Aceh, KalibrasiNews.com – Tak hanya membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah setelah banjir surut, para prajurit TNI juga terlibat langsung memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Bergotong royong bersama warga Terdampak Bencana, personel TNI ikut membangun kembali hunian serta fasilitas umum sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.
Siaran Pers Badan Komunikasi Pemerintahan Republik Indonesia (Bakom RI) merilis kondisi di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Tampak para prajurit TNI memotong besi untuk kebutuhan konstruksi, menyusun batu bata, serta menyemen tembok rumah warga yang sebelumnya hancur diterjang banjir.
Selain rumah warga, para personel TNI juga merehabilitasi gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah. Di SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, terlihat prajurit TNI menyemen dinding bangunan sekolah agar ruang belajar bisa segera digunakan kembali oleh siswa Terdampak Bencana.
Sementara itu, di SDN 155678 Hutanabolon 2, Tapanuli Tengah, para prajurit memasang triplek untuk memperbaiki langit-langit ruang kelas. TNI juga membantu proses rehabilitasi SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1 yang terdampak kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Rehabilitasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. Anak-anak di wilayah terdampak diharapkan bisa segera mengikuti pembelajaran tatap muka tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan.
“Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah diperhatikan, sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan bencana pada awal tahun ini.
Arahan tersebut menjadi dasar percepatan perbaikan fasilitas publik, terutama sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah menilai kedua sektor itu memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat pascabencana.
Selain fokus pada infrastruktur, TNI juga membantu distribusi logistik serta pendampingan warga dalam proses adaptasi kembali ke lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran aparat di lapangan memberi rasa aman sekaligus mempercepat koordinasi antarinstansi di daerah rawan bencana.
Warga Terdampak Bencana menyambut baik keterlibatan TNI dalam proses pemulihan ini. Mereka menilai gotong royong yang terbangun antara aparat dan masyarakat menjadi energi positif untuk bangkit bersama setelah masa sulit.
Bagi masyarakat yang Terdampak Bencana, percepatan renovasi rumah dan sekolah menjadi harapan baru untuk menata kembali kehidupan sehari-hari. Anak-anak dapat kembali belajar, sementara orang tua mulai fokus memulihkan aktivitas ekonomi keluarga.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mulai melakukan pendataan lanjutan terhadap kebutuhan dasar warga, termasuk perlengkapan rumah tangga, akses air bersih, hingga kesiapan fasilitas umum. Langkah ini dilakukan agar para penyintas dapat beradaptasi secara bertahap di lingkungan mereka.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa negara harus hadir untuk rakyat, terutama dalam situasi darurat. Pemerintah memastikan seluruh upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Upaya rehabilitasi ini juga dibarengi dengan pendampingan psikososial bagi warga, terutama anak-anak dan lansia. Relawan bersama aparat setempat menggelar kegiatan edukatif sederhana agar masyarakat kembali merasa nyaman beraktivitas. Pemerintah daerah memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan kondisi sosial warga.
Di sisi lain, pemerintah terus menginventarisasi kerusakan rumah, sekolah, serta fasilitas umum sebagai dasar penyusunan program rekonstruksi jangka menengah. Warga Terdampak Bencana didata satu per satu untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan kembali berjalan terarah sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat setempat.
Selain itu, pemerintah juga mengajak partisipasi aktif masyarakat Terdampak Bencana dalam menjaga lingkungan sekitar pascarehabilitasi. Warga didorong untuk ikut merawat fasilitas yang telah diperbaiki serta membangun kembali solidaritas antarwarga, sehingga kawasan terdampak dapat kembali hidup secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta masyarakat, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat dan merata. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen negara dalam memastikan warga Terdampak Bencana dapat kembali menjalani kehidupan yang layak, aman, dan produktif.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(/rel)



