektor Pertanian Andalan

Sejauh ini sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Purwodadi 13A.

Produksi padi dari lahan sawah menjadi komoditas pokok yang mendukung kebutuhan pangan lokal, sementara lahan kebun dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan hortikultura.

Salah satu komoditas yang cukup menonjol adalah singkong, yang tidak hanya dijual sebagai bahan mentah tetapi juga diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

Aktivitas pengolahan singkong ini mencerminkan upaya masyarakat dalam melakukan diversifikasi ekonomi guna meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Selain pertanian, perkembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal mulai tumbuh di desa ini.

Produk olahan pangan sederhana menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang memberikan peluang kerja serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan infrastruktur seperti perbaikan jalan desa dan akses irigasi turut berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sistem pengairan yang relatif terjaga membantu petani mempertahankan intensitas tanam padi, sehingga Desa Purwodadi 13A tetap dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah sekitar Kota Metro.

Keberadaan kegiatan ini menunjukkan bahwa desa tidak sepenuhnya bergantung pada sektor pertanian primer, tetapi mulai mengembangkan sektor sekunder dalam skala kecil yang berpotensi berkembang lebih lanjut.

Sektor Pariwisata

Di Sektor bidang pariwisata, Desa Purwodadi 13A belum dikenal sebagai destinasi wisata utama.

Namun demikian, kondisi lingkungan pedesaan yang masih asri serta aktivitas pertanian yang khas membuka peluang pengembangan agrowisata di masa mendatang.

Kegiatan pertanian, kebun singkong, dan proses pengolahan hasil tani dapat dikemas sebagai wisata edukatif yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi tambahan, tetapi juga memperkenalkan kehidupan pedesaan kepada masyarakat perkotaan.

Kedekatannya dengan Kota Metro menjadi keuntungan tersendiri dalam mendukung aksesibilitas wisata.

Secara keseluruhan, Desa Purwodadi 13A merupakan desa agraris yang berada dalam proses transformasi akibat pengaruh perkembangan wilayah perkotaan di sekitarnya.

Letak geografis yang strategis, ketersediaan lahan pertanian produktif, serta munculnya usaha ekonomi berbasis komoditas lokal menunjukkan potensi besar bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Ke depan, diperlukan pengelolaan yang seimbang antara mempertahankan sektor pertanian sebagai identitas utama desa dan memanfaatkan peluang ekonomi baru agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat tanpa menghilangkan karakter pedesaan yang dimiliki.

Dengan posisi yang berada di perbatasan desa dan kota, Purwodadi 13A memiliki peluang menjadi contoh integrasi kawasan agraris dengan wilayah urban.

Jika dikelola secara terarah melalui penguatan kelembagaan petani, pengembangan produk olahan, serta perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, desa ini berpotensi tumbuh sebagai kawasan penyangga pangan sekaligus sentra ekonomi lokal yang tangguh di Lampung Tengah.

*)Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand

1 KOMENTAR

  1. Kebijakan pemerintah dalam ketahanan pangan akan menaikan tarap hidup pelaku sektor pertanian, lebih utama pada petani dengan penguasaan lahan terbatas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini