Padang, KalibrasiNews.com – Denny Abdi selaku Ketua Umum atau Ketum bersama jajaran pengurus DPP IKA Universitas Andalas (Unand) rencananya akan dilantik pada Sabtu (31/1/2026) mendatang di Convention Hall Kampus Limau Manis Unand, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kepengurusan inti DPP IKA Unand yang dipimpin Ketum Denny Abdi terdiri dari Ketua Harian Elen Setiadi, beserta Sekretaris Jenderal Gusti Candra dan Bendahara umum, Novrihandri.
Sesuai susunan kepengurusan inti KSB masing-masing Ketua, Sekretaris dan Bendahara atau KSB selaku Ketum Denny Abdi nanti juga dibantu sebanyak 11 Wakil Ketua Umum, 11 Wakil Sekjen, 6 Wakil Bendahara Umum serta 33 Koordinator Departemen DPP IKA Unand (2025-2029).
Sedangkan, Dewan Pelindung Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua Majelis Amanat, Febrin Anas Ismail beserta Rektor Unand Efa Yonnedi.
Berikutnya, Dewan Pembina masing-masing Ketuanya, Shadiq Pasadigue dan Wakil Ketua, Surya Tri Harto serta Sekretaris, Herry. Sedangkan, Ketua Dewan Penasihat, Musliar Kasim, dan wakil ketua Ilhamdi Taufik serta Sekretaris, Tafdil Husni.
Berdasarkan Keputusan Ketum IKA Unand, Nomor : IST/DPP-IKA/UA/I/2026 hasil kongres pada 29 November 2025 silam di Padang juga menetapkan komposisi struktur Dewan Pakar yang diketuai: Maxdeyul Sola beserta Wakil Ketua, Khairul Ikhwan dan Sekretaris, Dedi Prima Putra.
Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Gusti Candra melalui Sekretarisnya, Hary Efendi Iskandar menyebutkan seremoni pelantikan pengurus DPP IKA Unand juga dirangkai agenda lainnya.
“Sehubungan rencana agenda pelantikan juga rapat kerja atau Raker I DPP IKA Unand 2025-2029, “ujar Hary Efendi yang akrab disapa Ajo menjawab KalibrasiNews.com di Padang pada Rabu siang.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi alumni Universitas Andalas lintas generasi, sekaligus memperkuat peran strategis IKA Unand dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Melalui kepengurusan baru periode 2025–2029, DPP IKA Unand menargetkan terwujudnya sinergi yang lebih solid antara alumni, kampus, pemerintah, serta dunia usaha.
Di sisi lain, tentang profil Denny Abdi itu sendiri merupakan Putera berdarah Minang ini lahir pada 12 Januari 1970 silam serta memiliki jam terbang lumayan di dunia diplomasi.
Ia memulai karirnya dari nol, dimulai dari saat ia menjalankan tugasnya sebagai PNS penuh setelah meraih gelar magisternya pada 1999.
Denny Abdi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum/Formatur DPP IKA Unand pada Kongres VII tanggal 29 November 2025 lalu di Hotel ZHM Premier Kota Padang, Provinsi Sumbar.
Sosok Denny Abdi adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, kemudian meniti karir sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu RI. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekjen Kemenlu menyusul pelantikan pada 17 September 2025 lalu.
Sebelumnya, ia memulai karir sebagai Dubes Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam. Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2020 dan menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Vietnam Nguyen Phu Trong pada 17 Maret 2021.
Jam terbang sebelum jadi Dubes, dirinya pernah menjabat sebagai Direktur Asia Tenggara Kemenlu dan memulai karirnya sebagai PNS penuh setelah meraih gelar magisternya pada 1999.
Alumnus Fakultas Ekonomi Unand angkatan 1988, memulai karir diplomatiknya saat penugasannya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dengan pangkat sebagai sekretaris kedua dari tahun 2001 hingga 2005.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai asisten juru bicara presiden untuk hubungan internasional, Dino Patti Djalal, dari 2005 hingga 2007 dan Asisten Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Imron Cotan, dari 2007 hingga 2008.
Berselang beberapa waktu, giliran Denny Abdi kemudian melanjutkan tugasnya di luar negeri, di Perutusan Tetap Republik Indonesia di New York (2008-2012) dengan pangkat sekretaris pertama.
Ia juga sempat jadi seorang konselor, sebelum diangkat sebagai kepala subdirektorat untuk urusan ekonomi dan keuangan internasional pada Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kemenlu dari 2012 hingga 2015 dan di Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa dengan pangkat konselor dari 2015 hingga 2017.
Sebelum terjun menjadi diplomat, Ia pernah bekerja di perusahaan Sumatera Jaya Commodities sebagai manajer ekspor selama tiga tahun sejak 1993, mewakili perusahaan tersebut di berbagai asosiasi ekspor. Bahkan, ia pernah bekerja di Bank Universal di Jakarta pada 1997 sebelum melamar ke Departemen Luar Negeri pada tahun yang sama. (Emil/KalibrasiNews.com)



