Senegal Juara Piala Afrika, Kalahkan Maroko 1-0 dalam Final Penuh Drama

Rabat, KalibrasiNews.com – Tim nasional Senegal sukses menahbiskan diri sebagai juara Piala Afrika setelah menundukkan Maroko dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung menegangkan. Pertandingan puncak tersebut diwarnai ketegangan tinggi, keputusan krusial wasit, hingga momen penentuan yang baru hadir di babak perpanjangan waktu.

Sejak kick-off, kedua tim tampil disiplin dan penuh perhitungan. Maroko yang didukung publik sendiri berupaya mengambil inisiatif serangan, sementara Senegal memilih bermain sabar dengan pertahanan rapat dan sesekali mengancam lewat transisi cepat yang dipimpin Sadio Mané.

Sepanjang babak pertama hingga paruh kedua, duel fisik dan adu strategi membuat peluang bersih sulit tercipta. Intensitas pertandingan terus meningkat seiring waktu berjalan, hingga drama besar muncul menjelang akhir waktu normal.

(Foto: IG @daznfootball)
Brahim Diaz (kiri) sebelum mengeksekusi penalti dan kiper Timnas Senegal, Edouard Mendy (kanan) mencoba mengganggu fokusnya.

Penalti Brahim Díaz Gagal, Momentum Berubah

Ketegangan memuncak ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko setelah meninjau insiden di kotak terlarang melalui VAR. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Senegal dan membuat suasana di lapangan sempat memanas.

Brahim Díaz yang dipercaya sebagai algojo, mencoba mengeksekusi penalti dengan penuh percaya diri. Namun upayanya berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Senegal yang tampil sigap membaca arah bola. Kegagalan tersebut membuat peluang emas Maroko sirna sekaligus mengubah jalannya pertandingan.

Skor imbang tanpa gol bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa final dilanjutkan ke extra time. Di tengah tekanan mental yang tinggi, Senegal justru tampil lebih tenang dan efektif.

Pada menit ke-94, Senegal akhirnya memecah kebuntuan. Pape Gueye muncul sebagai penentu kemenangan setelah melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke gawang Maroko tanpa mampu dihalau kiper. Gol tersebut langsung memicu selebrasi emosional dari para pemain dan ofisial Senegal.

Unggul satu gol, Senegal bermain semakin solid. Maroko berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan tempo serangan, namun rapatnya pertahanan lawan membuat setiap peluang gagal berbuah gol.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan. Sadio Mane cs pun resmi mengangkat trofi Piala Afrika, menegaskan keberhasilan Mané dan rekan-rekan melewati final yang sarat drama, emosi, dan momen krusial.

Di sisi lain, Maroko harus kembali menunda ambisi meraih gelar meski tampil kompetitif sepanjang turnamen. Final ini pun dikenang sebagai salah satu laga puncak paling menegangkan dalam sejarah Piala Afrika.(/net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini